Rektor Moestopo: ITB dan Univ. Moestopo bersama membangun pendidikan nasional yang lebih baik

Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) menandatangani nota kesepahaman dan nota kesepakatan untuk melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi. Utamanya dalam pembinaan pengembangan akademik Program Studi Teknik Pertambangan, (Bandung 14/8/18). Acara penandatanganan MOU dan MOA Univ. Moestopo dan ITB dihadiri para pejabat teras kedua perguruan tinggi.

Rektor Moestopo, Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn. dalam kesempatan tersebut mengutarakan bahwa kegiatan ini merupakan ikatan kerjasama dalam upaya membangun pendidikan nasional yang lebih baik. Perkembangan ilmu pengetahuan terus berjalan, pembaharuan terus berlanjut. Universitas Prof. Dr. Moestopo pun mengembangkan fakultasnya. Tahun ini Moestopo membuka Fakultas Teknik, Program Studi Pertambangan.

Lebih lanjut, dalam waktu dekat, Univ. Moestopo dan ITB akan menggelar “Simposium Kurikulum Tambang”. Simposium akan menyertakan tokoh-tokoh industri, praktisi, serta akademisi. Sehingga diharapkan akan dapat dirumuskan kompetensi matakuliah yang dapat mengantarkan para mahasiswa menjadi teknokrat teknik pertambangan yang professional, berguna bagi Negara dan bangsa.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA, mengucapkan terimakasih atas penghormatan dan kepercayaan yang diberikan Universitas Moestopo kepada ITB. Prof. Kadarsah Suryadi berharap Moestopo dan ITB dapat maju beriringan-bersama menyelenggarakan pendidikan tinggi untuk kebesaran bangsa dan negara Indonesia.

Rektor ITB selanjutnya menjelaskan, perkembangan teknologi di era industri 4.0 ini tetap akan terkait dengan energi sebagai sumber daya penggerak ICT. Pertemuan ditutup dengan pernyataan bersama ITB dan Moestopo untuk merealisasikan misi bersama memajukan ilmu pengetahuan bersama secara harmoni, saling menguatkan untuk kemajuan bangsa dan negara, khususnya untuk generasi muda yang akan meneruskan pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

Rektor Univ. Prof Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn. (kiri) dan Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA (kanan) menandatangani MOU dan MOA untuk bersama memajukan ilmu pengetahuan bersama saling menguatkan untuk kemajuan bangsa dan negara. (Bandung 14/8/18)

Menegakkan Pilar Beragam Pengabdian untuk Negeri “Cagak Sawita Rupa”

CSR merupakan bagian dari strategi pengembangan perusahaan, pernyataan Dr. Gunawan Alif dalam acara bedah buku “Cagak Sawita Rupa”, di kampus Moestopo, Kamis, 2 Agustus 2018.

Gunawan Alif dalam bukunya berjudul “Cagak Sawita Rupa” menyebutkan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR)  merupakan bagian dari strategi usaha pengembangan perusahaan. CSR bukan bentuk belaskasihan perusahaan kepada masyarakat. Bukan pula usaha perusahaan menutup dosa karena mengeksploitasi alam, manusia, dan energi. Karena perusahaan memerlukan totalitas goodwill masyarakat lingkungannya.

Dr, Gunawan Alif memberikan penjelasan tersebut dalam acara bedah buku tentang CSR berjudul “Cagak Sawita Rupa” (Penerbit PT Jakarta Baru dan Indonesia CSR Society, 2018), di Kampus Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Kamis, 2 Agustus 2018, dengan pembedah Prof. Dr. Gati Gayatri, M.A. Hadir pula beberapa praktisi CSR anggota Indonesia CSR Society, Djarum Foundation, Antam, BCA, Holcim, JAPFA, Kelly, Kompas, Jakarta Post, Trakindo, XL, Chevron, Freeport, dan Unilever.

Rudijanto Gunawan dari Djarum Foundation mengutarakan, kegiatan CSR yang dilakukan meliputi Bakti Sosial, Bakti Olahraga, Bakti Lingkungan, Bakti Pendidikan, dan Bakti Budaya. Dilakukan sejak 1951, merupakan bentuk konsistensi bakti kepada negeri, demi terwujudnya kualitas hidup masyarakat di masa depan yang lebih bermartabat. Beberapa karya emas Djarum Foundation antara lain bendera Merah Putih berkibar dalam Olimpiade dunia, pohon trembesi yang menyerap karbon sepanjang jalan Pantura (Merak sampai Banyuwangi), dan lain-lain.

Unilever menyebutkan bahwa pada 2030 seluruh sumber energi yang diperlukan perusahaan beserta pasar dan masyarakat lingkungannya datang dari sumber yang bisa diperbarui. Holcim Indonesia merasa bertanggungjawab untuk menjadikan masyarakat lingkungannya mandiri dalam pendidikan, kesehatan, dan usaha perekonomian. Japfa Comfeed Indonesia berusaha turut mengembangkan masyarakat sekitarnya menuju kesejahteraan bersama. Chevron Indonesia menerapkan konsep gotong-royong, saling berbagi dan bekerjasama melalui kemitraan dengan pemerintah dan masyarakat local sampai internasional.

