Category Archives: Akademik

Ketua Wantimpres, Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc.: “Strategi Indonesia Menghadapi Turbulensi Ekonomi Global”

Ketua Wantimpres, Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc.

Rektor Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn. saat membuka Seminar Nasional “Kekuatan Perekonomian Indonesia di Tengah Turbulensi Ekonomi Global” di Kampus Moestopo – Bintaro, Sabtu, 20 Oktober 2018.

 

Ketua Wantimpres, Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc. saat memberikan ceramah dalam Seminar Nasional “Kekuatan Perekonomian Indonesia di Tengah Turbulensi Ekonomi Global” kepada sekitar 300 mahasiswa pascasarjana di Kampus Moestopo – Bintaro, Sabtu, 20 Oktober 2018.

Ketua Wantimpres, Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc. saat memberikan ceramah dalam Seminar Nasional “Kekuatan Perekonomian Indonesia di Tengah Turbulensi Ekonomi Global” di hadapan pejabat struktural universitas dan sekitar 300 mahasiswa pascasarjana di Kampus Moestopo – Bintaro, Sabtu, 20 Oktober 2018.

Berawal dari kebijakan politik “kacamata kuda” Trump, dengan semboyan “America First” dalam mengobarkan perang dagang dengan Cina. Kejadiannya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 10 persen untuk impor barang dari Cina senilai US$ 200 miliar. Pernyataan Trump pada 18 Juni 2018, ini meningkatkan ketegangan perang dagang berskala besar dengan Beijing. Trump mengatakan ini merupakan balasan atas keputusan Cina, yang mengenakan kenaikan tarif impor senilai US$ 50 miliar. Sebelumnya, pemerintah Cina mengatakan ikut menaikkan tarif impor barang dari Amerika sebagai balasan atas keputusan Trump menaikkan tarif impor dari Cina dengan nilai US$ 50 miliar. Perang dagang US – Cina, negara raksasa ekonomi dunia tersebut, memicu turbulensi ekonomi global.

Demikian penjelasan Ketua Wantimpres, Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc. mengawali ceramahnya berjudul “Kekuatan Perekonomian Indonesia di Tengah Turbulensi Ekonomi Global” dalam seminar nasional yang diselenggarakan Program Pascasarjana Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama) (Sabtu, 20 Oktober 2018) di Kampus II Moestopo, Bintaro. Sri Adiningsih selanjutnya menjelaskan, bahwa ekonomi Indonesia harus memiliki ketangguhan untuk menghadapi turbulensi tersebut. Stabilitas dan fundamental ekonomi Indonesia harus terjaga dengan baik. Sampai saat ini Indonesia berhasil mengembangkan perekonomian sehingga pengangguran, kemiskinan, dan kesenjangan semakin berkurang.

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) sejak 19 Januari 2015 melanjutkan uraiannya. Indonesia memiliki Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang bertugas menyelenggarakan pencegahan dan penanganan krisis sistem keuangan untuk melaksanakan kepentingan dan ketahanan negara di bidang ekonomi. KSSK bertugas mengkoordinasi pemantauan stabilitas keuangan, menangani krisis sitem keuangan, dan menangani permasalahan bank sistemik dalam kondisi stabilitas sistem keuangan normal maupun krisis. Anggota KSSK adalah Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan.

Usaha menstabilkan ekonomi dilakukan dari dalam dan luar negeri secara simultan. Dari dalam negeri dilakukan pembangunan infrastruktur yang berbasis memajukan perekonomian rakyat luas, kebutuhan sembako tercukupi, menekan inflasi, fiskal sehat, hutang luar negeri terjaga, dan hutang pemerintah prudent. Dari luar stabilitas ekonomi dilakukan melalui partnership antara lain dengan negara-negara Cina, Singapura, dan Jepang. Kontribusi keuangan Indonesia di Ching Mai Initiative Multilateralized (CMIM) sebesar 9104 Miliar USD. Kerjasama Bank Indonesia dan Otoritas Moneter Singapura dalam bentuk repo dan local currency swap senilai 10 Miliar USD. Kesepakatan Bank Indonesia dengan Bank Sentral Jepang dalam bentuk amandemen perjanjian kerjasama Bilateral Swap Agreement (BSA) dengan nilai fasilitas swap sebesar 22,76 Miliar USD.

