Rekreasi Karyawan UPDM(B) ke Pulau Pahawang Lampung

Dalam rangka pembinaan dan memupuk rasa kebersamaan dan sebagai rasa terima kasih atas kinerja yang ditunjukkan serta untuk meningkatkan kinerja karyawan dilingkungan Warek 1 Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), maka diadakan rekreasi ke Pulau Pahawang Lampung dari tanggal 20 April malam sampai dengan tanggal 22 April 2018.

Dimana seluruh kegiatan dilakukan/dikelola oleh dan untuk karyawan dan dana untuk kegiatan tersebut didapat dari honor-honor yang dikumpulkan sedikit demi sedikit dari keikut sertaan dalam panitia Wisuda Sarjana dan Magister serta kegiatan lain sehingga terkumpul dana untuk kegiatan tersebut.

Rekreasi diikuti oleh seluruh karyawan dilingkungan Warek I, sebahagian Warek II, Warek III dan FKG kurang lebih 28 orang Karyawan dan Pimpinan dengan menggunakan transportasi darat berupa bus pariwisata ukuran sedang dengan kapasitas 30 orang dan dibantu oleh travel agent yang memang mengelola perjalanan ke Pahawang.

Kegiatan yang dilakukan antara lain :  Snorkeling dan main pantai di pulau Kelagian Kecil, spot snorkeling di pulau pahawang yaitu Cuku Bedil, Snorkeling di Taman Nemo, Pahawang besar, Check in penginapan untuk bersih-bersih, Makan siang, Snorkeling dan jelajah pulau – pulau, spot Gosong Bekri, Pahawang kecil, Hunting matahari terbenam (sunset): Barbeque dipulau dan acara bebas, Waktunya Istirahat, Hunting sunrise (optional), Makan pagi di homestay dan persiapan check out, Hunting foto di Kelagian Besar, Menuju dermaga ketapang, menuju pelabuhan Merak, Perjalanan pulang ke Jakarta, dan Trip Selesai.

Kegiatan ini semua merupakan penjabaran dari pembinaan dan memupuk rasa kebersamaan antara karyawan dan pimpinan dilingkungan Rektorat UPDM(B), Semoga kegiatan ini dapat berlanjut dan dapat meningkatkan kerjasama diantara karyawan dan pimpinan dilingkungan Warek I khususnya yang pada akhirnya berdampak pada kegiatan ditingkat Rektorat keseluruhan dan Universitas pada umumnya serta kegiatan ini bukan hanya di tingkatan Warek I saja tetapi seluruh Rektorat yang akan berdampak luas keseluruh Universitas…….aamiinn…..

Humas UPDM(B) – sl

DIES NATALIS KE-57 DAN WISUDA SARJANA & MAGISTER UNIVERSITAS PROF. DR. MOESTOPO (BERAGAMA) “Bersatu Menuju Universitas Unggul”

Jakarta, 5 April 2018

Dalam Dies Natalis ke-57 UPDM (B) 15 Febr 1961 – 2018 telah menyiapkan Diri Menyongsong Era Generasi Emas 2045 antara lain Majelis Guru Besar menyiapkan “kurikulum filosofis” tentang Semangat Kebangsaan yang akan memicu patriotisme kemandirian nasional serta Fakultas-Fakultas menajamkan kurikulum kecerdasan intelektual science dan practiced sesuai disiplin ilmu masing-masing .

Jumlah Wisudawan sebanyak  910 wisudawan terdiri atas FKG sebanyak 177 wisudawan, FISIP sebanyak 183 wisudawan, FEB sebanyak 63 wisudawan, FIKOM sebanyak 307 wisudawan, dan Pascasarjana sebanyak 180 wisudawan.

Dalam Orasi Ilmiah Kapolri yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Sosial Ekonomi Irjen. Pol. Dr. Gatot Edy Pramono, M.Si., dengan topik  “Mewujudkan Indonesia sebagai Negara Dominan” mengatakan bahwa saat ini invasi militer sudah tidak terjadi. Pola hubungan antarnegara cenderung dibidang ekonomi, peran non-state actor. Konflik dunia yang terjadi adalah konflik peradaban yaitu Konflik Peradaban Barat dengan Islam.

