Category Archives: Akademik

DIES NATALIS KE-57 DAN WISUDA SARJANA & MAGISTER UNIVERSITAS PROF. DR. MOESTOPO (BERAGAMA) “Bersatu Menuju Universitas Unggul”

Jakarta, 5 April 2018

Dalam Dies Natalis ke-57 UPDM (B) 15 Febr 1961 – 2018 telah menyiapkan Diri Menyongsong Era Generasi Emas 2045 antara lain Majelis Guru Besar menyiapkan “kurikulum filosofis” tentang Semangat Kebangsaan yang akan memicu patriotisme kemandirian nasional serta Fakultas-Fakultas menajamkan kurikulum kecerdasan intelektual science dan practiced sesuai disiplin ilmu masing-masing .

Jumlah Wisudawan sebanyak  910 wisudawan terdiri atas FKG sebanyak 177 wisudawan, FISIP sebanyak 183 wisudawan, FEB sebanyak 63 wisudawan, FIKOM sebanyak 307 wisudawan, dan Pascasarjana sebanyak 180 wisudawan.

Dalam Orasi Ilmiah Kapolri yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Sosial Ekonomi Irjen. Pol. Dr. Gatot Edy Pramono, M.Si., dengan topik  “Mewujudkan Indonesia sebagai Negara Dominan” mengatakan bahwa saat ini invasi militer sudah tidak terjadi. Pola hubungan antarnegara cenderung dibidang ekonomi, peran non-state actor. Konflik dunia yang terjadi adalah konflik peradaban yaitu Konflik Peradaban Barat dengan Islam.

Negara Indonesia yg dominan menuntun peradaban kepada kehidupan kebhinekaan dunia memiliki masalah nasional yang terjadi adalah “konsolidasi demokrasi” berupa kekuasaan ekonomi mempengaruhi lembaga negara, primordialisme golongan yang dapat mengancam NKRI dan teknologi informasi menyebabkan globalisasi yang memicu persaingan ekonomi.

Dengan syarat dominan Sumber daya manusia, Kekayaan alam dan Wilayah yang luas dimana kita tinggal memacu peningkatan ekonomi dalam suasana politik dan keamanan yang stabil dan saat ini derajat acceptability dan accountability pimpinan negara pada posisi yang tinggi.

Ketua Kopertis Wilayah III Dr. Ir. Illah Sailah, M.S., mengatakan bahwa acara wisuda UPDM (B) ini merupakan gambaran komitmen, kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas mahasiswa. Apresiasi Kopertis atas sikap adaptif dan contoh yang baik dalam memelopori program bakti sosial, yakni sebagai partisipan dominan penanggulangan bencana alam dan program KKN Merajut Nusantara di Blitung.

Kopertis juga mengapresiasi UPDM (B) yang telah taat azas dalam pelaporan data ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi secara rutin dan mencapai 100%. Mahasiswa dan dosen UPDM (B) juga berprestasi dalam publikasi ilmiah.

Dalam kesempatan tersebut Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Prof. DR. Rudy Harjanto, M.Sn. berpesan kepada wisudawan, untuk menjadi agent of change, antara lain dengan memanfaatkan teknologi dunia maya untuk menebarkan ujaran-ujaran kebaikan, Kebaikan bagi bangsa, negara, dan bangsa-bangsa sedunia.

 

Humas – mb/sl

Ketua Aspikom, Dr. Heri Budianto Mengingatkan: Program Studi Perguruan Tinggi “Bisa Mencetak Sarjana Profesi yang Sudah Hilang”

Staf Ahli Menteri Perhubungan, Dr. Cris Kuntadi, berdialog dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UPDM (B) dalam Seminar Nasional bertema “Bersatu Menuju Universitas Unggul” di kampus Merah Putih Hang Lekir Jakarta, Rabu, 28 Maret 2018. Seminar dihadiri lebih dari 700 mahasiswa dan Dosen.

Jakarta, 28 Maret 2018

Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi mengingatkan, universitas, dalam membina program studi, harus mempertimbangkan perkembangan profesi masa mendatang. Profesi jurnalistik misalnya, media suratkabar dan televisi sudah tidak diminati khalayak. Teknologi berkembang ke arah digital media. Profesi kewartawanan cenderung kepada penyajian visual. Tetapi Program Studi Vision Journalism dan Digital Journalism belum dibangun.