Hasil usaha menstabilkan kondisi ekonomi dan sosial nasional antara lain, pertama, Pertumbuhan Produk Domestik Bruto pada posisi 5-10% di atas Turki, Thailand, Malaysia, Singapura, dan di bawah India, Vietnam, Cina, Filipina. Kedua, Produk Domestik Bruto per kapita Indonesia tumbuh dari 585 USD (1990) ke 3847 USD (2017) di atas Filipina. Ketiga, Gross Domestic Product per Capita on Purchasing Power Parity dari di atas 1 (1990) hingga mencapai 15000 (2018) di bawah Cina. Keempat, Pengangguran dari 11,24 Juta (2005) menurun hingga 5,13 Juta (Febuari 2018). Kelima, Kemiskinan dari 40 Juta (1970) menurun menjadi 9,82 Juta (Maret 2018). Sumber CEIC dan BPS 2018).

Prof. Sri Adiningsih menutup ceramahnya dengan penjelasan bahwa lebih penting dari pada keberhasilan menghadapi turbulensi ekonomi global, adalah menghentikan sumber turbulensi itu sendiri. Presiden RI Jokowi mengemukakan hal itu dalam Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Nusa Dua, Bali, Jumat, 12 Oktober 2018. Jokowi mengatakan hubungan antarnegara-negara ekonomi maju semakin lama semakin terlihat seperti “Game of Thrones”. Pidato tersebut dengan sangat keras menyindir negara-negara adikuasa tetapi disampaikan dengan gaya yang enak didengar.Disebutkan, dalam serial Game of Thrones, sejumlah Great Houses, Great Families bertarung hebat antara satu sama lain, untuk mengambil alih kendali ‘The Iron Throne’. Siapapun yang menang, perang adalah petaka yang selalu menimbulkan banyak korban, kesengsaraan, dan kesedihan. Mudah-mudahan pidato Presiden itu dapat menyentuh hati para pemimpin dunia.

Hadir dalam seminar beberapa pejabat structural Univ. Moestopo. Rektor, Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn., Pembina Yayasan, Prof. Dr. Thomas Suyatno, M.M., Staf Ahli Pembina Yayasan, Prof. Dr. Sunarto, M.Si., Prof. Dr. Paiman Raharjo, M.Si., Kepala Pusat Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Himsar Silaban, M.M., Warek III, Dr. Bambang Winarso, M.Sc., Dekan FKG, Prof Dr. drg. Budiharto, SKM., Guru Besar Pascasarjana, Prof. Dr. Abdullah, M.M. Saat membuka seminar, Rektor Univ. Moestopo berharap agar mahasiswa menyimak ceramah dari sosok pejabat negara sekaligus guru besar perguruan tinggi terkemuka yang akan menyampaikan penjelasan mengenai kondisi ekonomi nasional dalam badai turbulensi global. Sehingga penjelasan itu dapat memberikan pencerahan sekaligus membawa manfaat ilmiah. (MB-ISY Humas)

 

 

 

 

 

Seminar Internasional FISIP Moestopo: Mewujudkan Akuntabilitas Penyelenggaraan Administrasi Publik Berdampak Positif terhadap Kondisi Ekonomi dan Sosial, Studi di Malaysia, India, dan Korea Selatan

 

Pengetahuan tentang perencanaan komunikasi, serta harapan dampak ekonomi dan sosial Akuntabilitas Administrasi Publik merupakan kajian akademik yang penting, terutama bagi akademisi di lingkungan program studi Administrasi Publik. Untuk memutakhirkan pengetahuan para dosen, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) menyelenggarakan seminar internasional “Accountability on Public Administration and Its Communication” (Rabu, 3 Oktober 2018) di Kampus Merah Putih Hang Lekir Jakarta.

