All posts by Admin Berita

Dampak Pembangunan Infrastruktur Sepanjang Empat Tahun: Kemiskinan menurun dari 11,1 % menjadi 9,28 %

Tantangan pembangunan infrastruktur yang dihadapi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebenarnya adalah mengatasi desparitas kawasan Barat dan Timur Indonesia, meningkatkan daya saing nasional, optimalisasi pemanfaatan sumber daya untuk mendukung kedaulatan pangan dan energi, serta mengeliminasi urbanisasi. Demikian pernyataan Menteri PUPR, Dr. Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono, M.Sc. dalam seminar nasional dan kuliah umum bagi mahasiswa Program Pascasarjana Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Sabtu, 15 September 2018 di Kampus Merah Putih, Hang Lekir, Jakarta. Seminar dihadiri oleh lebih dari 400 mahasiswa Pascasarjana Moestopo dari Program Studi Magister Manajemen, Magister Ilmu Administrasi, dan Magister Ilmu Komunikasi.

Menteri PUPR agak merasa lega karena ternyata setelah sepanjang empat tahun membangun infrastruktur nasional, kemiskinan menurun dari 11,1 % pada tahun 2014 menjadi 9,28 % pada tahun 2018 (BPS, 2018). Indeks Gini (indikator tingkat ketimpangan pendapatan secara menyeluruh, angka 0 menunjukkan pemerataan yang sempurna) menunjukkan penurunan dari 0,395 menjadi 0,380. Indeks Daya Saing Global dari ranking 50 menjadi rangking 36. Sasaran pembangunan infrastruktur PUPR adalah konektivitas Nusantara (jalan toll 1.000 km, jalan nasional 2.650 km, jembatan 30 km), ketahanan air dan pangan (65 waduk, 1 juta jaringan irigasi), perumahan (1 juta rumah), infrastruktur permukiman (air minum dan sanitasi layak). Prinsip Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan Kementerian PUPR adalah efisiensi biaya, perbaikan ekonomi lokal, pemersatu rakyat, dan ramah-perbaikan kualitas lingkungan.

Rektor Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn. saat membuka seminar mengutarakan, universitas mengundang Menteri PUPR, Dr. Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono, M.Sc. untuk bertemu para mahasiswa, agar mahasiswa terimbas oleh pengetahuan, dedikasi, dan semangat kebangsaan tokoh unggulan pembangunan nasional ini. Sesuai dengan semangat Mayor Jenderal TNI Prof. Dr. Moestopo mendirikan lembaga pendidikan tinggi. Ikon kebangsaan tertera pada kata “Beragama” pada nama universitas yang bermakna hidup dalam kebinekaan menuju masyarakat bangsa yang bermartabat. Indonesia mulai menunjukkan martabatnya dengan lompatan prestasi peringkat ke-empat Asia di bidang olahraga, yang kemudian akan diikuti lompatan prestasi di bidang kualitas sumberdaya manusia, dan kesejahteraan.

Menteri PUPR, Dr. Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono, M.Sc. (kedua dari kiri) dalam seminar nasional dan kuliah umum bagi mahasiswa Program Pascasarjana Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Sabtu, 15 September 2018 di Kampus Merah Putih, Hang Lekir, Jakarta.

Menteri PUPR, Dr. Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono, M.Sc. (kiri) menerima cendera mata dari Rektor Moestopo, Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn. dalam seminar nasional dan kuliah umum bagi mahasiswa Program Pascasarjana Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Sabtu, 15 September 2018 di Kampus Merah Putih, Hang Lekir, Jakarta.

Menteri PUPR, Dr. Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono, M.Sc. menyajikan makalah “Manfaat Percepatan Pembangunan Infrastruktur bagi Lingkungan Hidup, Ekonomi, dan Sosial” dalam seminar nasional dan kuliah umum bagi mahasiswa Program Pascasarjana Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Sabtu, 15 September 2018 di Kampus Merah Putih, Hang Lekir, Jakarta. (MB/ Isy – Humas)

 

Rektor Moestopo: Bersama Menyiapkan Generasi yang Mandiri, Berkarakter, dan Unggul untuk Menyambut Generasi Emas 2045

Rektor Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn. mengajak segenap civitas academica dan orangtua mahasiswa untuk bersama-sama menyiapkan generasi yang mandiri, berkarakter, dan unggul menyambut generasi emas 2045. Ajakan tersebut disampaikan dalam acara pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), Selasa, 28 Agustus 2018 di Gedung Konvensi TMPN Utama Kalibata Jakarta.