Harusnya, tiap program studi yang sama dari universitas yang berbeda mengembangkan kekhasan program studi yang berbeda pula. Yang terjadi, Program Studi Ilmu Komunikasi misalnya, di universitas manapun di Indonesia menyajikan kurikulum yang sama. Universitas hanya dapat dibedakan menjadi negeri dan swasta, dan berbayar mahal atau murah. Kurikulumnya sama, Rencana Program Studinya sama, bahkan teknik penyajiannya pun sama juga, begitupun untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Kedokteran Gigi dan Program Pascasarjana.

Heri Budianto juga mengungkapkan bahwa ancaman terhadap dunia pendidikan nasional pun telah bertambah. Universitas asing, yang dapat disebut sebagai “kapitalis pendidikan”, dengan kecanggihan teknologi pembelajarannya sudah masuk. Sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan memungkinkan mahasiswa kita masuk Ohio State University, misalnya. Kuliahnya di Indonesia. Dosennya mengajar dari Ohio. Perpustakaannya juga di Ohio. Mungkin hanya datang ke kampus Ohio setahun sekali. Lulus tepat empat tahun. Bahkan Program Masternya bisa diselesaikan dalam setahun. Program Doktornya lebih cepat dari kita.

Teknologi digital, bisa dikatakan “mendekatkan yang jauh namun menjauhkan yang dekat”. Maka, Ohio lebih dekat dari pada Jakarta. Ancaman penjajahan sudah semakin nyata. Berupa perubahan alur logika. Budaya kebersamaan berangsur akan hilang. Kekhasan permainan bersama sudah tergusur. Berubah menjadi permainan individual. Kebanggaan kepada tokoh nasional yang kharismatik yang berciri kearifan sudah memudar. Muncul pemujaan kepada David Cassidy dan Justin Bieber. Maka kearifan nasional pun menjadi sangat terancam. Demikian Ketua Aspikom mengakhiri uraiannya dalam Seminar Nasional Dies Natalis 57 Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Rabu (28 Maret 2018) di Kampus “Merah Putih” Hang Lekir Jakarta.

Staf Ahli Menteri Perhubungan, Dr. Cris Kuntadi, sebagai pembicara kedua dalam seminar nasional bertema “Bersatu Menuju Universitas Unggul” di kampus Moestopo menambahkan, kunci keunggulan adalah Keluasan dan Kedalaman Wawasan, Excellent Leadership, dan Practical Profession. Dicontohkan, ikan harus belajar bahasa anjing untuk menakuti musuhnya, kucing. Sementara kita masih dengan susah payah belajar bahasa Inggris, bahasa pesaing kita.

Humas – mb/sl

Penataan Ulang Tata Ruang DKI Jakarta Terkait Pembaharuan Profesi Warga

Jakarta, 25 Maret 2018

Menjawab pertanyaan seorang mahasiswa Pascasarjana UPDM (B), dalam seminar nasional “Komunikasi Antar Lembaga Pusat dengan Daerah”, di Kampus Merah Putih UPDM (B), Sapta Odang menjelaskan bahwa komunikasi organisasi yang baik antara Pusat, Daerah dan Masyarakat, akan membuahkan kebijakan daerah yang efektif. Misalnya penataan Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat, seharusnya dikaitkan dengan pembaruan profesi. Penataan tata ruang DKI Jakarta, sebagai Ibu Kota Negara, sesuai fungsi kota, seharusnya juga mempertimbangkan peningkatan kualitas profesi warga, sesuai tuntutan kemajuan Bangsa.

Tukang becak dan pedagang kaki lima, baiknya ditingkatkan kualitas profesionalitasnya menjadi pengemudi kendaraan kota dan pedagang yang lebih bermartabat. Mengayuh becak untuk sumber penghidupan dirasakan sudah tidak manusiawi. Harusnya diberikan peluang untuk mengambil profesi lain, misalnya sebagai pengemudi transportasi umum bermotor lain. Tukang becak berpenghasilan rata-rata 70 ribu rupiah perhari, jauh di bawah UMR. Jika dialihkan kualitas keterampilannya menjadi pengemudi Ojek Online, misalnya, bisa meningkat penghasilannya, menjadi rata-rata sebesar 3,4 juta rupiah per bulan. Dengan pengeluaran energi yang jauh berbeda.