Pembicara seminar adalah Prof. Noor Ajman Abd. Rahman, Ph.D. (Institute for Rural Advancement), Prof. P. P, Balan, Ph.D. (Advisor to Royal Government of Bhutan on Local Governance, Expert Committee Member, Ministry of Pachayati Raj for Preparing a Road Map for Strengthening Decentralization in the Union Territories of India), dan

Prof. Young-Hoon Ahn, Ph.D. (Senior Research Fellow in Korea Research Institute for Local Administration, Professor in Public Policy and Public Administration, National Training Institute for Local Public Officials in Korea).

Rektor Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn. saat membuka seminar, menjelaskan, selain berbagi pengetahuan bidang administrasi publik, seminar dimaksudkan sebagai perwujudan kerjasama untuk kemajuan bersama antara Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dengan Kementerian Dalam Negeri Pemerintah dan university Malaysia, India, dan Korea. Seminar juga merupakan realisasi kerjasama antarperguruan tinggi nasional yakni Univ. Binus, Univ. Atmajaya, Univ. Kalbis, Univ. Mercu Buana, dan STIE Bhakti Pembangunan yang perwakilannya hadir dalam seminar.

Pembicara pertama Prof. Noor Ajman Abd. Rahman, Ph.D. mengemukakan bahwa di Malaysia negara bagian (tiga belas negeri dan tiga wilayah federal) mengurus kehidupan masyarakat daerah secara detil. Prof. P. P, Balan, Ph.D. menyebutkan bahwa di India 40% anggaran belanja Negara disediakan untuk pedesaan. Pemerintah India menyelenggarakan lembaga training di pedesaan. Prof. Young-Hoon Ahn, Ph.D. mengutarakan bahwa pemerintah Korea Selatan memberdayakan potensi masyarakat desa untuk mengembangkan ekonomi wilayah.

Moderator seminar, Dr. Cecep Effendy, M.Sc. dengan manis menutup seminar dengan pernyataan, Indonesia melaksanakan program-program pembangunan pedesaan yang menakjubkan, walaupun tanpa gaung internasional, misalnya Desa Pagersari (program peningkatan kemampuan dan profesionalisme aparat pemerintah desa), Prukades (kluster ekonomi desa), P2KP (Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan), dan banyak lagi yang cukup gemilang hasilnya dibandingkan program peningkatan kondisi sosial dan ekonomi di belahan dunia yang lain. Indonesia boleh merasa optimis, dimasa mendatang kegemilangan kehidupan bangsa akan terealisasi. (Humas)

Penyerahan Surat Keputusan Kemenristekdikti tentang Penyelenggaraan Program Studi Teknik Pertambangan

Penyerahan Surat Keputusan Ijin Pembukaan Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) oleh Koordinator Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III (LLDIKTI Wilayah III) Dr. Ir. Illah Sailah, MS kepada Rektor Moestopo Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn, Kamis, 27 September 2018 di Kantor LLDIKTI Wilayah III, Cawang, Jakarta.

Koordinator LLDIKTI Wilayah III mengutarakan bahwa prodi teknik pertambangan sangat diperlukan di era pembangunan infrastuktur nasional. Pengelolaan sumber daya alam merupakan aset dasar pembangunan itu sendiri. Pada kesempatan yang sama hadir pula pimpinan Universitas UHAMKA dan STMIK Bidakara. (Humas)

Dampak Pembangunan Infrastruktur Sepanjang Empat Tahun: Kemiskinan menurun dari 11,1 % menjadi 9,28 %

Menteri PUPR, Dr. Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono, M.Sc. (kedua dari kiri) dalam seminar nasional dan kuliah umum bagi mahasiswa Program Pascasarjana Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Sabtu, 15 September 2018 di Kampus Merah Putih, Hang Lekir, Jakarta.

Tantangan pembangunan infrastruktur yang dihadapi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebenarnya adalah mengatasi desparitas kawasan Barat dan Timur Indonesia, meningkatkan daya saing nasional, optimalisasi pemanfaatan sumber daya untuk mendukung kedaulatan pangan dan energi, serta mengeliminasi urbanisasi. Demikian pernyataan Menteri PUPR, Dr. Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono, M.Sc. dalam seminar nasional dan kuliah umum bagi mahasiswa Program Pascasarjana Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Sabtu, 15 September 2018 di Kampus Merah Putih, Hang Lekir, Jakarta. Seminar dihadiri oleh lebih dari 400 mahasiswa Pascasarjana Moestopo dari Program Studi Magister Manajemen, Magister Ilmu Administrasi, dan Magister Ilmu Komunikasi.

