“Menata Kebangkitan Indonesia sebagai Negara Maritim”

Jakarta, 7 Maret 2020

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, S.E., M.M., M.B.A., yang Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Moestopo, merasa kembali ke tempat nongkrong dulu, ketika diminta menjadi pembicara dalam seminar sehari “Menata Kebangkitan Indonesia sebagai Negara Maritim”, Sabtu (7/3/2020), di Kampus Merah Putih Moestopo Senayan Jakarta. Dalam acara seminar untuk mahasiswa pascasarjana, Edhy Prabowo berselfie dengan para mahasiswa, menyanyi, dan membagi voucher.

Menteri berlama-lama mengobrol dengan Rektor Moestopo, Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn., Direktur Program Pascasarjana, Prof. Dr. Paiman Raharjo, M.M., M.Si., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Andriansyah, MSi., Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Promosi, Dr. Bambang Winarso, M.Sc., Dosen Program Pascasarjana, Prof. Effendi Gazali, MPS ID., Ph.D., sejumlah pejabat fakultas, dosen, dan teman-teman kampusnya Dekanat Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Dalam penyajian materi seminar, Menteri Kelautan dan Perikanan mengutarakan tekadnya, untuk merealisasikan esensi Indonesia sebagai negara maritim. Arah kebijakan yang diambil diawali dengan konsultasi publik. Komunikasi dengan masyarakat nelayan, budidaya biota kelautan, pelaku industri perikanan, pedagang, dan semua instansi kelautan sampai TNI AL. Pertimbangan kebijakan regulasi juga melibatkan para ahli dan profesional bidang kelautan.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo menyanyi, berselfie dengan para mahasiswa, dan membagi voucher. Saat menjadi pembicara seminar “Menata Kebangkitan Indonesia sebagai Negara Maritim”, Sabtu (7/3/2020), di Kampus Merah Putih Moestopo Senayan Jakarta.

Menteri menegaskan, “semua regulasi sektor kelautan yang dikeluarkan harus berdasarkan hasil riset dan kajian, bukan kepentingan perorangan atau kelompok.” Regulasi sederhana, pengawasan efektif, diikuti sanksi yang jelas, dengan tujuan meningkatkan kemakmuran masyarakat maritim. Pada penutup seminar, Menteri menyarankan KKN Perguruan Tinggi agar diarahkan ke wilayah laut. Seperti, membangun kampung nelayan yang layak dengan fasilitas air bersih dan suasana sehat. Menyentuh kesadaran kehidupan laut yang sejahtera berkecukupan. (MB-Humas)

COMMENTS