Category Archives: Akademik

Fikom UPDM(B) gelar Seminar Komunikasi Politik “Menjadi Pemilih Muda yang Rasional”

Jakarta, 12 Juli 2018

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof.DR. Moestopo (Beragama) (FIKOM UPDM(B)) gelar seminar Komunikas Politik bertemakan “Menjadi Pemilih Muda yang Rasional” di Kampus I Moestopo Jalan Hang Lekir I No. 8. Pada Rabu tanggal 11 Juli 2018 dengan pembicara tunggal Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si

Dekan FIKOM UPDM(B) Dr. Prasetya Yoga, M. Si mengatakan peran mahasiswa besar dalam pilkada maupun pemilu 2019. “Peranan mahasiswa besar sekali, Jangan salah memilih.” Ujar Yoga dalam sebutan pembukaan seminar tersebut, juga menghimbau mahasiswa untuk memilih calon-calon yang tidak terlibat kasus korupsi. “Kita gak mau salah pilih. Kalau sampai salah pilih, lihat kepala daerah yang korupsi”.

Pemateri Dr. Gun Gun Heryanto menyadarkan mahasiswa bahwa suara adalah kesadaran. “Suara adalah kesadaran, bukan barang gadaian apalagi barang eceran” jelasnya di hadapan mahasiswa Moestopo. Kita harus hati-hati dengan berita hoax yang merupakan upaya menipu sekelompok besar orang atau dapat dikatakan sebagai penipuan ke publik, intinya hoax adalah informasi yang tidak berdasarkan fakta atau data. Hoax muncul karena kebebasan berekpresi/berpendapat yang salah kaprah, pertarungan kepentingan dan penyimpangan sosial. Lingkaran hoax terjadi dari sumber yang disebarkan melalui media-media yang ada seperti Media sosial, media online, TV dan media cetak

Untuk menjadi pemilih Rasional langkah-langkah yang harus ditempuh adalah memiliki kemampuan mendefinisikan kebutuhan terhadap informasi politik di pilkada, memiliki strategi pencarian yang merupakan strategi “invenstigasi” terhadap seluruh proses politik di Pilkada, terlibat dalam gerakan mengkomunikasikan informasi politik tentang pilkada dan bisa mengevaluasi proses kampanye pilkada serentak.

Sedangkan langkah untuk menjadi pemilih cerdas antara lain mendaftar dan  menganalisa isu-isu kontemporer melalui teknih CFR (Conclusion, Finding, Recommendation), membuat peer group untuk sharing dan melakukan aksi bersama, melakukan pendidikan politik untuk memperbesar attentive public, mempublikasikan tulisan yang fokus menganalisa dinamika pemilu, membuat jejaring dengan kelompok suprastruktur politik (eksekutif-legislatif-yudikatif) dan infrastruktur politik (partai politik, interest group, pressure group, media komunikasi politik dan figur politik), melakukan advokasi (litigasi dan non litigasi), menginisiasi respon opini publik terkait kebijakan publik dan mengintensifkan diskusi melalui ICT.

Diharapkan dengan diselenggarakannya seminar ini mahasiswa yang mayoritas adalah pemilih pemula bisa sadar dan melek politik serta secara sadar ambil bagaian dalam Pemilu 2019 dan pilkada-pilkada. Acara ditutup dengan pemberian cindera mata dan foto bersama dengan dosen-dosen yang hadir….

Humas-sl

Hidup dan mati adalah satu kesatuan

Disertasi   Rudy Harjanto yang   berjudul   “Makna Kematian dalam Perspektif Taoisme dan Relevansinya bagi Nilai-Nilai Perilaku Manusia” bertujuan  untuk  mengidentifikasi dan merumuskan kembali landasan filsafati pemikiran tentang makna kematian, untuk kemudian dianalisis kemungkinan relevansinya dalam upaya menemukan alternatif solusi konseptual bagi nilai nilai perilaku manusia. Kematian adalah bagian dari aktivitas alam semesta sehingga terbentuk keharmonisan dan keseimbangan yang sejalan dengan filsafat Tao. Keharmonisan dan keseimbangan ini berbeda berdasarkan keyakinan masing-masing. Ada beberapa orang atau kelompok yang melakukan hal-hal yang diyakininya benar, meskipun dalam pandangan keyakinan yang lain justru penuh dengan kebencian dan kekerasan. Mereka melakukan pembunuhan terhadap dirinya sendiri, lalu pada saat yang sama melalukan pembunuhan kepada orang lain yang justru tidak dikenal maupun bermusuhan dengan dirinya itu. Oleh sebab itu, diteliti apa makna kematian manusia dalam perspektif Taoisme dan relevansinya bagi nilai nilai perilaku manusia.

Paradigma penelitian yang digunakan adalah fenomenologi hermeneutik untuk melakukan kajian pustaka, rekonstruksi makna, deskripsi latar belakang, dan melaporkan peristiwa-peristiwa khusus. Paradigma yang digunakan memungkinkan para peneliti untuk mengembangkan tinjauan literatur dan kemudian diperkuat oleh rekonstruksi bahan yang dikumpulkan dengan penyelesaian interpretasi berdasarkan pola berpikir induktif. Data berupa studi pustaka dan uraian verbal ditangkap maknanya, diseleksi, dan disarikan dalam bentuk uraian atau laporan yang rinci, diolah dan diklasifikasikan ke dalam sub-sub tema dan menyusunnya ke dalam  bentuk  konsep  yang  runtut dan utuh. Pengolahan data dalam penelitian menggunakan mengunakan metode Analisis, dan Interpretasi. Penelitian ini dilakukan di Jakarta, pada pertengahan tahun 2017 sampai awal 2018, oleh Rudy Harjanto.