Menteri PUPR agak merasa lega karena ternyata setelah sepanjang empat tahun membangun infrastruktur nasional, kemiskinan menurun dari 11,1 % pada tahun 2014 menjadi 9,28 % pada tahun 2018 (BPS, 2018). Indeks Gini (indikator tingkat ketimpangan pendapatan secara menyeluruh, angka 0 menunjukkan pemerataan yang sempurna) menunjukkan penurunan dari 0,395 menjadi 0,380. Indeks Daya Saing Global dari ranking 50 menjadi rangking 36. Sasaran pembangunan infrastruktur PUPR adalah konektivitas Nusantara (jalan toll 1.000 km, jalan nasional 2.650 km, jembatan 30 km), ketahanan air dan pangan (65 waduk, 1 juta jaringan irigasi), perumahan (1 juta rumah), infrastruktur permukiman (air minum dan sanitasi layak). Prinsip Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan Kementerian PUPR adalah efisiensi biaya, perbaikan ekonomi lokal, pemersatu rakyat, dan ramah-perbaikan kualitas lingkungan.

Rektor Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn. saat membuka seminar mengutarakan, universitas mengundang Menteri PUPR, Dr. Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono, M.Sc. untuk bertemu para mahasiswa, agar mahasiswa terimbas oleh pengetahuan, dedikasi, dan semangat kebangsaan tokoh unggulan pembangunan nasional ini. Sesuai dengan semangat Mayor Jenderal TNI Prof. Dr. Moestopo mendirikan lembaga pendidikan tinggi. Ikon kebangsaan tertera pada kata “Beragama” pada nama universitas yang bermakna hidup dalam kebinekaan menuju masyarakat bangsa yang bermartabat. Indonesia mulai menunjukkan martabatnya dengan lompatan prestasi peringkat ke-empat Asia di bidang olahraga, yang kemudian akan diikuti lompatan prestasi di bidang kualitas sumberdaya manusia, dan kesejahteraan.

Menteri PUPR, Dr. Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono, M.Sc. (kiri) menerima cendera mata dari Rektor Moestopo, Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn. dalam seminar nasional dan kuliah umum bagi mahasiswa Program Pascasarjana Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Sabtu, 15 September 2018 di Kampus Merah Putih, Hang Lekir, Jakarta.

Menteri PUPR, Dr. Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono, M.Sc. menyajikan makalah “Manfaat Percepatan Pembangunan Infrastruktur bagi Lingkungan Hidup, Ekonomi, dan Sosial” dalam seminar nasional dan kuliah umum bagi mahasiswa Program Pascasarjana Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Sabtu, 15 September 2018 di Kampus Merah Putih, Hang Lekir, Jakarta. (MB/ Isy – Humas)

 

Rektor Moestopo: Bersama Menyiapkan Generasi yang Mandiri, Berkarakter, dan Unggul untuk Menyambut Generasi Emas 2045

Rektor Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn. mengajak segenap civitas academica dan orangtua mahasiswa untuk bersama-sama menyiapkan generasi yang mandiri, berkarakter, dan unggul menyambut generasi emas 2045. Ajakan tersebut disampaikan dalam acara pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), Selasa, 28 Agustus 2018 di Gedung Konvensi TMPN Utama Kalibata Jakarta.

Hartono Laras, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, yang merupakan anggota  Dewan Penyantun Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), dalam kesempatan memberikan ceramah kepada mahasiswa baru menekankan, perlunya meneruskan keteladanan semangat nasionalisme dan menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti dicontohkan sosok Moestopo. Mahasiswa juga wajib mengasah kepedulian terhadap sesama warganegara yang beberapa diantaranya berada dalam keterbelakangan dan penderitaan ditimpa musibah.

