Dari Mahasiswa Baru Menuju Generasi Pembeda, Universitas Moestopo Bekali Mahasiswa Baru dengan Nilai KNOW, GROW, IMPACT
Jakarta, 3 September 2026 — Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) resmi menyambut 416 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang digelar di Kampus II Universitas Moestopo, Gedung F.X. Soeseko Moestopo, Jakarta.
Mengusung
tema “BECOMING MOESTOPO: KNOW, GROW, IMPACT” dengan pesan “Memulai
perjalanan, membangun karakter, dan menciptakan dampak,” PKKMB 2026
dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan pengenalan kampus, tetapi menjadi
momentum awal bagi mahasiswa untuk memahami jati diri, budaya akademik,
nilai-nilai Moestopo, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia
yang terus berkembang.
Ketua
Pelaksana PKKMB Universitas Moestopo, Dr. T. Herry Rachmatsyah, M.M., M.Si.,
dalam sambutannya menyampaikan bahwa PKKMB merupakan ruang untuk memulai
perjalanan bersama sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Moestopo.
“Menjadi
bagian dari PKKMB 2026 bukan sekadar tentang menyambut mahasiswa baru, tetapi
tentang memulai sebuah perjalanan bersama,” ujarnya.
Ia
menjelaskan bahwa semangat KNOW, GROW, IMPACT menjadi fondasi utama dalam
rangkaian kegiatan. KNOW mengajak mahasiswa mengenal kampus dan dirinya, GROW
mendorong mahasiswa untuk bertumbuh dan membangun karakter, sementara IMPACT
mengarahkan mahasiswa untuk menggunakan ilmu yang diperoleh agar dapat
memberikan manfaat.
“Menjadi
mahasiswa Moestopo bukan hanya tentang apa yang kita dapatkan dari kampus,
tetapi tentang apa yang dapat kita lakukan dan dampak apa yang dapat kita
berikan,” tambahnya.
Rektor
Ajak Mahasiswa Kenali Sejarah Perjuangan Moestopo
Dalam
sambutan sekaligus pembukaan PKKMB, Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo
(Beragama), Dr. H. Muhammad Saifulloh, S.Sos., M.Si., mengajak mahasiswa baru
mengenal lebih dekat sejarah perjuangan Prof. Dr. Moestopo dalam membangun
pendidikan dan meletakkan fondasi berdirinya Universitas Moestopo.
Menurut
Rektor, Universitas Prof. Dr. Moestopo tidak lahir secara tiba-tiba. Perjalanan
institusi ini berawal dari gagasan untuk menggunakan ilmu pengetahuan sebagai
sarana membantu masyarakat.
Pada
tahun 1952, ketika Prof. Dr. Moestopo aktif mengabdi sebagai dokter gigi dan
Kepala Bagian Bedah Rahang di Rumah Sakit Angkatan Darat, kepeduliannya
terhadap kebutuhan tenaga kesehatan gigi yang terampil mendorong lahirnya Kursus
Tukang Gigi Dr. Moestopo.
Pendidikan
tersebut pada awalnya dilaksanakan di rumah Prof. Dr. Moestopo di Jalan Merak
8, Jakarta. Dari langkah sederhana tersebut, perjuangan pendidikan terus
berkembang. Pada 1957 lahir Kursus Tukang Gigi Intelek, kemudian setelah
kepulangan Prof. Dr. Moestopo dari Amerika Serikat pada 1958 berkembang menjadi
Dental College Dr. Moestopo.
Perjalanan
itu berlanjut hingga pada 1960 status pendidikan ditingkatkan menjadi perguruan
tinggi swasta yang bersifat akademik dan pada 1961 berkembang menjadi Fakultas
Kedokteran Gigi Prof. Dr. Moestopo, yang kemudian menjadi embrio Universitas
Prof. Dr. Moestopo.
“Universitas
Prof. Dr. Moestopo tidak lahir secara tiba-tiba. Perjalanannya dimulai dari
sebuah gagasan sederhana tetapi sangat besar maknanya: bagaimana ilmu
pengetahuan dapat digunakan untuk membantu masyarakat,” tutur Rektor.
Perjuangan
tersebut kemudian semakin kokoh dengan berdirinya Yayasan Universitas Prof. Dr.
Moestopo pada 1962 oleh Prof. Dr. Moestopo bersama Ibu R.A. Soepartin Moestopo.
Pada masa awal berdirinya yayasan, Prof. Dr. Moestopo menggunakan tanah pribadi
beserta bangunannya di Jalan Hang Lekir I No. 8, Jakarta, bahkan sebuah mobil
Opel Capitan tahun 1962 menjadi salah satu modal awal yayasan.