Rudy adalah Rektor Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama), dan penelitian ini merupakan disertasi filsafat, yang merupakan disertasi doktoral keempat. Tiga disertasi sebelumnya adalah bidang ekonomi (“Persepsi Harga”), komunikasi (“Word of Mouth”), dan seni (“Karya Seni Partisipatoris”). Disertasi ini dipertahankan dalam sidang terbuka dihadapan Dewan Penguji  pada tanggal 4 Juli 2018 di Kampus Fakultas Filsafat Univ. Gajah Mada Yogyakarta.

Menurut Rudy Harjanto, makna kematian dalam perspektif Taoisme adalah proses untuk menuju kehidupan dalam dimensi lain. Hidup dan mati adalah satu kesatuan, tidak dapat dipisahkan. Manusia menjalani siklus dari alam kembali ke alam. Hubungan dasar kematian adalah proses penyatuan kembali tubuh fisik manusia ke alam. Alam memfasilitasi seseorang untuk dilahirkan kembali dalam bentuk kehidupan lain tertentu sesuai dengan hasil perbuatannya terdahulu. Perbuatan yang didasari oleh energi positif akan memberikan dampak kebaikan, dan menimbulkan nilai-nilai perilaku yang penuh kebaikan. Sebaliknya, perbuatan di masa kehidupan yang didasari oleh energi negatif, setelah kematian, tubuh yang menyatu dengan alam akan mengalirkan energi negatif dan memberikan dampak yang negatif yang menimbulkan nilai-nilai perilaku negatif manusia.

Rudy Harjanto … Lahir 1958

“Hidup adalah perubahan … Sikapi perubahan itu dengan kerendahan hati … Untuk selalu belajar agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi … Lakukan sewajarnya … Sepenuh hati … Memberikan manfaat bagi lingkungan – masyarakat sekitarnya tanpa pamrih – pasrah kepada Nya.”  (MB-Humas)

ANGKAT SUMPAH DOKTER GIGI BARU FKG UPDM(B)

Jakarta, 7 Juni 2018

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), kembali menyelenggarakan angkat sumpah bagi dokter gigi baru lulusan semester ganjil tahun akademik 2017/2018 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Jakarta Selatan pada hari Kamis, 7 Juni 2018  yang dihadiri oleh Wakil Rektor I Dr. Andriansyah, M.Si, Dekan FKG UPDM (B) Prof. Dr. Budiharto, drg., S.KM beserta jajarannya, Dekan Fikom UPDM (B) Dr. Prasetya Yoga Santoso, MM, serta Perwakilan PDGI.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan mengheningkan cipta oleh seluruh hadirin yang dipimpin oleh Dekan FKG UPDM(B). Upacara pengangkatan sumpah dokter gigi baru dibuka oleh Dekan FKG UPDM (B), dilanjutkan dengan laporan akademik yang disampaikan oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Mirna Febriani, drg, M.Kes.

Prosesi pengangkatan sumpah di awali dengan Pengucapan lafal sumpah dokter gigi di pimpin oleh Dekan FKG UPDM (B) diikuti oleh 61 orang dokter gigi baru yang didampingi oleh rohaniawan Islam, rohaniawan Kristen Protestan, rohaniawan Katolik dan Rohaniawan Hindu, dan dilanjutkan dengan pengukuhan dan pembacaan doa yang didampingi oleh para rohaniawan.

Acara selanjutnya penandatangan naskah sumpah dokter gigi oleh para dokter gigi baru dengan Dekan FKG UPDM (B), Wakil Rektor I UPDM(B) dan Rohaniwan yang didampingi oleh Wakil Dekan I FKG UPDM (B), Wakil Dekan II FKG UPDM (B) Herlia Nur Istindiah, drg., M.Si., SpOrto, Kaprodi Akademik FKG UPDM (B) Nety Trisnawaty, drg, Ph.d dan Kaprodi Profesi FKG UPDM (B) Ika Anisyah, drg, Sp.KGA.

Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan pengahargaan kepada 10 lususan terbaik oleh Dekan FKG UPDM (B), dan penyerahan alumni dari Ketua Senat Mahasiswa FKG Christian Stefanus kepada Wakil Dekan I FKG UPDM (B)  selanjutnya diserahkan kepada ketua alumni FKG UPDM (B) drg. Hika Deriya Asril Putra, serta penyerahan buku kode etik dokter gigi oleh perwakilan dari PDGI kepada drg. Dania Trya Fariza perwakilan dokter gigi baru. Dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan dari drg. Dania kepada Wakil Rektor I UPDM(B), Dekan FKG UPDM(B) dan Ketua Ikatan Alumni FKG UPDM(B).