Membahas kewenangan DPD RI, Oesman Sapta Odang yang berhasil memperoleh gelar Doktor Honoris Causa dari Senior University International di Amerika Serikat pada tahun 1999 itu mengemukakan, DPD sesuai UU MD3, memiliki kemandirian dalam menyusun  anggaran yang dituangkan ke dalam program dan kegiatan sesuai dengan ketentuan perundangan. Kedudukan DPD adalah sangat strategis dalam menentukan keberhasilan pembangunan daerah. Sedang identitas keberhasilan pembangunan nasional adalah majunya daerah-daerah di Tanah Air. Demikian pendapat Sapta.

Oesman Sapta, pendiri Partai Persatuan Daerah, dan pemilik konglomerasi OSO Group yang bergerak di bidang percetakan, pertambangan, air mineral, properti, perkebunan, perikanan, transportasi, komunikasi, keuangan, dan perhotelan, menilai Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) adalah petarung, pejuang bangsa, yang berusaha memperkokoh tegaknya Pancasila, Kebhinekaan, dan NKRI. Oleh karena itu, Sapta dalam keterbatasan waktunya menyempatkan hadir sebagai pembicara dalam seminar nasional Pascasarjana UPDM (B) di Kampus Hanglekir lantai 2 Gedung Perdamaian, yang dihadiri lebih dari 500 mahasiswa.

Humas – mb/sl

HAKIKAT NASIONALISME ADALAH KECINTAAN DAN KEBANGGAAN KEPADA NEGARA

Jakarta, 21 Maret 2018

Tantangan terhadap “nasionalisme” adalah kemiskinan, kekurangan gizi, kebodohan, keterisolasian, dan keterbelakangan. Sementara “globalisasi” yang bermakna keterbukaan, dipenuhi persaingan (liberal) antarnegara. Saat negara-negara berkembang berusaha meningkatkan taraf hidup rakyat, liberalisasi melingkupi dunia. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyiapkan “Generasi Emas” menjawab tantangan kondisi dunia “now”. Demikian penjelasan Kepala Staf Presiden RI, Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko dalam kuliah umum di Aula FISIP Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta, Rabu (21 Maret 2018).

Saat ini, generasi muda dihujani beragam informasi yang banyak diantaranya diragukan kebenarannya. Informasi mengenai keterbelakangan daerah-daerah tertentu, yang dapat diartikan kekurangberhasilan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan, dapat memicu kekecewaan, yang dapat mengikis jiwa kebangsaan. Informasi tentang kesenjangan kemajuan pembangunan infrastruktur, terkait peningkatan taraf ekonomi, penanggulangan kemiskinan, fasilitas pendidikan, seringkali dihembuskan dalam persaingan global.

Dalam kuliah umum di Kampus Merah Putih, mantan Panglima TNI Moeldoko mengemukakan, generasi muda “zaman now” rentan terhadap benturan antara “nasionalisme” dan “globalisasi”. Usaha pendidikan menjawab situasi tersebut adalah menanamkan keyakinan akan kebenaran filosofi luhur yang berisi nilai instrumental “Pancasila”. Keyakinan terhadap kebenaran idealisme bangsa Indonesia bisa menggelorakan semangat “kemandirian” yang akan mengantarkan eksistensi bangsa menghadapi globalisasi.

Program Presiden Jokowi menyiapkan “generasi emas” mempunyai makna bahwa tahun 2045 akan terwujud generasi muda Indonesia yang berkwalitas tingkat pendidikannya, produktif, mandiri, serta mampu menghadapi tantangan perubahan yang semakin cepat, kompleks, serba surprise (mengejutkan), dan penuh resiko. Sementara fasilitas infrastruktur nasional sempurna, Nusantara sudah ter-rajut dalam tol laut, jalan licin melingkupi daratan, fasilitas penerbangan yang memayungi wilayah Sabang hingga Merauke. Harga barang, terutama kebutuhan pokok rakyat, relativ sama di seluruh penjuru Tanah Air. Demikian Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko dalam kuliah umum berjudul “Tantangan Nasionalisme di Era Globalisasi”.