Bagi
Rektor, perjalanan tersebut bukan sekadar catatan sejarah, melainkan cerminan
nilai pengorbanan dan pengabdian yang perlu diwarisi oleh generasi mahasiswa
Moestopo.
“Saudara
tidak sedang memasuki kampus yang tidak memiliki sejarah. Saudara sedang
memasuki sebuah kampus yang memiliki warisan perjuangan,” tegasnya.
KNOW,
GROW, IMPACT: Menjadi Mahasiswa yang Berkarakter dan Berdampak
Rektor
menegaskan bahwa semangat perjuangan pendiri harus diteruskan melalui prestasi,
integritas, inovasi, dan pengabdian.
Dalam
konteks tema PKKMB 2026, KNOW menjadi tahap awal bagi mahasiswa untuk mengenal
kampus, sejarah, nilai-nilai, dosen, lingkungan akademik, sekaligus mengenal
dirinya sendiri.
Tahap
GROW mengajak mahasiswa menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk
bertumbuh, bukan hanya secara akademik, tetapi juga dalam karakter, integritas,
kemampuan bekerja sama, keberanian berpikir, dan kepedulian terhadap sesama.
Sementara
IMPACT menjadi tujuan akhir, yaitu mendorong mahasiswa agar ilmu yang diperoleh
tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat memberikan manfaat bagi keluarga,
masyarakat, bangsa, dan negara.
“Kalau
generasi terdahulu membangun kampus ini dengan perjuangan, maka generasi
Saudara harus menjaga dan mengembangkan kampus ini dengan prestasi, integritas,
inovasi, dan pengabdian,” pesan Rektor kepada mahasiswa baru.
Dari
Teknologi, Karakter, hingga Kesiapan Menghadapi Masa Depan
Semangat
menjadi generasi pembeda juga diperkuat melalui materi yang disampaikan Utusan
Khusus Presiden Bidang Pariwisata RI, Zita Anjani, S.Sos., M.Sc., dengan tema “Dari
Mahasiswa Baru ke Generasi Pembeda.”
Mahasiswa
diajak memahami kekuatan sekaligus tantangan sebagai generasi digital.
Kemampuan beradaptasi, keterbukaan terhadap gagasan baru, kepedulian terhadap
isu sosial dan lingkungan, serta kemampuan menjaga fokus dan ketangguhan
menjadi bagian penting dalam menghadapi dunia yang semakin dinamis.
Perkembangan
Artificial Intelligence (AI) juga menjadi salah satu pembahasan. AI
diperkenalkan bukan semata sebagai ancaman, tetapi sebagai alat yang dapat
mendukung proses belajar, riset, kreativitas, hingga pengembangan karier.
Namun, mahasiswa tetap dituntut memiliki kreativitas, empati, etika, dan
kemampuan storytelling sebagai kekuatan manusia yang tidak dapat digantikan
teknologi.
Selain
itu, mahasiswa juga mendapatkan berbagai materi dari sejumlah narasumber,
antara lain Komandan RS MARINIR Cilandak Kolonel Laut drg. Muhammad Arifin,
Sp.Ort., M.Tr.Opsla, Anggota Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Fuji
Samantha, S.St., M.I.Kom., Kepala LLDIKTI Wilayah III Jakarta Dr. Henri Togar
Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., serta materi growth mindset, karakter
humanis, kesehatan fisik dan mental mahasiswa, dan pencegahan serta
penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Membangun
Generasi Moestopo yang Berintegritas
Rangkaian
PKKMB 2026 juga memperkenalkan mahasiswa pada kehidupan berbangsa dan
bernegara, kepemimpinan, sistem pendidikan tinggi, budaya akademik, integritas
akademik, etika digital, kesehatan fisik dan mental, serta lingkungan kampus
yang aman, sehat, humanis, inklusif, dan saling menghargai.
Mahasiswa
baru juga diperkenalkan dengan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), seperti Agrawitaka,
DIAMA, dan UKM Keagamaan, sebagai wadah untuk menemukan minat, mengembangkan
bakat, membangun jejaring, dan belajar berorganisasi di luar ruang kelas.
Seluruh
rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan refleksi bersama melalui Moestopo
Radio. Momentum tersebut menjadi penanda bahwa perjalanan mahasiswa baru
sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Moestopo baru saja dimulai.
Universitas
Moestopo menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk tahu, tetapi
juga untuk tumbuh dan akhirnya mampu memberi dampak.
KNOW untuk mengenal
siapa kita.
GROW untuk membangun siapa diri kita.
IMPACT untuk menentukan apa yang dapat kita berikan.
Dari
Kampus Merah Putih inilah perjalanan itu dimulai—dari mahasiswa baru menuju
generasi Moestopo yang berilmu, berkarakter, berintegritas, dan siap menjadi
pembeda.