Hartono Laras, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, yang merupakan anggota  Dewan Penyantun Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), dalam kesempatan memberikan ceramah kepada mahasiswa baru menekankan, perlunya meneruskan keteladanan semangat nasionalisme dan menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti dicontohkan sosok Moestopo. Mahasiswa juga wajib mengasah kepedulian terhadap sesama warganegara yang beberapa diantaranya berada dalam keterbelakangan dan penderitaan ditimpa musibah.

Dosen pembimbing bidang studi sejarah pada Program Pascasarjana Universitas Indonesia, Prof. Dr. Anhar Gonggong, dalam acara pembukaan PKKMB Moestopo, mengemukakan bahwa para pendiri NKRI adalah para intelek bangsa Indonesia yang punya nurani. Mereka berjuang untuk meraih kemerdekaan dengan resiko menderita masuk penjara tanpa memperoleh keuntungan apa-apa. Dicontohkan, Budi Utomo 1908 digagas oleh dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Soetomo, dan para mahasiswa STOVIA yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji yang waktu itu berusia antara 19-23 tahun.

Anhar Gonggong juga menjelaskan bahwa Mayjen TNI Prof. Dr. Moestopo, setelah perjuangan fisik mengusir penjajah, merancang perjuangan masa depan dengan mendirikan lembaga ilmu. Moestopo tidak menikmati pangkat militernya yang tinggi dan kedudukan sebagai teknokrat yang pada awal kemerdekaan masih sangat langka. Hidupnya diabdikan untuk masa depan bangsa Indonesia. Kita sudah seharusnya mengenang tindakan luhur Moestopo untuk kita teladani.

PKKMB 2018 diisi dengan acara-acara pengenalan fisik fasilitas kampus, kegiatan akademik kampus, dan kegiatan kemahasiswaan. PKKMB bebas dari tindakan-tindakan pegojlogan dan bullying. Diharapkan, setelah acara yang berlangsung selama tiga hari ini selesai, mahasiswa tidak canggung lagi bergaul dengan sesama teman seangkatan dan mahasiswa senior. Mahasiswa merasa nyaman menempuh pendidikan di Kampus Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Humas

 

 

 

 

 

 

BUMN – SEKTOR PERHUBUNGAN “BANGKIT UNTUK NEGERI” Seminar Nasional Pusat Studi BUMN FEB Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Selasa, 28 Agustus 2018

Seminar “Kebangkitan BUMN Sektor Perhubungan” diselenggarakan dengan pertimbangan, potensi BUMN sangat baik namun belum terekspos secara luas. Sehingga Pusat Studi BUMN (PSB) merasa perlu untuk mensosialisasikan fakta yang ada, agar masyarakat dan investor melihat prestasi BUMN. Demikian komentar Ketua PSB FEB Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Ditambahkan, potensi BUMN kita sangat luar biasa namun masih dipersepsi jauh dari yang sebenarnya. Kita mendorong investor agar dapat melihat secara mendalam potensi BUMN dan kita pertemukan seperti lewat forum ini. Seminar dihadiri oleh para investor bidang infrastruktur sektor perhubungan dan kalangan pengamat ekonomi universitas di Indonesia.

Menhub RI, Budi Karya Sumadi, dalam opening speech Seminar menjelaskan, Pilot Project KPBU Kemenhub Tahun 2018 meliputi Pembangunan Proving Ground BPLJSKB, Proyek KPBU Laut (Pelabuhan Kuala Tanjung, Anggrek, Bau-Bau), Bandara Komodo, Bandara Internasional Jawa Barat, Bandara Internasional Yogyakarta Baru, ToD Poris Plawad, dan Pembangunan jalur kereta api untuk Transportasi Publik, sepanjang 142 KM dari Makassar ke Pare Pare di Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari pembangunan KA Trns Sulawesi. Selama ini BUMN mengelola 13 Bandara oleh Angkasa Pura I dan 14 Bandara oleh Angkasa Pura II. Melayani 189,7 juta penumpang per tahun. Mengelola 14 Lokasi Pelabuhan oleh Pelindo I, 12 Lokasi oleh Pelindo II, 15 Lokasi oleh Pelindo III, dan 23 Lokasi oleh Pelindo IV.