Humas – mb/sl

 

PEREKONOMIAN INDONESIA DI TENGAH OPTIMISME GLOBAL

Menyingkap Kebijakan Moneter dan Fiskal BI dan Kebangkitan BUMN

Jakarta, 7 Maret 2018

Ekonomi Indonesia hanya akan mampu berkembang sekitar 5,07 % di tahun 2017, terkait fluktuasi harga, ketidakpastian, kompleksitas, dan keraguan. Presiden Jokowi fokus pada strategi menyempurnakan infrastruktur untuk mencapai efisiensi. Optimisme timbul karena daya saing Indonesia akan meningkat secara dramatis, demikian pendapat Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM, A.Tony Prasetiantono, MSc., PhD., dalam Seminar Nasional “Perekonomian Indonesia di Tengah Optimisme Global” yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPDM (B), Selasa 6 Maret 2018 lalu di Graha CIMB Niaga Jl Jenderal Sudirman Jakarta.

Dr. Cyrillus Harinowo, Komisaris BCA, mengemukakan bahwa BUMN pada era ini sedang menggeliat bangkit. Garuda Indonesia, Five Star Airline melaksanakan transformasi yang luar biasa. Jasa Marga bangkit melengkapi infrastruktur nasional, BNI melakukan turn around, Angkasa Pura dan Pelindo berusaha Merangkai Nusantara, PTDI memasok CN 235 MPA untuk AL Korea, PAL sedang mengembangkan produksi submarine, Pertamina terus mengembangkan Pertalite. Disimpulkan bahwa BUMN akan menjadi salah satu kekuatan bisnis yang sangat besar di Asia Tenggara.

Faktor geopolitik global yang relatif mereda akan membawa kondisi perekonomian Indonesia tahun mendatang lebih baik. Pemerintah meyakinkan, target pertumbuhan ekonomi 2018 sebesar 5,4 % tetap realistis, seiring dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang diperkirakan tumbuh 3,6 % dan rata-rata pertumbuhan Negara-negara berkembang 4,8 %. Konsumsi pemerintah diproyeksikan dapat tumbuh 3,8 %, dengan fokus anggaran belanja yang makin efisien, konsisten dengan prioritas menunjang mengeliminasi kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan meningkatkan produktivitas. Demikian asumsi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Wibowo, S.E., M. Phil. dalam seminar nasional yang berlangsung sehari.

Selain itu yang juga mengisi materi dalam Seminar Nasional ini adalah Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, SE, MBA., yang menggantikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, MSc., PhD., yang berhalangan hadir, Ryan Kiryatno, SE., MM., Vice President Bank BNI dan Donny Arsal, SE., Direktur Keuangan PT. Jasa Marga, Tbk.

Humas – mb/sl

ANGKAT SUMPAH DOKTER GIGI BARU FKG UPDM(B)

Jakarta, 6 Maret 2018

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), kembali menyelenggarakan angkat sumpah bagi dokter gigi baru lulusan semester ganjil tahun akademik 2017/2018 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Jakarta Selatan pada hari Senin, 5 Maret 2018 dihadiri oleh Ketua Pengurus : Ignatius Kusnanto, S.Kom, Rektor  Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn., Wakil Rektor I Dr. Andriansyah, M.Si, SE., MM., Wakil Rektor III Dr. Bambang Winarso, M.Sc., Dekan FKG UPDM (B) Prof. Dr. Budiharto, drg., S.KM beserta jajarannya, Perwakilan Kopertis Wilayah III Ibu Sri Mastuti, Skom., Mkom, Kepala RSGM UPDM, Kepala Rumah Sakit Polri dan Wakil dari Dinas Kesehatan Jakarta Selatan.

Setelah seluruh Pimpinan Yayasan, Rektorat dan Fakultas memasuki ruangan upacara, seluruh hadirin menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Dekan FKG UPDM(B). Upacara pengangkatan sumpah dokter gigi baru dibuka oleh Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Budiharto, drg., S.KM., dilanjutkan dengan laporan akademik oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Mirna Febriani, drg, M.Kes.