Dilanjutkan dengan sambutan dari drg. Dania mewakili dokter gigi baru, dania mengatakan terima kasih dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugrah dan kasih sayangNya yang diberikan dan menyampaikan menjadi Dokter gigi adalah puncak pendidikan selama bertahun-tahun yang dan merupakan perjalan panjang dengan jatuh bangun, dan Ini merupakan awal kehidupan baru dan tidak mudah untuk meraih dan menjalaninya kedepan.

perjuangan ini tidak semudah yang dikatakan maka dari itu kita wajib terima kasih kepada Allah dan orang tua kita yang telah merawat dan membesarkan kita serta berjuang untuk kita sampai menjadi seperti sekarang ini, dengan kesabarannya semoga kita dapat membalasnya, kita juga harus berterima kasih kepada dosen dan civitas akademika atas bimbingan sehingga menjadi dokter gigi.

Selanjutnya sambutan dari perwakilan orang tua Bapak Irjen Pol Agus, dalam sambutannya mengucapkan puji syukur kepada Allah yang telah memberikan rahmatnya atas keberhasilan ini, dan kebahagian kami para orang tua atas keberhasilan anak kami menjadi dokter gigi. Ketika melantunkan sumpah rasanya sangat terharu dan itulah rahmat Tuhan yang diberikan kepada kita semua. Saya ucapkan terimakasih kepada bapak Rektor, Wakil Rektor, Dekan dan Civitas Akademika, tidak ada kata lain selain rasa syukur karena bapak ibu dosen sudah merubah putra putri kami menjadi dokter gigi dengan ilmunya dan atitutnya.

Bapak Agus berpesan, pertama, jadilah dokter gigi yang profesional, layanilah dengan hati nurani yang iklas. Kedua pegang kode etik dokter gigi. Ketiga patuhilah sumpah yang tadi telah diucapkan. Keempat jadilah agen perubahan untuk NKRI ini, karena anak-anak ini merupakan agen perubahan dari hal kecil seperti menjaga kesehatan gigi dan mulut serta kebersihan lingkungan. Dan terakhir kenanglah jasa kasih sayang kedua orang tua dan dosen.

Dilanjutkan dengan sambutan Dekan FKG UPDM (B), Bapak Dekan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan terimkasih kepada orang tua yang sangat mencintai dan menyayangi putra putrinya. Dan sekarang bukan anak-anak lagi melainkan sudah menjadi teman sejawat. Dan bapak ibu tidak salah menitipkan putra-putrinya di UPDM (B) karena kita mendidik secara akademis, profesional , etika dan moral. Alhamdulillah kita bisa menuntun putra-putri bapak ibu menjadi teman sejawat kita. Saya berpesan setelah keluar dari  UPDM (B) agar selalu meningkatkan keprofesionalannya dan jangan lupa keluarga. Selamat kepada orang tua dan kepada dokter-dokter gigi baru dan semoga sukses selalu.

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Wakil Rektor I UPDM (B), dalam sambutannya Bapak Wakil Rektor I mengatakan selamat dan terimakasih kepada para orang tua atas kepercayaannya yang telah menitipkan putra-putrinya kepada kami sampai menjadi dokter gigi. Dan alhamdulillah RSGM kita sudah melewati proses akreditasi, karena sekarang harus keduanya yaitu akademik dan profesi. Karena bila tidak di akreditasi, para mahasiswa-mahasiswi kita tidak boleh praktek di RSGM kita. sebagai lembaga pendidikan FKG UPDM (B) merupakan Lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Dan kita selalu mengikuti peraturan-peraturan pemerintah, karena kita tidak bisa menolak ketentuan dari pemerintah seperti standar dosen, dll. Mengenai sarana dan prasarana merupakan yang tertua di Indonesia, karena seperti amanat yang telah disampaiakan oleh pendiri kampus ini Prof. Dr. Moestopo yaitu kita harus berdikari, berdikiri di kaki sendiri, mandiri sehingga tidak boleh berhutang. Dan kita minta doa bapak ibu agar kami selalu dapat mengelola kampus ini secara baik, dan sekali lagi selamat atas putra-putrinya yang telah menjadi dokter gigi.

Upacara angkat sumpah diakhiri dengan pembacaan doa oleh Ustad Faris Fariansyah, SE secara Islam yang diikuti oleh para hadirin yang hadir dan diakhiri dengan pemberian ucapan terima kasih kepada para orang tua masing-masing yang dipenuhi oleh rasa haru dan foto bersama sumpahwan dengan Dekan FKG UPDM (B) beserta jajarannya, Wakil Rektor I UPDM (B).

HUMAS – Isy

 

International Franchise 2018

Jakarta, 30 Mei 2018

Dalam rangka mempersiapkan “Internatioanl Franchise, License & Business Consept Expo & Conference” yang akan diadakan pada 20 – 22 July 2018 di Jakarta Convention Center, Pietra Sarosa, MSM dari Sarosa Consulting Group mengadakan Coaching Clinic kepada mahasiswa Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) di Lab Humas lantai 3 untuk turut serta dalam lomba konsep bisnis yang berhadiah Utama sebesar Rp.15.000.000,- untuk 3 pemenang.