Secara garis besar, pembangunan sektor perhubungan meliputi Rail Based Connectivity, Land Connectivity, Sea Connectivity, Air Connectivity, dan Telecommunication. Sehingga jika telah terealisasi Nusantara akan terajut dalam satu kesatuan koneksitas. Juga merupakan pemecahan masalah kesenjangan pembangunan nasional, ketergantungan akan energi dan makanan, keterbelakangan infrastruktur dan industri dasar, tingkat layanan akses finansial yang masih rendah, serta kelambanan penciptaan tenaga kerja yang produktif.

Pembicara dalam seminar yang diselenggarakan oleh PSB Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univ. Moestopo tersebut adalah Para Pengelola BUMN Bidang Transportasi Darat, Dirut Human Capital and General Affairs PT Kereta Api Indonesia, R. Ruli Adi, dan President & CEO PT Garuda Indonesia, Pahala Nugraha Mansury. Pengelola BUMN Bidang Transportasi Laut, Dirut Pelindo I, Bambang Eka Cahyana, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo II, Saptono R. Irianto, Dirut Pelindo III, I.G.N. Ari Askhara Danadiputra, dan Dirut Pelindo IV, Doso Agung. Pengelola BUMN Bandara, Dirut Angkasa Pura I, Faik Fahmi dan Dirut Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin. Bertindak sebagai moderator Talkshow, Ketua Pusat Studi BUMN Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. Cyrillus Harinowo.

Menhub RI, Budi Karya Sumadi mengemukakan, Pemerintah mendorong BUMN dan Swasta berkolaborasi dalam membangun infrastruktur perhubungan. Sehingga pemerintah dapat berkonsentrasi membangun daerah-daerah terluar, terdepan, dan terpencil. Pernyataan tersebut disampaikan oleh menteri dalam Seminar Nasional “Kebangkitan BUMN Sektor Perhubungan”, yang diselenggarakan oleh Pusat Studi BUMN (PSB) Universitas Moestopo, Selasa (28 Agustus 2018) di Graha CIMB Niaga Jakarta. (MB-Humas)

 

 

 

Seminar Kewirausahaan FEB UPDM(B)

Jakarta, 21 Agustus 2018

Untuk memperkenalkan acara Indonesia International Book Fair (IIBF) yang akan diadakan tanggal 12-16 September 2018 di Jakarta Convention Center, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) yang dalam hal ini diwakili oleh Yayasan Obor melakukan safari kebeberapa kampus untuk memperkenalkan dan mendorong mahasiswa untuk dapat hadir diacara tersebut.

Pada kesempatan ini Ibu Kartini Nurdin dari Yayasan Obor memberikan penjelasan tentang acara Book Fair ini, apa saja acara yang akan ada  seperti bedah buku, seminar dan workshop, Literasi, bertemu dengan penerbit dan pengarang buku, talkshow dan juga doorprize dan lain kegiatan yang menarik untuk dilihat dan didengar oleh kalangan mahasiswa dan sebagai moderator Bapak Hendi dari penyelenggaran IIBF.

Acara dipandu oleh Kepala Jurusan Akuntansi Hendi Prihanto, SE, M.Ak yang juga menjelaskan tentang tatacara menulis buku ditambah dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan pemberian buku kepada para mahasiswa yang bertanya, juga pemberian kenang-kenangan kepada pembicara Ibu Kartini Nurdin dan pihak FEB yang dalam hal ini diwakili oleh Hendi Prihanto, SE, M.Ak serta foto bersama seluruh peserta Seminar……

Humas-sl

Upacara HUT Kemerdekaan Indonesia Ke-73 Rektor Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama): “Ukirlah karya besar bidang pendidikan untuk disumbangkan kepada bangsa”

 

Rektor Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn., dalam upacara Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Republik Indonesia ke-73, menyampaikan pesan kepada segenap civitas academica, agar bekerja keras, penuh semangat kebersamaan, mengukir karya bidang pendidikan. Melesat majulah Univ. Moestopo, berprestasilah para civitas academica-nya, untuk disumbangkan kepada bangsa dan negara. Pesan tersebut disampaikan seraya mengenang detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia 17 Agustus 1945, di Kampus Merah Putih Hang Lekir Jakarta.