Negara Indonesia yg dominan menuntun peradaban kepada kehidupan kebhinekaan dunia memiliki masalah nasional yang terjadi adalah “konsolidasi demokrasi” berupa kekuasaan ekonomi mempengaruhi lembaga negara, primordialisme golongan yang dapat mengancam NKRI dan teknologi informasi menyebabkan globalisasi yang memicu persaingan ekonomi.

Dengan syarat dominan Sumber daya manusia, Kekayaan alam dan Wilayah yang luas dimana kita tinggal memacu peningkatan ekonomi dalam suasana politik dan keamanan yang stabil dan saat ini derajat acceptability dan accountability pimpinan negara pada posisi yang tinggi.

Ketua Kopertis Wilayah III Dr. Ir. Illah Sailah, M.S., mengatakan bahwa acara wisuda UPDM (B) ini merupakan gambaran komitmen, kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas mahasiswa. Apresiasi Kopertis atas sikap adaptif dan contoh yang baik dalam memelopori program bakti sosial, yakni sebagai partisipan dominan penanggulangan bencana alam dan program KKN Merajut Nusantara di Blitung.

Kopertis juga mengapresiasi UPDM (B) yang telah taat azas dalam pelaporan data ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi secara rutin dan mencapai 100%. Mahasiswa dan dosen UPDM (B) juga berprestasi dalam publikasi ilmiah.

Dalam kesempatan tersebut Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Prof. DR. Rudy Harjanto, M.Sn. berpesan kepada wisudawan, untuk menjadi agent of change, antara lain dengan memanfaatkan teknologi dunia maya untuk menebarkan ujaran-ujaran kebaikan, Kebaikan bagi bangsa, negara, dan bangsa-bangsa sedunia.

 

Humas – mb/sl

Pengabdian Kepada Masyarakat dan Bakti Sosial Dies Natalis ke 57

Jakarta, 29 Maret 2018

Pengabdian Kepada Masyarakat dan Bakti Sosial pada Sekolah Dasar Negeri 2 dan 4 Kampung Waru Parung, Bogor, Jawa Barat dilakukan dua kali yaitu tanggal 20 Maret 2018 dengan pemeriksaan awal  sebanyak 326 dan tanggal 28 pelaksanaan yaitu pengobatan umum dan gigi berupa tambal, cabut dan lainnya.

Pasien yang dapat ditangani adalah 132 untuk dokter umum yang terdiri dari anak-anak SD Negeri 2 & 4 Kampung Waru,  bapak-bapak dan ibu-ibu serta warga pondok pesantren sekitar lokasi pengabdian masyarakat dalam kegiatan penyuluhan dan kesehatan umum sedangkan untuk murid Sekolah Dasar Negeri 2, 4 dan pesantren Kampung Waru Parung sebanyak 143 yang dikhususkan kegiatan tindak lanjut kesehatan gigi baik dicabut, ditambal dan lainnya,

Untuk murid SD awalnya hanya untuk SD Negeri 2 saja, namun karena adanya kesalahan komunikasi dialihkan ke SD Negeri 4 dan Pondok Pesantren yang ada disekitar lokasi Pengabdian masyarakat, begitu juga untuk tempat pelaksaan dipindahkan ke rumah Pak RW setempat.

Hadir dalam pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat dan Bakti Sosial Pak Lurah dan Pak RW Kampung Waru, Babinsa, Kepala Sekolah SD Negeri 2 dan 4 serta Ustad dari Pondok Pesantren, yang berharap kegiatan ini dapat berlanjut dan tidak hanya pada saat ini saja, walaupun sudah diarahkan untuk selanjutnya dapat menghubungi Puskesmas setempat.

Semoga Pengabdian Kepada Masyarakat dan Bakti Sosial ini dapat bermanfaat bagi banyak orang dan dapat berlanjut……aamiinn…

Humas – sl

Ketua Aspikom, Dr. Heri Budianto Mengingatkan: Program Studi Perguruan Tinggi “Bisa Mencetak Sarjana Profesi yang Sudah Hilang”

Staf Ahli Menteri Perhubungan, Dr. Cris Kuntadi, berdialog dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UPDM (B) dalam Seminar Nasional bertema “Bersatu Menuju Universitas Unggul” di kampus Merah Putih Hang Lekir Jakarta, Rabu, 28 Maret 2018. Seminar dihadiri lebih dari 700 mahasiswa dan Dosen.