Dosen pembimbing bidang studi sejarah pada Program Pascasarjana Universitas Indonesia, Prof. Dr. Anhar Gonggong, dalam acara pembukaan PKKMB Moestopo, mengemukakan bahwa para pendiri NKRI adalah para intelek bangsa Indonesia yang punya nurani. Mereka berjuang untuk meraih kemerdekaan dengan resiko menderita masuk penjara tanpa memperoleh keuntungan apa-apa. Dicontohkan, Budi Utomo 1908 digagas oleh dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Soetomo, dan para mahasiswa STOVIA yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji yang waktu itu berusia antara 19-23 tahun.

Anhar Gonggong juga menjelaskan bahwa Mayjen TNI Prof. Dr. Moestopo, setelah perjuangan fisik mengusir penjajah, merancang perjuangan masa depan dengan mendirikan lembaga ilmu. Moestopo tidak menikmati pangkat militernya yang tinggi dan kedudukan sebagai teknokrat yang pada awal kemerdekaan masih sangat langka. Hidupnya diabdikan untuk masa depan bangsa Indonesia. Kita sudah seharusnya mengenang tindakan luhur Moestopo untuk kita teladani.

PKKMB 2018 diisi dengan acara-acara pengenalan fisik fasilitas kampus, kegiatan akademik kampus, dan kegiatan kemahasiswaan. PKKMB bebas dari tindakan-tindakan pegojlogan dan bullying. Diharapkan, setelah acara yang berlangsung selama tiga hari ini selesai, mahasiswa tidak canggung lagi bergaul dengan sesama teman seangkatan dan mahasiswa senior. Mahasiswa merasa nyaman menempuh pendidikan di Kampus Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Humas

 

 

 

 

 

 

BUMN – SEKTOR PERHUBUNGAN “BANGKIT UNTUK NEGERI” Seminar Nasional Pusat Studi BUMN FEB Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Selasa, 28 Agustus 2018

Seminar “Kebangkitan BUMN Sektor Perhubungan” diselenggarakan dengan pertimbangan, potensi BUMN sangat baik namun belum terekspos secara luas. Sehingga Pusat Studi BUMN (PSB) merasa perlu untuk mensosialisasikan fakta yang ada, agar masyarakat dan investor melihat prestasi BUMN. Demikian komentar Ketua PSB FEB Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Ditambahkan, potensi BUMN kita sangat luar biasa namun masih dipersepsi jauh dari yang sebenarnya. Kita mendorong investor agar dapat melihat secara mendalam potensi BUMN dan kita pertemukan seperti lewat forum ini. Seminar dihadiri oleh para investor bidang infrastruktur sektor perhubungan dan kalangan pengamat ekonomi universitas di Indonesia.

Menhub RI, Budi Karya Sumadi, dalam opening speech Seminar menjelaskan, Pilot Project KPBU Kemenhub Tahun 2018 meliputi Pembangunan Proving Ground BPLJSKB, Proyek KPBU Laut (Pelabuhan Kuala Tanjung, Anggrek, Bau-Bau), Bandara Komodo, Bandara Internasional Jawa Barat, Bandara Internasional Yogyakarta Baru, ToD Poris Plawad, dan Pembangunan jalur kereta api untuk Transportasi Publik, sepanjang 142 KM dari Makassar ke Pare Pare di Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari pembangunan KA Trns Sulawesi. Selama ini BUMN mengelola 13 Bandara oleh Angkasa Pura I dan 14 Bandara oleh Angkasa Pura II. Melayani 189,7 juta penumpang per tahun. Mengelola 14 Lokasi Pelabuhan oleh Pelindo I, 12 Lokasi oleh Pelindo II, 15 Lokasi oleh Pelindo III, dan 23 Lokasi oleh Pelindo IV.

Secara garis besar, pembangunan sektor perhubungan meliputi Rail Based Connectivity, Land Connectivity, Sea Connectivity, Air Connectivity, dan Telecommunication. Sehingga jika telah terealisasi Nusantara akan terajut dalam satu kesatuan koneksitas. Juga merupakan pemecahan masalah kesenjangan pembangunan nasional, ketergantungan akan energi dan makanan, keterbelakangan infrastruktur dan industri dasar, tingkat layanan akses finansial yang masih rendah, serta kelambanan penciptaan tenaga kerja yang produktif.