Pietra Sarosa menjelaskan bagaimana bisnis dalam zaman now seperti Gojek, Bukalapak, Traveloka berkembang menjadi besar, bagaimana peran merk/brand dalam bisnis di Indonesia serta tak lupa manfaat pemegang merk/brand walau bukan sebagai pengusaha produk, ini semua dalam rangka menggali potensi mahasiswa yang berminat untuk membuka usaha sendiri untuk dapat membuka lapangan kerja bagi kaum muda lainnya.

Tanya jawab kurang berkembang dengan baik, acara ditutup dengan foto bersama dengan seluruh mahasiswa yang hadir…semoga acara seperti ini dapat membuka wacana para mahasiswa untuk menjadi pengusaha pembuka lapangan pekerjaan bukan sebagai pencari kerja…..aamiinn…

Humas – sl

DIES NATALIS KE-57 DAN WISUDA SARJANA & MAGISTER UNIVERSITAS PROF. DR. MOESTOPO (BERAGAMA) “Bersatu Menuju Universitas Unggul”

Jakarta, 5 April 2018

Dalam Dies Natalis ke-57 UPDM (B) 15 Febr 1961 – 2018 telah menyiapkan Diri Menyongsong Era Generasi Emas 2045 antara lain Majelis Guru Besar menyiapkan “kurikulum filosofis” tentang Semangat Kebangsaan yang akan memicu patriotisme kemandirian nasional serta Fakultas-Fakultas menajamkan kurikulum kecerdasan intelektual science dan practiced sesuai disiplin ilmu masing-masing .

Jumlah Wisudawan sebanyak  910 wisudawan terdiri atas FKG sebanyak 177 wisudawan, FISIP sebanyak 183 wisudawan, FEB sebanyak 63 wisudawan, FIKOM sebanyak 307 wisudawan, dan Pascasarjana sebanyak 180 wisudawan.

Dalam Orasi Ilmiah Kapolri yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Sosial Ekonomi Irjen. Pol. Dr. Gatot Edy Pramono, M.Si., dengan topik  “Mewujudkan Indonesia sebagai Negara Dominan” mengatakan bahwa saat ini invasi militer sudah tidak terjadi. Pola hubungan antarnegara cenderung dibidang ekonomi, peran non-state actor. Konflik dunia yang terjadi adalah konflik peradaban yaitu Konflik Peradaban Barat dengan Islam.

Negara Indonesia yg dominan menuntun peradaban kepada kehidupan kebhinekaan dunia memiliki masalah nasional yang terjadi adalah “konsolidasi demokrasi” berupa kekuasaan ekonomi mempengaruhi lembaga negara, primordialisme golongan yang dapat mengancam NKRI dan teknologi informasi menyebabkan globalisasi yang memicu persaingan ekonomi.

Dengan syarat dominan Sumber daya manusia, Kekayaan alam dan Wilayah yang luas dimana kita tinggal memacu peningkatan ekonomi dalam suasana politik dan keamanan yang stabil dan saat ini derajat acceptability dan accountability pimpinan negara pada posisi yang tinggi.

Ketua Kopertis Wilayah III Dr. Ir. Illah Sailah, M.S., mengatakan bahwa acara wisuda UPDM (B) ini merupakan gambaran komitmen, kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas mahasiswa. Apresiasi Kopertis atas sikap adaptif dan contoh yang baik dalam memelopori program bakti sosial, yakni sebagai partisipan dominan penanggulangan bencana alam dan program KKN Merajut Nusantara di Blitung.

Kopertis juga mengapresiasi UPDM (B) yang telah taat azas dalam pelaporan data ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi secara rutin dan mencapai 100%. Mahasiswa dan dosen UPDM (B) juga berprestasi dalam publikasi ilmiah.

Dalam kesempatan tersebut Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Prof. DR. Rudy Harjanto, M.Sn. berpesan kepada wisudawan, untuk menjadi agent of change, antara lain dengan memanfaatkan teknologi dunia maya untuk menebarkan ujaran-ujaran kebaikan, Kebaikan bagi bangsa, negara, dan bangsa-bangsa sedunia.

 

Humas – mb/sl

Ketua Aspikom, Dr. Heri Budianto Mengingatkan: Program Studi Perguruan Tinggi “Bisa Mencetak Sarjana Profesi yang Sudah Hilang”

Staf Ahli Menteri Perhubungan, Dr. Cris Kuntadi, berdialog dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UPDM (B) dalam Seminar Nasional bertema “Bersatu Menuju Universitas Unggul” di kampus Merah Putih Hang Lekir Jakarta, Rabu, 28 Maret 2018. Seminar dihadiri lebih dari 700 mahasiswa dan Dosen.

Jakarta, 28 Maret 2018

Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi mengingatkan, universitas, dalam membina program studi, harus mempertimbangkan perkembangan profesi masa mendatang. Profesi jurnalistik misalnya, media suratkabar dan televisi sudah tidak diminati khalayak. Teknologi berkembang ke arah digital media. Profesi kewartawanan cenderung kepada penyajian visual. Tetapi Program Studi Vision Journalism dan Digital Journalism belum dibangun.

Harusnya, tiap program studi yang sama dari universitas yang berbeda mengembangkan kekhasan program studi yang berbeda pula. Yang terjadi, Program Studi Ilmu Komunikasi misalnya, di universitas manapun di Indonesia menyajikan kurikulum yang sama. Universitas hanya dapat dibedakan menjadi negeri dan swasta, dan berbayar mahal atau murah. Kurikulumnya sama, Rencana Program Studinya sama, bahkan teknik penyajiannya pun sama juga, begitupun untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Kedokteran Gigi dan Program Pascasarjana.