Prosesi pengangkatan sumpah di awali dengan Pengucapan lafal sumpah dokter gigi di pimpin oleh Dekan FKG diikuti oleh 30 orang dokter gigi baru yang didampingi oleh rohaniawan Islam Ustad Faris Fariansyah SE., rohaniawan Kristen Protestan Pdt. Yonatan Wijayanto, rohaniawan Katolik Romo Sutiyo dan Rohaniawan Buddha Rm. Heru Widoyo S.Ag., M.Pd, dilanjutkan dengan pembacaan doa dan pengukuhan yang didampingi oleh para rohaniawan, selanjutnya penandatangan naskah sumpah oleh para dokter baru dan Dekan FKG serta Rektor UPDM(B) dan Rohaniwan yang didampingi oleh Wakil Dekan I Dr. Mirna Febriani, drg, M.Kes., Wakil Dekan II Herlia Nur Istindiah, drg., M.Si., SpOrto, Kaprodi Akademik Nety Trisnawaty, drg, Ph.d dan Kaprodi Profesi Ika Anisyah, drg, Sp.KGA dilanjutkan penyerahan buku kode etik kedokteran gigi secara simbolis dari Ketua Ikatan Alumni FKG UPDM(B) Dwi Harianto, drg kepada Ganesha, drg mewakili dokter gigi baru selanjutnya penyerahan kenang-kenangan dari Ganesha, drg mewakili dokter gigi baru kepada Rektor UPDM(B), Dekan FKG UPDM(B) dan Ketua Ikatan Alumni FKG UPDM(B) selanjutnya penyerahan Alumni dari Ketua Senat Mahasiswa FKG Christian Stefanus kepada Wakil Dekan I Dr. Mirna Febriani, drg., M.Kes selanjutnya diserahkan kepada ketua alumni FKG UPDM (B) Drg. Dwi Harianto

Sambutan-sambutan diawali dengan perwakilan dokter gigi baru Rizki Apriyana,drg dengan IPK tertinggi yang mengatakan Pertama-tama bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugrah dan kasih sayangNya yang diberikan dan menyampaikan menjadi Dokter gigi adalah puncak pendidikan selama bertahun-tahun yang dan merupakan perjalan panjang dengan jatuh bangunnya dan kita wajib terima kasih kepada Allah dan orang tua kita yang telah merawat dan membesarkan kita serta berjuang untuk kita sampai menjadi seperti sekarang ini dengan kesabarannya semoga kita dapat membalasnya, kita juga harus berterima kasih kepada dosen dan civitas akademika ataas bimbingan sehingga menjadi dokter gigi, Rekan-rekan waktu yang ditunggu telah tiba dan perjuangan kita telah sampai pada pendidikan profesi ini dan hari ini adalah awal dari kehidupan yang sesungguhnya dan mohon doa restu agar menjadi dokter gigi yang membanggakan almamater UPDM(B), mohon dibukakan pintu maaf kepada dosen dan civitas akademika atas kesalahan yang disengaja ataupun tidak disengaja selama menjalani pendidikan dikampus ini, dan momen ini adalah momen yang tidak terlupakan atas keberhasilan kita mempersembahkan dokter gigi kepada orang tua kita, dilanjutkan dengan perwakilan orang tua dokter gigi baru Bapak Wahyu Hidayat yang mengucapkan puji syukur kepada Allah yang telah memberikan rahmatnya atas keberhasilan ini dan kebahagian kami para orang tua atas keberhasilan anak kami menjadi profesi dokter gigi, mengucapkan banyak terima kasih kepada keluarga besar UPDM(B) yang telah membimbing dan mengarahkan dan fasilitas para dokter gigi baru sampai pada titik hari ini semoga dibalas oleh yang Maha Kuasa dan juga pesan kepada dokter gigi baru untuk selalu ingat peranan orang-orang sekeliling yang juga tidak kalah peranannya. Teruslah bekerja keras kreatif dan inovatif, menjaga sikap untuk lebih baik jagalah nama baik orang tua dan almamater, kepada civitas akademika terima kasih atas bantuan dan bimbingannya, kamilah yang paling berbahagia menghantarkan anak-anak kami menggapai cita-citanya.