Pembicara dalam seminar yang diselenggarakan oleh PSB Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univ. Moestopo tersebut adalah Para Pengelola BUMN Bidang Transportasi Darat, Dirut Human Capital and General Affairs PT Kereta Api Indonesia, R. Ruli Adi, dan President & CEO PT Garuda Indonesia, Pahala Nugraha Mansury. Pengelola BUMN Bidang Transportasi Laut, Dirut Pelindo I, Bambang Eka Cahyana, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo II, Saptono R. Irianto, Dirut Pelindo III, I.G.N. Ari Askhara Danadiputra, dan Dirut Pelindo IV, Doso Agung. Pengelola BUMN Bandara, Dirut Angkasa Pura I, Faik Fahmi dan Dirut Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin. Bertindak sebagai moderator Talkshow, Ketua Pusat Studi BUMN Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. Cyrillus Harinowo.

Menhub RI, Budi Karya Sumadi mengemukakan, Pemerintah mendorong BUMN dan Swasta berkolaborasi dalam membangun infrastruktur perhubungan. Sehingga pemerintah dapat berkonsentrasi membangun daerah-daerah terluar, terdepan, dan terpencil. Pernyataan tersebut disampaikan oleh menteri dalam Seminar Nasional “Kebangkitan BUMN Sektor Perhubungan”, yang diselenggarakan oleh Pusat Studi BUMN (PSB) Universitas Moestopo, Selasa (28 Agustus 2018) di Graha CIMB Niaga Jakarta. (MB-Humas)

 

 

 

Seminar Kewirausahaan FEB UPDM(B)

Jakarta, 21 Agustus 2018

Untuk memperkenalkan acara Indonesia International Book Fair (IIBF) yang akan diadakan tanggal 12-16 September 2018 di Jakarta Convention Center, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) yang dalam hal ini diwakili oleh Yayasan Obor melakukan safari kebeberapa kampus untuk memperkenalkan dan mendorong mahasiswa untuk dapat hadir diacara tersebut.

Pada kesempatan ini Ibu Kartini Nurdin dari Yayasan Obor memberikan penjelasan tentang acara Book Fair ini, apa saja acara yang akan ada  seperti bedah buku, seminar dan workshop, Literasi, bertemu dengan penerbit dan pengarang buku, talkshow dan juga doorprize dan lain kegiatan yang menarik untuk dilihat dan didengar oleh kalangan mahasiswa dan sebagai moderator Bapak Hendi dari penyelenggaran IIBF.

Acara dipandu oleh Kepala Jurusan Akuntansi Hendi Prihanto, SE, M.Ak yang juga menjelaskan tentang tatacara menulis buku ditambah dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan pemberian buku kepada para mahasiswa yang bertanya, juga pemberian kenang-kenangan kepada pembicara Ibu Kartini Nurdin dan pihak FEB yang dalam hal ini diwakili oleh Hendi Prihanto, SE, M.Ak serta foto bersama seluruh peserta Seminar……

Humas-sl

Rektor Moestopo: ITB dan Univ. Moestopo bersama membangun pendidikan nasional yang lebih baik

Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) menandatangani nota kesepahaman dan nota kesepakatan untuk melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi. Utamanya dalam pembinaan pengembangan akademik Program Studi Teknik Pertambangan, (Bandung 14/8/18). Acara penandatanganan MOU dan MOA Univ. Moestopo dan ITB dihadiri para pejabat teras kedua perguruan tinggi.

Rektor Moestopo, Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn. dalam kesempatan tersebut mengutarakan bahwa kegiatan ini merupakan ikatan kerjasama dalam upaya membangun pendidikan nasional yang lebih baik. Perkembangan ilmu pengetahuan terus berjalan, pembaharuan terus berlanjut. Universitas Prof. Dr. Moestopo pun mengembangkan fakultasnya. Tahun ini Moestopo membuka Fakultas Teknik, Program Studi Pertambangan.