Heri Budianto juga mengungkapkan bahwa ancaman terhadap dunia pendidikan nasional pun telah bertambah. Universitas asing, yang dapat disebut sebagai “kapitalis pendidikan”, dengan kecanggihan teknologi pembelajarannya sudah masuk. Sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan memungkinkan mahasiswa kita masuk Ohio State University, misalnya. Kuliahnya di Indonesia. Dosennya mengajar dari Ohio. Perpustakaannya juga di Ohio. Mungkin hanya datang ke kampus Ohio setahun sekali. Lulus tepat empat tahun. Bahkan Program Masternya bisa diselesaikan dalam setahun. Program Doktornya lebih cepat dari kita.

Teknologi digital, bisa dikatakan “mendekatkan yang jauh namun menjauhkan yang dekat”. Maka, Ohio lebih dekat dari pada Jakarta. Ancaman penjajahan sudah semakin nyata. Berupa perubahan alur logika. Budaya kebersamaan berangsur akan hilang. Kekhasan permainan bersama sudah tergusur. Berubah menjadi permainan individual. Kebanggaan kepada tokoh nasional yang kharismatik yang berciri kearifan sudah memudar. Muncul pemujaan kepada David Cassidy dan Justin Bieber. Maka kearifan nasional pun menjadi sangat terancam. Demikian Ketua Aspikom mengakhiri uraiannya dalam Seminar Nasional Dies Natalis 57 Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Rabu (28 Maret 2018) di Kampus “Merah Putih” Hang Lekir Jakarta.

Staf Ahli Menteri Perhubungan, Dr. Cris Kuntadi, sebagai pembicara kedua dalam seminar nasional bertema “Bersatu Menuju Universitas Unggul” di kampus Moestopo menambahkan, kunci keunggulan adalah Keluasan dan Kedalaman Wawasan, Excellent Leadership, dan Practical Profession. Dicontohkan, ikan harus belajar bahasa anjing untuk menakuti musuhnya, kucing. Sementara kita masih dengan susah payah belajar bahasa Inggris, bahasa pesaing kita.

Humas – mb/sl

Penataan Ulang Tata Ruang DKI Jakarta Terkait Pembaharuan Profesi Warga

Jakarta, 25 Maret 2018

Menjawab pertanyaan seorang mahasiswa Pascasarjana UPDM (B), dalam seminar nasional “Komunikasi Antar Lembaga Pusat dengan Daerah”, di Kampus Merah Putih UPDM (B), Sapta Odang menjelaskan bahwa komunikasi organisasi yang baik antara Pusat, Daerah dan Masyarakat, akan membuahkan kebijakan daerah yang efektif. Misalnya penataan Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat, seharusnya dikaitkan dengan pembaruan profesi. Penataan tata ruang DKI Jakarta, sebagai Ibu Kota Negara, sesuai fungsi kota, seharusnya juga mempertimbangkan peningkatan kualitas profesi warga, sesuai tuntutan kemajuan Bangsa.

Tukang becak dan pedagang kaki lima, baiknya ditingkatkan kualitas profesionalitasnya menjadi pengemudi kendaraan kota dan pedagang yang lebih bermartabat. Mengayuh becak untuk sumber penghidupan dirasakan sudah tidak manusiawi. Harusnya diberikan peluang untuk mengambil profesi lain, misalnya sebagai pengemudi transportasi umum bermotor lain. Tukang becak berpenghasilan rata-rata 70 ribu rupiah perhari, jauh di bawah UMR. Jika dialihkan kualitas keterampilannya menjadi pengemudi Ojek Online, misalnya, bisa meningkat penghasilannya, menjadi rata-rata sebesar 3,4 juta rupiah per bulan. Dengan pengeluaran energi yang jauh berbeda.

Membahas kewenangan DPD RI, Oesman Sapta Odang yang berhasil memperoleh gelar Doktor Honoris Causa dari Senior University International di Amerika Serikat pada tahun 1999 itu mengemukakan, DPD sesuai UU MD3, memiliki kemandirian dalam menyusun  anggaran yang dituangkan ke dalam program dan kegiatan sesuai dengan ketentuan perundangan. Kedudukan DPD adalah sangat strategis dalam menentukan keberhasilan pembangunan daerah. Sedang identitas keberhasilan pembangunan nasional adalah majunya daerah-daerah di Tanah Air. Demikian pendapat Sapta.

Oesman Sapta, pendiri Partai Persatuan Daerah, dan pemilik konglomerasi OSO Group yang bergerak di bidang percetakan, pertambangan, air mineral, properti, perkebunan, perikanan, transportasi, komunikasi, keuangan, dan perhotelan, menilai Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) adalah petarung, pejuang bangsa, yang berusaha memperkokoh tegaknya Pancasila, Kebhinekaan, dan NKRI. Oleh karena itu, Sapta dalam keterbatasan waktunya menyempatkan hadir sebagai pembicara dalam seminar nasional Pascasarjana UPDM (B) di Kampus Hanglekir lantai 2 Gedung Perdamaian, yang dihadiri lebih dari 500 mahasiswa.