Dalam sambutannya Dekan FKG UPDM(B) Prof. Dr. Budiharto, drg., S.KM menyatakan jangan lupa teruslah belajar jangan berhenti, sebelumnya para dokter gigi sebagai mahasiswa dan kini sebagai teman sejawat menjadi bagian dokter gigi lulusan UPDM(B) sejak perdiri sampai dengan saat ini dapat diterima secara nasional maupun internasional karena telah tersebar baik didalam maupun diluar negeri, kehidupan nyata lebih berat, kepada teman sejawat saya mengingatkan bahwa peranan orang tua untuk para dokter gigi baru adalah sangat penting dan jalinan hubungan ini jangan diputus karena telah lulus menjadi dokter gigi karena adat ketimuran kita harus selalu dijaga keharmonisannya, rohaniawan yang mendampingi dalam sumpah tadi juga tidak lepas peranannya dimana universitas Moestopo membawa Beragama dibelakangnya dengan makna yang sangat kuat bahwa Agama yang dianut para dokter gigi harus selalu dipelihara dan didalami makna dan hakekatnya, dan mohon dimaafkan para dosen yang waktu mengajar sangat keras dan peliharalah kesejawatan semoga sukses dalam menjalankan tugas dengan hati dan melayani dengan hati.

Rektor  UPDM(B) Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn., Pagi ini  saya turut berbahagia dengan bertambahnya dokter gigi baru sebanyak 44 yang melengkapi lulusan UPDM(B) menjadi 3645 dan Indonesia masih memerlukan banyak dokter gigi dimana 10.000 penduduk dibutuhkan 1 doketr gigi, perkembangan teknologi mempengaruhi juga profesi dokter gigi maka teruslah belajar dan melayani denga hati dalam komunikasi denagn pasien, terima kasih juga kepada rohaniawan dan panitia yang telah bekerja dan tampil secara elegant, jagalah almamater ini untuk lebih maju lagi mari kita bersatu untuk maju.

Ketua Pembina drg. RM. H. Hermanto, JM, SKG, MM yang diwakili oleh Ketua Pengurus Ys. UPDM, Ignatius Kusmanto, S.Kom, dalam sambutannya mengingatkan bahwa para dokter gigi baru akan menghadapi tugas baru yaitu tugas profesi dalam rangka mengamalkan ilmu serta mengabdikan diri pada masyarakat, bangsa dan Negara, terus belajar dengan penguasaan teknologi dan pendidikan berkelanjutan, dokter gigi hanya 15% dari kebutuhan dokter jadi lebih banyak dokter umum dan penyebarannya lebih banyak di Indonesia Bagian Barat dan ini peluang untuk mengembangkan diri seperti perjuangan pendiri dan Bapak Dokter Gigi Indonesia Prof. Dr. Moestopo dan selalu mengingat warisannya yang berupa tujuh mutiara yaitu 1. Multipurpose culture, land use mix farming (semua yang ada di dunia ini berguna ganda dan semua bisa dikerjakan dengan berdaya guna dan berhasil guna, 2. Self help, self propelling growth (harus bisa menolong diri sendiri dan semua akan tumbuh dan berjalan dengan sendirinya, 3. Do it ( kerjakan apa yang bisa dikerjakan (jangan malas) dengan kerja kita dapat duit (rezeki) setelah dapat duit kudu iwit-iwit (sederhana), 4.Problem solving (setiap persoalan harus bisa/berani/mampu dipecahkan dan tidak boleh lari dari persoalan yang dihadapi, 5.Check and recheck (jangan percaya pada diri sendiri dan jangan percaya pada orang lain), 6. Keep it simple and smilling sweet (buatlah semua itu dengan mudah dan percaya diri, jangan sesuatu itu dipersukar karena membuat stres, tersenyumlah dengan manis karena senyum adalah anugrah Tuhan Yang maha Esa, 7. Segala usaha manusia akhirnya diserahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai Sang Khalik dan Pencipta Alam. Ini bukan akhir tapi langkah awal memenyebarkan ilmu yang didapat dan banyak tantangan dalam melakukannya untuk itu terus belajar dan berkarya.

Upacara angkat sumpah diakhiri dengan pembacaan doa oleh Ustad Faris Fariansyah, SE secara Islam yang diikuti oleh para hadirin yang hadir dan diakhiri dengan pemberian ucapan terima kasih kepada para orang tua masing-masing yang dipenuhi oleh rasa haru dan foto bersama sumpahwan dengan Dekan FKG UPDM (B) beserta jajarannya, Rektor dan Wakil Rektor I, dan III Ketua Pengurus Harian Yayasan UPDM dan Wakil Alumni FKG UPDM(B) dan para pimpinan Fakultas dan Pasca Sarjana, dan para Undangan yang hadir.