Prof. Rudy amat menghargai kerja keras para civitas academica Univ. Moestopo selama ini, namun masih banyak yang bisa ditingkatkan. “Unita Pro Cedunt”, bersatu – kompak untuk maju, mengukir karya yang berarti bagi bangsa dan negara. Segenap civitas academica Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama) wajib meneruskan karya besar Mayor Jenderal Prof. Dr. Moestopo, berjuang menegakkan kemerdekaan negara Republik Indonesia, dilanjutkan mengisi kemerdekaan dengan pengabdian bidang pendidikan.

Upacara Ulang Tahun Kemerdekaan dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Pendidikan Pembina Yayasan UPDM, Sektetaris Pengurus Yayasan UPDM, Para Wakil Rektor, Kalemlitdianmas, Ka. Unit Penjaminan Mutu, Ka. Satuan Pengawas Internal, Para Dekan, Karyawan, dan Organisasi Mahasiswa UPDM (B).

Usai upacara, diselenggarakan lomba-lomba diantaranya : tarik tambang, catur, tangkap belut, sunggi tampah, dan jepit terong. Isy/MB-Humas

Rektor Moestopo: ITB dan Univ. Moestopo bersama membangun pendidikan nasional yang lebih baik

Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) menandatangani nota kesepahaman dan nota kesepakatan untuk melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi. Utamanya dalam pembinaan pengembangan akademik Program Studi Teknik Pertambangan, (Bandung 14/8/18). Acara penandatanganan MOU dan MOA Univ. Moestopo dan ITB dihadiri para pejabat teras kedua perguruan tinggi.

Rektor Moestopo, Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn. dalam kesempatan tersebut mengutarakan bahwa kegiatan ini merupakan ikatan kerjasama dalam upaya membangun pendidikan nasional yang lebih baik. Perkembangan ilmu pengetahuan terus berjalan, pembaharuan terus berlanjut. Universitas Prof. Dr. Moestopo pun mengembangkan fakultasnya. Tahun ini Moestopo membuka Fakultas Teknik, Program Studi Pertambangan.

Lebih lanjut, dalam waktu dekat, Univ. Moestopo dan ITB akan menggelar “Simposium Kurikulum Tambang”. Simposium akan menyertakan tokoh-tokoh industri, praktisi, serta akademisi. Sehingga diharapkan akan dapat dirumuskan kompetensi matakuliah yang dapat mengantarkan para mahasiswa menjadi teknokrat teknik pertambangan yang professional, berguna bagi Negara dan bangsa.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA, mengucapkan terimakasih atas penghormatan dan kepercayaan yang diberikan Universitas Moestopo kepada ITB. Prof. Kadarsah Suryadi berharap Moestopo dan ITB dapat maju beriringan-bersama menyelenggarakan pendidikan tinggi untuk kebesaran bangsa dan negara Indonesia.

Rektor ITB selanjutnya menjelaskan, perkembangan teknologi di era industri 4.0 ini tetap akan terkait dengan energi sebagai sumber daya penggerak ICT. Pertemuan ditutup dengan pernyataan bersama ITB dan Moestopo untuk merealisasikan misi bersama memajukan ilmu pengetahuan bersama secara harmoni, saling menguatkan untuk kemajuan bangsa dan negara, khususnya untuk generasi muda yang akan meneruskan pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

Rektor Univ. Prof Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn. (kiri) dan Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA (kanan) menandatangani MOU dan MOA untuk bersama memajukan ilmu pengetahuan bersama saling menguatkan untuk kemajuan bangsa dan negara. (Bandung 14/8/18)