Humas – mb/sl

HAKIKAT NASIONALISME ADALAH KECINTAAN DAN KEBANGGAAN KEPADA NEGARA

Jakarta, 21 Maret 2018

Tantangan terhadap “nasionalisme” adalah kemiskinan, kekurangan gizi, kebodohan, keterisolasian, dan keterbelakangan. Sementara “globalisasi” yang bermakna keterbukaan, dipenuhi persaingan (liberal) antarnegara. Saat negara-negara berkembang berusaha meningkatkan taraf hidup rakyat, liberalisasi melingkupi dunia. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyiapkan “Generasi Emas” menjawab tantangan kondisi dunia “now”. Demikian penjelasan Kepala Staf Presiden RI, Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko dalam kuliah umum di Aula FISIP Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta, Rabu (21 Maret 2018).

Saat ini, generasi muda dihujani beragam informasi yang banyak diantaranya diragukan kebenarannya. Informasi mengenai keterbelakangan daerah-daerah tertentu, yang dapat diartikan kekurangberhasilan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan, dapat memicu kekecewaan, yang dapat mengikis jiwa kebangsaan. Informasi tentang kesenjangan kemajuan pembangunan infrastruktur, terkait peningkatan taraf ekonomi, penanggulangan kemiskinan, fasilitas pendidikan, seringkali dihembuskan dalam persaingan global.

Dalam kuliah umum di Kampus Merah Putih, mantan Panglima TNI Moeldoko mengemukakan, generasi muda “zaman now” rentan terhadap benturan antara “nasionalisme” dan “globalisasi”. Usaha pendidikan menjawab situasi tersebut adalah menanamkan keyakinan akan kebenaran filosofi luhur yang berisi nilai instrumental “Pancasila”. Keyakinan terhadap kebenaran idealisme bangsa Indonesia bisa menggelorakan semangat “kemandirian” yang akan mengantarkan eksistensi bangsa menghadapi globalisasi.

Program Presiden Jokowi menyiapkan “generasi emas” mempunyai makna bahwa tahun 2045 akan terwujud generasi muda Indonesia yang berkwalitas tingkat pendidikannya, produktif, mandiri, serta mampu menghadapi tantangan perubahan yang semakin cepat, kompleks, serba surprise (mengejutkan), dan penuh resiko. Sementara fasilitas infrastruktur nasional sempurna, Nusantara sudah ter-rajut dalam tol laut, jalan licin melingkupi daratan, fasilitas penerbangan yang memayungi wilayah Sabang hingga Merauke. Harga barang, terutama kebutuhan pokok rakyat, relativ sama di seluruh penjuru Tanah Air. Demikian Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko dalam kuliah umum berjudul “Tantangan Nasionalisme di Era Globalisasi”.

Humas – mb/sl

 

PEREKONOMIAN INDONESIA DI TENGAH OPTIMISME GLOBAL

Menyingkap Kebijakan Moneter dan Fiskal BI dan Kebangkitan BUMN

Jakarta, 7 Maret 2018

Ekonomi Indonesia hanya akan mampu berkembang sekitar 5,07 % di tahun 2017, terkait fluktuasi harga, ketidakpastian, kompleksitas, dan keraguan. Presiden Jokowi fokus pada strategi menyempurnakan infrastruktur untuk mencapai efisiensi. Optimisme timbul karena daya saing Indonesia akan meningkat secara dramatis, demikian pendapat Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM, A.Tony Prasetiantono, MSc., PhD., dalam Seminar Nasional “Perekonomian Indonesia di Tengah Optimisme Global” yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPDM (B), Selasa 6 Maret 2018 lalu di Graha CIMB Niaga Jl Jenderal Sudirman Jakarta.

Dr. Cyrillus Harinowo, Komisaris BCA, mengemukakan bahwa BUMN pada era ini sedang menggeliat bangkit. Garuda Indonesia, Five Star Airline melaksanakan transformasi yang luar biasa. Jasa Marga bangkit melengkapi infrastruktur nasional, BNI melakukan turn around, Angkasa Pura dan Pelindo berusaha Merangkai Nusantara, PTDI memasok CN 235 MPA untuk AL Korea, PAL sedang mengembangkan produksi submarine, Pertamina terus mengembangkan Pertalite. Disimpulkan bahwa BUMN akan menjadi salah satu kekuatan bisnis yang sangat besar di Asia Tenggara.

Faktor geopolitik global yang relatif mereda akan membawa kondisi perekonomian Indonesia tahun mendatang lebih baik. Pemerintah meyakinkan, target pertumbuhan ekonomi 2018 sebesar 5,4 % tetap realistis, seiring dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang diperkirakan tumbuh 3,6 % dan rata-rata pertumbuhan Negara-negara berkembang 4,8 %. Konsumsi pemerintah diproyeksikan dapat tumbuh 3,8 %, dengan fokus anggaran belanja yang makin efisien, konsisten dengan prioritas menunjang mengeliminasi kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan meningkatkan produktivitas. Demikian asumsi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Wibowo, S.E., M. Phil. dalam seminar nasional yang berlangsung sehari.