HUMAS – sl

Biaya Kuliah akan Bertambah karena Penerapan Peraturan tentang Kuota Jumlah Penerimaan Mahasiswa Baru

Jakarta, 4 Maret 2018

Kira-kira 1.000 calon mahasiswa telah mendaftar masuk Univ. Prof. Dr. Moestopo. Mereka mendaftar menjadi calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Program Studi Hubungan Internasional dan Administrasi Publik), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Program Studi Management dan Akuntansi), dan Fakultas Ilmu Komunikasi (Konsentrasi Humas, Jurnalistik, dan Periklanan). Tes penerimaan mahasiswa baru dilaksanakan Sabtu, 3 Maret 2018 di Kampus Dua UPDM (B) Bintaro Jakarta.

Wakil Rektor Satu Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Andriansyah, M.Si., kepada orangtua calon mahasiswa menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomer 43/2017, jumlah calon mahasiswa yang akan diterima terbatas. FKG misalnya, hanya akan menerima 100 mahasiswa baru. Konsekwensinya, antara lain, beban penyelenggaraan pendidikan yang dipungut dari orangtua menjadi bertambah.

Dr. Andriansyah, M.Si., menambahkan, karena salah satu prinsip yang ditanamkan oleh pendiri UPDM (B), Mayjen TNI Prof Dr Moestopo adalah “tidak mau berhutang”, maka walau sudah berusia 57 tahun, UPDM (B) tampil dalam kesederhanaan. Kampus yang sederhana namun dilengkapi fasilitas belajar yang sangat memadai. Kampus Merah Putih UPDM (B) dilengkapi dengan Rumah Sakit Umum dan Praktikum untuk FKG, Koneksitas Internasional untuk FISIP,  Laboratorium Valas untuk FEB, dan Laboratorium Multimedia untuk Fikom.

Humas-mb/sl

Yudisium FISIP UPDM(B)

Jakarta, 3 Maret 2018

Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik melakukan Yudisium pada hari Jum’at tanggal 2 Maret 2018 bertempat di Gedung Serba Guna FX. Soeseko Moestopo Kampus II FKG UPDM(B) Jl.  Bintaro  Permai Raya No. 3 Jakarta Selatan, acara didahului dengan menyayikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan sambutan-sambutan.

Wakil Dekan I Andre Ardi, M.Si dalam pesannya agar selalu ingat almamater dan menjaganya dengan perbuatan dan tingkah laku, sedangkan Wakil Dekan II Lukman Hakim, S.Sos., M.Si selain mengucapkan selamat juga mengingatkan bahwa awal perjuangan hidup barulah dimulai dan masih akan banyak tantangan yang akan dihadapi dalam kehidupan nyata maka menyesuaikanlah, Dekan Dr. Taufiqurokhman, M.Si dalam pesannya jadilah sarjana yang bermanfaat untuk agama, bangsa dan orang tua dan jangan menjadi orang yang dimanfaatkan oleh pihak lain apalagi menjadi manusia yang tidak bermanfaat itu sama sekali harus dihindari .

Pengumuman hasil ujian dibacakan oleh Pimpinan yang hadir antara lain Dekan, Wakil Dekan, Ketua Jurusan Dosen pembimbing dimana untuk Jurusan Hubungan Internasional sebanyak 75 Lulusan dan Administrasi Publik sebanyak 60 Lulusan dengan diselingi sedikit hiburan dengan pemberikan suasana yang meriah untuk beberapa mahasiswa yang cukup menonjol dari berbagai bidang sehingga timbul kecerian dari semua yudisium.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan janji sarjana yang diikuti oleh seluruh peserta yudisium, menyanyikan Mars UPDM(B) dan ditutup dengan doa oleh perwakilan mahasiswa dan ucapan selamat dari pimpinan dan foto bersama.

Selamat kepada mahasiswa yang telah selesai dalam studinya semoga bermanfaat bagi banyak orang……aamiinnn…..

Humas – sl

Pelepasan Peserta KKN “Merajut Nusantara 2018” ke Belitung Timur

Jakarta, 20 Februari 2018

Peserta Kuliah Kerja Nyata “Merajut Nusantara Tahun 2018” diberangkatkan dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Senin, 19 Februari 2018 menuju Bandara Tanjung Pandan – Blitung dengan pesawat terbang Hercules TNI AU, sedangkan rombongan dari Malaysia dengan menggunakan pesawat komersial.