Jakarta, 28 Maret 2018

Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi mengingatkan, universitas, dalam membina program studi, harus mempertimbangkan perkembangan profesi masa mendatang. Profesi jurnalistik misalnya, media suratkabar dan televisi sudah tidak diminati khalayak. Teknologi berkembang ke arah digital media. Profesi kewartawanan cenderung kepada penyajian visual. Tetapi Program Studi Vision Journalism dan Digital Journalism belum dibangun.

Harusnya, tiap program studi yang sama dari universitas yang berbeda mengembangkan kekhasan program studi yang berbeda pula. Yang terjadi, Program Studi Ilmu Komunikasi misalnya, di universitas manapun di Indonesia menyajikan kurikulum yang sama. Universitas hanya dapat dibedakan menjadi negeri dan swasta, dan berbayar mahal atau murah. Kurikulumnya sama, Rencana Program Studinya sama, bahkan teknik penyajiannya pun sama juga, begitupun untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Kedokteran Gigi dan Program Pascasarjana.

Heri Budianto juga mengungkapkan bahwa ancaman terhadap dunia pendidikan nasional pun telah bertambah. Universitas asing, yang dapat disebut sebagai “kapitalis pendidikan”, dengan kecanggihan teknologi pembelajarannya sudah masuk. Sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan memungkinkan mahasiswa kita masuk Ohio State University, misalnya. Kuliahnya di Indonesia. Dosennya mengajar dari Ohio. Perpustakaannya juga di Ohio. Mungkin hanya datang ke kampus Ohio setahun sekali. Lulus tepat empat tahun. Bahkan Program Masternya bisa diselesaikan dalam setahun. Program Doktornya lebih cepat dari kita.

Teknologi digital, bisa dikatakan “mendekatkan yang jauh namun menjauhkan yang dekat”. Maka, Ohio lebih dekat dari pada Jakarta. Ancaman penjajahan sudah semakin nyata. Berupa perubahan alur logika. Budaya kebersamaan berangsur akan hilang. Kekhasan permainan bersama sudah tergusur. Berubah menjadi permainan individual. Kebanggaan kepada tokoh nasional yang kharismatik yang berciri kearifan sudah memudar. Muncul pemujaan kepada David Cassidy dan Justin Bieber. Maka kearifan nasional pun menjadi sangat terancam. Demikian Ketua Aspikom mengakhiri uraiannya dalam Seminar Nasional Dies Natalis 57 Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Rabu (28 Maret 2018) di Kampus “Merah Putih” Hang Lekir Jakarta.

Staf Ahli Menteri Perhubungan, Dr. Cris Kuntadi, sebagai pembicara kedua dalam seminar nasional bertema “Bersatu Menuju Universitas Unggul” di kampus Moestopo menambahkan, kunci keunggulan adalah Keluasan dan Kedalaman Wawasan, Excellent Leadership, dan Practical Profession. Dicontohkan, ikan harus belajar bahasa anjing untuk menakuti musuhnya, kucing. Sementara kita masih dengan susah payah belajar bahasa Inggris, bahasa pesaing kita.

Humas – mb/sl

Senam Pagi dan Jalan Santai Dies Natalis ke 57 UPDM(B)

Jakarta, 26 Maret 2018

Salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis ke 57 dan Wisuda sarjana & Magister Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) tahun 2018 adalah senam pagi dan jalan santai pada tanggal 25 Maret 2018 dengan star dari Kampus Hanglekir, Jl. Jenderal Sudirman, FX Mall, Jl. Asia Afrika dan kembali ke kampus Hanglekir.

Dimulai dengan senam pagi yang diikuti oleh Pimpinan, Dosen dan Karyawan UPDM(B) dengan pemandu yang antara lain Prof. Dr. Ir. Triyuni Soemartono, MM dan Tim sebagai pemanasan, jalan santai dimulai jam 7.00 WIB dengan rute yang telah ditentukan dan pembagian kupon untuk photo booth, door prize dan snack di tengah perjalanan menuju ke kampus Hanglekir kembali.