Selain itu yang juga mengisi materi dalam Seminar Nasional ini adalah Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, SE, MBA., yang menggantikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, MSc., PhD., yang berhalangan hadir, Ryan Kiryatno, SE., MM., Vice President Bank BNI dan Donny Arsal, SE., Direktur Keuangan PT. Jasa Marga, Tbk.

Humas – mb/sl

ANGKAT SUMPAH DOKTER GIGI BARU FKG UPDM(B)

Jakarta, 6 Maret 2018

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), kembali menyelenggarakan angkat sumpah bagi dokter gigi baru lulusan semester ganjil tahun akademik 2017/2018 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Jakarta Selatan pada hari Senin, 5 Maret 2018 dihadiri oleh Ketua Pengurus : Ignatius Kusnanto, S.Kom, Rektor  Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn., Wakil Rektor I Dr. Andriansyah, M.Si, SE., MM., Wakil Rektor III Dr. Bambang Winarso, M.Sc., Dekan FKG UPDM (B) Prof. Dr. Budiharto, drg., S.KM beserta jajarannya, Perwakilan Kopertis Wilayah III Ibu Sri Mastuti, Skom., Mkom, Kepala RSGM UPDM, Kepala Rumah Sakit Polri dan Wakil dari Dinas Kesehatan Jakarta Selatan.

Setelah seluruh Pimpinan Yayasan, Rektorat dan Fakultas memasuki ruangan upacara, seluruh hadirin menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Dekan FKG UPDM(B). Upacara pengangkatan sumpah dokter gigi baru dibuka oleh Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Budiharto, drg., S.KM., dilanjutkan dengan laporan akademik oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Mirna Febriani, drg, M.Kes.

Prosesi pengangkatan sumpah di awali dengan Pengucapan lafal sumpah dokter gigi di pimpin oleh Dekan FKG diikuti oleh 30 orang dokter gigi baru yang didampingi oleh rohaniawan Islam Ustad Faris Fariansyah SE., rohaniawan Kristen Protestan Pdt. Yonatan Wijayanto, rohaniawan Katolik Romo Sutiyo dan Rohaniawan Buddha Rm. Heru Widoyo S.Ag., M.Pd, dilanjutkan dengan pembacaan doa dan pengukuhan yang didampingi oleh para rohaniawan, selanjutnya penandatangan naskah sumpah oleh para dokter baru dan Dekan FKG serta Rektor UPDM(B) dan Rohaniwan yang didampingi oleh Wakil Dekan I Dr. Mirna Febriani, drg, M.Kes., Wakil Dekan II Herlia Nur Istindiah, drg., M.Si., SpOrto, Kaprodi Akademik Nety Trisnawaty, drg, Ph.d dan Kaprodi Profesi Ika Anisyah, drg, Sp.KGA dilanjutkan penyerahan buku kode etik kedokteran gigi secara simbolis dari Ketua Ikatan Alumni FKG UPDM(B) Dwi Harianto, drg kepada Ganesha, drg mewakili dokter gigi baru selanjutnya penyerahan kenang-kenangan dari Ganesha, drg mewakili dokter gigi baru kepada Rektor UPDM(B), Dekan FKG UPDM(B) dan Ketua Ikatan Alumni FKG UPDM(B) selanjutnya penyerahan Alumni dari Ketua Senat Mahasiswa FKG Christian Stefanus kepada Wakil Dekan I Dr. Mirna Febriani, drg., M.Kes selanjutnya diserahkan kepada ketua alumni FKG UPDM (B) Drg. Dwi Harianto

Sambutan-sambutan diawali dengan perwakilan dokter gigi baru Rizki Apriyana,drg dengan IPK tertinggi yang mengatakan Pertama-tama bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugrah dan kasih sayangNya yang diberikan dan menyampaikan menjadi Dokter gigi adalah puncak pendidikan selama bertahun-tahun yang dan merupakan perjalan panjang dengan jatuh bangunnya dan kita wajib terima kasih kepada Allah dan orang tua kita yang telah merawat dan membesarkan kita serta berjuang untuk kita sampai menjadi seperti sekarang ini dengan kesabarannya semoga kita dapat membalasnya, kita juga harus berterima kasih kepada dosen dan civitas akademika ataas bimbingan sehingga menjadi dokter gigi, Rekan-rekan waktu yang ditunggu telah tiba dan perjuangan kita telah sampai pada pendidikan profesi ini dan hari ini adalah awal dari kehidupan yang sesungguhnya dan mohon doa restu agar menjadi dokter gigi yang membanggakan almamater UPDM(B), mohon dibukakan pintu maaf kepada dosen dan civitas akademika atas kesalahan yang disengaja ataupun tidak disengaja selama menjalani pendidikan dikampus ini, dan momen ini adalah momen yang tidak terlupakan atas keberhasilan kita mempersembahkan dokter gigi kepada orang tua kita, dilanjutkan dengan perwakilan orang tua dokter gigi baru Bapak Wahyu Hidayat yang mengucapkan puji syukur kepada Allah yang telah memberikan rahmatnya atas keberhasilan ini dan kebahagian kami para orang tua atas keberhasilan anak kami menjadi profesi dokter gigi, mengucapkan banyak terima kasih kepada keluarga besar UPDM(B) yang telah membimbing dan mengarahkan dan fasilitas para dokter gigi baru sampai pada titik hari ini semoga dibalas oleh yang Maha Kuasa dan juga pesan kepada dokter gigi baru untuk selalu ingat peranan orang-orang sekeliling yang juga tidak kalah peranannya. Teruslah bekerja keras kreatif dan inovatif, menjaga sikap untuk lebih baik jagalah nama baik orang tua dan almamater, kepada civitas akademika terima kasih atas bantuan dan bimbingannya, kamilah yang paling berbahagia menghantarkan anak-anak kami menggapai cita-citanya.