Sebelum keberangkatan dilakukan Upacara pelepasan dihanggar skadron Udara 17 milik TNI AU yang dilakukan seluruh peserta KKN dan dosen pendamping serta panitia, hadir dalam acara tersebut  Aster Panglima TNI Mayor Jenderal TNI Kustanto Widiatmoko, M.D.A., yang dalam hal ini mewakili Panglima TNI, Direktur Pembelajaran Ibu Paristiyanti Nurwardani yang mewakili Menristekdikti serta Ketua Koordinator Kopertis Wilayah 3, Prof. Dr. Ir. Illah Sailah, MS.

Dalam pembukaan didahului dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan dengan penyematan secara simbolis Jaket seragam KKN “Merajut Nusantara” yang dilakukan kepada tiga peserta, pengarahan dan pembekalan oleh Ketua Koordinator Kopertis Wilayah 3, Direktur Pembelajaran yang mewakili Menristekdikti dan Aster Panglima yang mewakili Panglima TNI, menyanyikan lagu mars KKN merajut Nusantara, pembacaan doa serta ditutup foto bersama dengan latar belakang pesawat Hercules yang akan membawa peserta KKN ke Belitung Timur.

Keberangkatan Peserta dibagi dalam dua kloter dimana kloter pertama direncanakan berangkat jam 10.00 WIB dan kloter kedua direncanakan jam 14.00 melalui gedung keberangkatan/ruang tunggu Suma 4 sedangkan peserta dari Malaysia menggunakan pesawat komersial, di Belitung akan disambut oleh Wakil Bupati Drs. Burhanudin beserta jajarannya.

Humas – sl

Pembekalan KKN “Merajut Nusantara”

Jakarta Sabtu, 17 Februari 2018

Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah 3 DKI Jakarta melaksanakan “Pembekalan Peserta KKN Tematik Kopertis Wilayah 3 Tahun 2018”. Pembekalan diberikan oleh Ketua Koordinator Kopertis Wilayah 3, Prof. Dr. Ir. Illah Sailah, MS. dan Wakil Bupati Belitung Timur, Drs Burhanudin.

Kegiatan KKN Merajut Nusantara 2018 diharapkan akan memberikan pengalaman pembelajaran nyata tentang demografi yang terkait sektor pendidikan, industri kreatif, pariwisata, dan kesehatan di wilayah Blitung Timur dengan maksud untuk mencapai tujuan SDG (Sustainable Development Goals) minimal 4 dari 17 tujuan dapat dicapai mahasiswa peserta KKN, demikian penjelasan Illah Sailah. Pembekalan kepada mahasiswa peserta KKN berlangsung di kampus Kalbis Institute, Pulomas Jakarta.

Peserta KKN terdiri atas 281 mahasiswa dari 33 PTS DKI Jakarta. Seluruh mahasiswa di lingkungan Kopertis Wilayah 3 berjumlah 656.512 (330 PTS DKI Jakarta). Perguruan Tinggi Malaysia juga menyertakan mahasiswanya. Sebanyak 50 mahasiswa negeri jiran itu berpartisipasi dalam KKN “Merajut Nusantara”.  Universitas Prof. Dr. Moestopo  (Beragama) mengirimkan wakilnya sebanyak 19 mahasiswa Kedokteran Gigi. Mereka akan fokus mendedikasikan aktivitasnya dalam penyuluhan dan pengobatan gigi masyarakat, disamping kegiatan pengabdian sosial lain sesuai rencana Kopertis Wilayah 3.

KKN Merajut Nusantara di Blitung Timur akan berlangsung selama dua minggu dari tanggal 19 Februari 2018 s/d 4 Maret 2018. Wilayah sasaran KKN adalah Pulau Buku Limau, desa Baru, desa Senyubuk, dan desa Lalang. Pembekalan pertama Sabtu tanggal 10 Februari 2018 di Kalbis, KKN bidang Pendidikan, Kesehatan, Pariwisata dan Industri Kreatif.

Peserta Kuliah Kerja Nyata Merajut Nusantara Tahun 2018 akan diberangkatkan dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Senin, 19 Februari 2018 jam 6 pagi menuju Bandara Tanjung Pandan – Blitung dengan pesawat terbang Hercules TNI AU, sedangkan rombongan dari Malaysia dengan menggunakan pesawat komersial.

Humas – sl