Pembagian door prize dilakukan pada saat pertandingan tenis meja berlangsung dan peserta jalan santai antri untuk foto bersama keluarga ditempat yang telah disediakan sambil menikmati snack dan bubur kacang hijau, Pembagian door prize membuat suasana kampus jadi lebih meriah karena banyak yang bersukacita atas hadiah yang diterimanya, acara ditutup dengan telah diterimanya door prize utama yaitu LED TV …….semoga acara ini tetap berlangsung agar rasa kekeluargaan tetap terjaga…..aamiinn..

Humas – sl

Penataan Ulang Tata Ruang DKI Jakarta Terkait Pembaharuan Profesi Warga

Jakarta, 25 Maret 2018

Menjawab pertanyaan seorang mahasiswa Pascasarjana UPDM (B), dalam seminar nasional “Komunikasi Antar Lembaga Pusat dengan Daerah”, di Kampus Merah Putih UPDM (B), Sapta Odang menjelaskan bahwa komunikasi organisasi yang baik antara Pusat, Daerah dan Masyarakat, akan membuahkan kebijakan daerah yang efektif. Misalnya penataan Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat, seharusnya dikaitkan dengan pembaruan profesi. Penataan tata ruang DKI Jakarta, sebagai Ibu Kota Negara, sesuai fungsi kota, seharusnya juga mempertimbangkan peningkatan kualitas profesi warga, sesuai tuntutan kemajuan Bangsa.

Tukang becak dan pedagang kaki lima, baiknya ditingkatkan kualitas profesionalitasnya menjadi pengemudi kendaraan kota dan pedagang yang lebih bermartabat. Mengayuh becak untuk sumber penghidupan dirasakan sudah tidak manusiawi. Harusnya diberikan peluang untuk mengambil profesi lain, misalnya sebagai pengemudi transportasi umum bermotor lain. Tukang becak berpenghasilan rata-rata 70 ribu rupiah perhari, jauh di bawah UMR. Jika dialihkan kualitas keterampilannya menjadi pengemudi Ojek Online, misalnya, bisa meningkat penghasilannya, menjadi rata-rata sebesar 3,4 juta rupiah per bulan. Dengan pengeluaran energi yang jauh berbeda.

Membahas kewenangan DPD RI, Oesman Sapta Odang yang berhasil memperoleh gelar Doktor Honoris Causa dari Senior University International di Amerika Serikat pada tahun 1999 itu mengemukakan, DPD sesuai UU MD3, memiliki kemandirian dalam menyusun  anggaran yang dituangkan ke dalam program dan kegiatan sesuai dengan ketentuan perundangan. Kedudukan DPD adalah sangat strategis dalam menentukan keberhasilan pembangunan daerah. Sedang identitas keberhasilan pembangunan nasional adalah majunya daerah-daerah di Tanah Air. Demikian pendapat Sapta.

Oesman Sapta, pendiri Partai Persatuan Daerah, dan pemilik konglomerasi OSO Group yang bergerak di bidang percetakan, pertambangan, air mineral, properti, perkebunan, perikanan, transportasi, komunikasi, keuangan, dan perhotelan, menilai Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) adalah petarung, pejuang bangsa, yang berusaha memperkokoh tegaknya Pancasila, Kebhinekaan, dan NKRI. Oleh karena itu, Sapta dalam keterbatasan waktunya menyempatkan hadir sebagai pembicara dalam seminar nasional Pascasarjana UPDM (B) di Kampus Hanglekir lantai 2 Gedung Perdamaian, yang dihadiri lebih dari 500 mahasiswa.

Humas – mb/sl

Sistem Informasi Sumberdaya Terintegrasi (SISTER) untuk Dosen

Jakarta, 23 Maret 2018

Sebagai langkah pelaksanaan dari Surat Edaran No. 649/DI Tahun 2018 tentang Implementasi Sistem Informasi Sumberdaya Terintegrasi (SISTER) pada program penilain Angka Kredit Dosen dan Tenaga Pendidik, Sertifikasi Dosen serta beban kerja dosen, Warek I yang membawahi bidang Akademis dan Alumni serta Kemahasiswaan memiliki tugas mengelola dosen yang ada di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)/UPDM(B), maka dari tanggal 20 sampai dengan 22 Maret 2018 diadakanlah implementasi SISTER untuk seluruh Fakultas dan Program Pasca Sarjana yang ada di UPDM(B).

