Pusat Studi BUMN dan FEB Univ. Moestopo Gelar Diskusi Panel Nasional “Menyambut Datangnya Zaman Kendaraan Listrik”

Penyampaian Materi Oleh Rektor UPDM (B) Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn.

Jakarta – Era kendaraan listrik di Indonesia sudah di depan mata. Menyadari arti penting hadirnya teknologi kendaraan listrik, Pusat Studi Badan Usaha Milik Negara (PSB) bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama UPDM (B) pun menyelenggarakan panel diskusi nasional dengan tema “Menyambut Datangnya Zaman Kendaraan  Listrik.”

Pada diskusi panel yang digelar melalui platform Zoom, Rektor UPDM (B) Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn. berharap melalui webinar ini dapat terwujud sinergi pentahelix, seperti arahan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), bahwa pendidikan harus menjadi tulang punggung penggerak ekonomi sebagai usaha pengembangan sumber daya manusia yang terampil untuk membangun negeri.

“Dan pada saat yang sama siap mengambil peluang maju ke depan seraya berupaya menjadi inisiator dan penggerak yang dapat memberi jawaban kepada pihak industri,” ujarnya.

Di diskusi yang digelar 9 Februari 2021 itu, Prof. Dr. Rudy juga berharap mampu memfasilitasi lompatan teknologi, inovasi, dan ekonomi serta kesiapan sumber daya manusia yang profesional, khususnya melalui kendaraan listrik.

“Diharapkan para sarjana dapat menjadi job creator agar bisa bersinergi dengan industri melalui peran universitas sebagai mata air sumber daya manusia kreatif dan karya-karya inovatif. Tentu saja keberhasilan sinergi pentahelix akan optimal jika semua pihak terkait berkolaborasi dengan baik,” lugasnya.

Seperti diketahui, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, dan Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Pengembangan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB) sudah ada untuk menyongsong era baru itu.

Ada pula beragam kebijakan untuk mempermudah pasar kendaraan listrik dengan pemberian insentif PPNBM serta pembebasan atau pengurangan pajak pusat dan daerah dan insentif bea masuk bahan produksi sebagai bukti Indonesia serius menyiapkan transisi ke arah KLBB. Isy-Humas

COMMENTS