MB-Humas

 

Penandatanganan Letter of Agreement antara School of Dentistry, National Yang-Ming, Taiwan dan Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Indonesia.

Jakarta, 2 Agustus 2018

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan School of Dentistry, National Yang-Ming, Taiwan, yang diwakili oleh Prof. Dr. drg. Budiharto, S.KM – Dekan FKG UPDM (B) dengan Prof. Allen Ming-Lun Hsu – Dekan School of Dentistry, National Yang-Ming, Taiwan, bertempat di Aula Kampus II Bintaro pada hari Kamis, (2/8/2018).

Penandangan kerja sama ini disaksikan oleh Setya Ambar Pertiwi, MA Kabiro Pengembangan dan Kerja Sama UPDM (B), Wakil Dekan I FKG UPDM (B) Dr. Mirna Febriani, drg.,M.Kes, Wakil Dekan II FKG UPDM (B) Herlia Nur Istindiah, drg, M.Si., SP.ORT, Dosen dan Mahasiswa FKG UPDM (B), serta Dr.Lin-Yang Chi, Dr.Tsai-Yu Chang, serta Mr. Po-HangWu dari School of Dentistry, National Yang-Ming, Taiwan.

Kerja sama ini diharapkan dapat mengembangkan masing-masing fakultas serta meningkatkan kemampuan serta pengetahuan dosen, dokter gigi serta ilmu kedokteran gigi di kedua institusi melalui kegiatam-kegiatan yang bermanfaat di masa mendatang.

Pada kesempatan tersebut juga dilanjutkan dengan Oral Health Symposium dengan narasumber Prof. Allen Ming-Lun Hsu dan Prof. Lin-Yang Chi dari School of Dentistry, National Yang-Ming, Taiwan serta Yufitri Mayasari,drg,M.Kes dan Desy Fidyawati, drg., Sp.Perio dari Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Isy-Humas

Harapan kepada Orangtua Calon Mahasiswa Baru: “Moestopo Beragama Artinya Universitas yang Tidak Hanya Memacu Intelektual”

Dekan FKG, Prof. Dr. Budiharto, drg., SKM menjelaskan, “Moestopo Beragama artinya universitas yang tidak hanya memacu intelektual, melainkan juga berusaha membina etika dan moral mahasiswa. Civitas Academica Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) berharap agar orangtua mahasiswa turut mendampingi usaha pembinaan tersebut.” Prof. Budiharto menyampaikan harapannya dalam acara Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), 21 Juli 2018, di Kampus FKG Bintaro Raya.

Seleksi calon mahasiswa baru Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Tahun Akademik 2018-2019, untuk Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Fakultas Ilmu Komunikasi telah diikuti oleh lebih dari 2.500 calon. Mereka mendaftar langsung ke kampus Hang Lekir, Bintaro, Swadarma, dan ada pula yang mendaftar melalui web pmb.moestopo.ac.id. Khusus untuk FKG, mahasiswa baru yang akan diterima dikuota sebanyak 150 orang.

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Andriansyah menegaskan bahwa kegiatan penerimaan mahasiswa baru ini bersih dari gratifikasi. Tidak ada pungutan lain selain ketentuan yang tertera di formulir pendaftaran. Selain itu, Moestopo giat membersihkan kampus dari narkoba. Usaha membebaskan kampus dari narkoba tersebut dilakukan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN). Mahasiswa yang dalam sweaping kedapatan positif menggunakan narkoba dikenai sanksi pemberhentian (DO).

Kegiatan perkuliahan juga dilengkapi antara lain dengan aktivitas “Moestopo Jelajah Nusantara”. Menjelang semester akhir, mahasiswa dituntun alumninya melakukan kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) di daerah-daerah seluruh Nusantara. Alumni-alumni yang sudah berpengalaman berprofesi di daerah tujuan bersama dosen pembimbing KKN melakukan pengabdian masyarakat sesuai kemampuan profesi yang diayahi. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan pengalaman kerja kepada mahasiswa sekaligus melakukan penjelajahan peluang kerja. Pada sisi lain, masyarakat di wilayah tempat KKN mendapat manfaat inovatif dari kampus.

Juga diinformasikan kepada orangtua calon mahasiswa, bahwa sebagian besar mahasiswa yang gagal dalam studi adalah mereka yang saat kuliah mengesampingkan kegiatan belajar, dan lebih aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Masa kuliah menyelesaikan Strata Satu adalah delapan semester (empat tahun) dan paling lama 14 semester. Tidak bisa diperpanjang. Fakultas berharap agar para orangtua mahasiswa memonitor putra-putrinya agar berhasil dalam menempuh studi. Secepatnya menyelesaikan kuliah untuk menyiapkan peningkatkan profesionalitasnya dengan menempuh pendidikan lanjutan (pascasarjana) atau mengasah profesi langsung ke kancah kegiatan praktis. MB-Humas

 

 

 

Hanglekir I/8 Jakarta Pusat