Lebih lanjut, dalam waktu dekat, Univ. Moestopo dan ITB akan menggelar “Simposium Kurikulum Tambang”. Simposium akan menyertakan tokoh-tokoh industri, praktisi, serta akademisi. Sehingga diharapkan akan dapat dirumuskan kompetensi matakuliah yang dapat mengantarkan para mahasiswa menjadi teknokrat teknik pertambangan yang professional, berguna bagi Negara dan bangsa.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA, mengucapkan terimakasih atas penghormatan dan kepercayaan yang diberikan Universitas Moestopo kepada ITB. Prof. Kadarsah Suryadi berharap Moestopo dan ITB dapat maju beriringan-bersama menyelenggarakan pendidikan tinggi untuk kebesaran bangsa dan negara Indonesia.

Rektor ITB selanjutnya menjelaskan, perkembangan teknologi di era industri 4.0 ini tetap akan terkait dengan energi sebagai sumber daya penggerak ICT. Pertemuan ditutup dengan pernyataan bersama ITB dan Moestopo untuk merealisasikan misi bersama memajukan ilmu pengetahuan bersama secara harmoni, saling menguatkan untuk kemajuan bangsa dan negara, khususnya untuk generasi muda yang akan meneruskan pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

Rektor Univ. Prof Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn. (kiri) dan Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA (kanan) menandatangani MOU dan MOA untuk bersama memajukan ilmu pengetahuan bersama saling menguatkan untuk kemajuan bangsa dan negara. (Bandung 14/8/18)

Menegakkan Pilar Beragam Pengabdian untuk Negeri “Cagak Sawita Rupa”

CSR merupakan bagian dari strategi pengembangan perusahaan, pernyataan Dr. Gunawan Alif dalam acara bedah buku “Cagak Sawita Rupa”, di kampus Moestopo, Kamis, 2 Agustus 2018.

Gunawan Alif dalam bukunya berjudul “Cagak Sawita Rupa” menyebutkan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR)  merupakan bagian dari strategi usaha pengembangan perusahaan. CSR bukan bentuk belaskasihan perusahaan kepada masyarakat. Bukan pula usaha perusahaan menutup dosa karena mengeksploitasi alam, manusia, dan energi. Karena perusahaan memerlukan totalitas goodwill masyarakat lingkungannya.

Dr, Gunawan Alif memberikan penjelasan tersebut dalam acara bedah buku tentang CSR berjudul “Cagak Sawita Rupa” (Penerbit PT Jakarta Baru dan Indonesia CSR Society, 2018), di Kampus Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Kamis, 2 Agustus 2018, dengan pembedah Prof. Dr. Gati Gayatri, M.A. Hadir pula beberapa praktisi CSR anggota Indonesia CSR Society, Djarum Foundation, Antam, BCA, Holcim, JAPFA, Kelly, Kompas, Jakarta Post, Trakindo, XL, Chevron, Freeport, dan Unilever.

Rudijanto Gunawan dari Djarum Foundation mengutarakan, kegiatan CSR yang dilakukan meliputi Bakti Sosial, Bakti Olahraga, Bakti Lingkungan, Bakti Pendidikan, dan Bakti Budaya. Dilakukan sejak 1951, merupakan bentuk konsistensi bakti kepada negeri, demi terwujudnya kualitas hidup masyarakat di masa depan yang lebih bermartabat. Beberapa karya emas Djarum Foundation antara lain bendera Merah Putih berkibar dalam Olimpiade dunia, pohon trembesi yang menyerap karbon sepanjang jalan Pantura (Merak sampai Banyuwangi), dan lain-lain.

Unilever menyebutkan bahwa pada 2030 seluruh sumber energi yang diperlukan perusahaan beserta pasar dan masyarakat lingkungannya datang dari sumber yang bisa diperbarui. Holcim Indonesia merasa bertanggungjawab untuk menjadikan masyarakat lingkungannya mandiri dalam pendidikan, kesehatan, dan usaha perekonomian. Japfa Comfeed Indonesia berusaha turut mengembangkan masyarakat sekitarnya menuju kesejahteraan bersama. Chevron Indonesia menerapkan konsep gotong-royong, saling berbagi dan bekerjasama melalui kemitraan dengan pemerintah dan masyarakat local sampai internasional.

MB-Humas