Memperhatikan Fungsi dan tugas Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan pendidikan Tinggi sebagaimana diatur di dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 15 Tahun 2015 Tentang Organisaasi dan Tata Kerja penggunaan teknologi Informasi merupakan keharusan dalam pelaksanaan tugas. Berbagai sistem informasi yang digunakan dan telah terbangun seperti Pengelolaan data portofolio, pengajuan penilaian angka kredit, pengusulan NIDN, NIDK, beasiswa, dan proses bisnis lain terkait sumber daya ipteksikti, namun seluruh sistem informasi tersebut dioperasikan secara parsial sehingga mengakibatkan rendahnya akurasi data serta cenderung tidak efisien dan efektif. Oleh karena itu dibutuhkan sistem informasi terintegrasi yang memungkinkan untuk bersinergi melakukan interkoneksi berbagai sistem informasi maka dibangunlan Sistem Informasi Sumberdaya Terintegrasi (SISTER).

Melalui SISTER data dasar yang ada di PD-Dikti dapat dilengkapi secara langsung oleh dosen dan tendik dalam bentuk portofolio yang terkait dengan aktivitas penelitian, publikasi dan pengabdian kepada masyarakat yang dijalankan serta aktivitas lainnya yang selanjutnya portofolio tersebut dapat digunakan untuk berbagai bisnis proses pengembangan karis dosen dan tendik. Dengan adanya acara implementasi SISTER inidiharapkan Doesn dan tendik yang ada di UPDM(B) dapat mengelola datanya dengan lebih baik……semoga

Humas – sl

HAKIKAT NASIONALISME ADALAH KECINTAAN DAN KEBANGGAAN KEPADA NEGARA

Jakarta, 21 Maret 2018

Tantangan terhadap “nasionalisme” adalah kemiskinan, kekurangan gizi, kebodohan, keterisolasian, dan keterbelakangan. Sementara “globalisasi” yang bermakna keterbukaan, dipenuhi persaingan (liberal) antarnegara. Saat negara-negara berkembang berusaha meningkatkan taraf hidup rakyat, liberalisasi melingkupi dunia. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyiapkan “Generasi Emas” menjawab tantangan kondisi dunia “now”. Demikian penjelasan Kepala Staf Presiden RI, Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko dalam kuliah umum di Aula FISIP Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta, Rabu (21 Maret 2018).

Saat ini, generasi muda dihujani beragam informasi yang banyak diantaranya diragukan kebenarannya. Informasi mengenai keterbelakangan daerah-daerah tertentu, yang dapat diartikan kekurangberhasilan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan, dapat memicu kekecewaan, yang dapat mengikis jiwa kebangsaan. Informasi tentang kesenjangan kemajuan pembangunan infrastruktur, terkait peningkatan taraf ekonomi, penanggulangan kemiskinan, fasilitas pendidikan, seringkali dihembuskan dalam persaingan global.

Dalam kuliah umum di Kampus Merah Putih, mantan Panglima TNI Moeldoko mengemukakan, generasi muda “zaman now” rentan terhadap benturan antara “nasionalisme” dan “globalisasi”. Usaha pendidikan menjawab situasi tersebut adalah menanamkan keyakinan akan kebenaran filosofi luhur yang berisi nilai instrumental “Pancasila”. Keyakinan terhadap kebenaran idealisme bangsa Indonesia bisa menggelorakan semangat “kemandirian” yang akan mengantarkan eksistensi bangsa menghadapi globalisasi.

Program Presiden Jokowi menyiapkan “generasi emas” mempunyai makna bahwa tahun 2045 akan terwujud generasi muda Indonesia yang berkwalitas tingkat pendidikannya, produktif, mandiri, serta mampu menghadapi tantangan perubahan yang semakin cepat, kompleks, serba surprise (mengejutkan), dan penuh resiko. Sementara fasilitas infrastruktur nasional sempurna, Nusantara sudah ter-rajut dalam tol laut, jalan licin melingkupi daratan, fasilitas penerbangan yang memayungi wilayah Sabang hingga Merauke. Harga barang, terutama kebutuhan pokok rakyat, relativ sama di seluruh penjuru Tanah Air. Demikian Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko dalam kuliah umum berjudul “Tantangan Nasionalisme di Era Globalisasi”.

Humas – mb/sl