Dalam sambutannya Dekan FKG UPDM(B) Prof. Dr. Budiharto, drg., S.KM menyatakan jangan lupa teruslah belajar jangan berhenti, sebelumnya para dokter gigi sebagai mahasiswa dan kini sebagai teman sejawat menjadi bagian dokter gigi lulusan UPDM(B) sejak perdiri sampai dengan saat ini dapat diterima secara nasional maupun internasional karena telah tersebar baik didalam maupun diluar negeri, kehidupan nyata lebih berat, kepada teman sejawat saya mengingatkan bahwa peranan orang tua untuk para dokter gigi baru adalah sangat penting dan jalinan hubungan ini jangan diputus karena telah lulus menjadi dokter gigi karena adat ketimuran kita harus selalu dijaga keharmonisannya, rohaniawan yang mendampingi dalam sumpah tadi juga tidak lepas peranannya dimana universitas Moestopo membawa Beragama dibelakangnya dengan makna yang sangat kuat bahwa Agama yang dianut para dokter gigi harus selalu dipelihara dan didalami makna dan hakekatnya, dan mohon dimaafkan para dosen yang waktu mengajar sangat keras dan peliharalah kesejawatan semoga sukses dalam menjalankan tugas dengan hati dan melayani dengan hati.

Rektor  UPDM(B) Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn., Pagi ini  saya turut berbahagia dengan bertambahnya dokter gigi baru sebanyak 44 yang melengkapi lulusan UPDM(B) menjadi 3645 dan Indonesia masih memerlukan banyak dokter gigi dimana 10.000 penduduk dibutuhkan 1 doketr gigi, perkembangan teknologi mempengaruhi juga profesi dokter gigi maka teruslah belajar dan melayani denga hati dalam komunikasi denagn pasien, terima kasih juga kepada rohaniawan dan panitia yang telah bekerja dan tampil secara elegant, jagalah almamater ini untuk lebih maju lagi mari kita bersatu untuk maju.

Ketua Pembina drg. RM. H. Hermanto, JM, SKG, MM yang diwakili oleh Ketua Pengurus Ys. UPDM, Ignatius Kusmanto, S.Kom, dalam sambutannya mengingatkan bahwa para dokter gigi baru akan menghadapi tugas baru yaitu tugas profesi dalam rangka mengamalkan ilmu serta mengabdikan diri pada masyarakat, bangsa dan Negara, terus belajar dengan penguasaan teknologi dan pendidikan berkelanjutan, dokter gigi hanya 15% dari kebutuhan dokter jadi lebih banyak dokter umum dan penyebarannya lebih banyak di Indonesia Bagian Barat dan ini peluang untuk mengembangkan diri seperti perjuangan pendiri dan Bapak Dokter Gigi Indonesia Prof. Dr. Moestopo dan selalu mengingat warisannya yang berupa tujuh mutiara yaitu 1. Multipurpose culture, land use mix farming (semua yang ada di dunia ini berguna ganda dan semua bisa dikerjakan dengan berdaya guna dan berhasil guna, 2. Self help, self propelling growth (harus bisa menolong diri sendiri dan semua akan tumbuh dan berjalan dengan sendirinya, 3. Do it ( kerjakan apa yang bisa dikerjakan (jangan malas) dengan kerja kita dapat duit (rezeki) setelah dapat duit kudu iwit-iwit (sederhana), 4.Problem solving (setiap persoalan harus bisa/berani/mampu dipecahkan dan tidak boleh lari dari persoalan yang dihadapi, 5.Check and recheck (jangan percaya pada diri sendiri dan jangan percaya pada orang lain), 6. Keep it simple and smilling sweet (buatlah semua itu dengan mudah dan percaya diri, jangan sesuatu itu dipersukar karena membuat stres, tersenyumlah dengan manis karena senyum adalah anugrah Tuhan Yang maha Esa, 7. Segala usaha manusia akhirnya diserahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai Sang Khalik dan Pencipta Alam. Ini bukan akhir tapi langkah awal memenyebarkan ilmu yang didapat dan banyak tantangan dalam melakukannya untuk itu terus belajar dan berkarya.

Upacara angkat sumpah diakhiri dengan pembacaan doa oleh Ustad Faris Fariansyah, SE secara Islam yang diikuti oleh para hadirin yang hadir dan diakhiri dengan pemberian ucapan terima kasih kepada para orang tua masing-masing yang dipenuhi oleh rasa haru dan foto bersama sumpahwan dengan Dekan FKG UPDM (B) beserta jajarannya, Rektor dan Wakil Rektor I, dan III Ketua Pengurus Harian Yayasan UPDM dan Wakil Alumni FKG UPDM(B) dan para pimpinan Fakultas dan Pasca Sarjana, dan para Undangan yang hadir.

HUMAS – sl