“Spirit of Science” Dari “Propaganda” (Era Media Massa) ke “Firehouse of Falsehood” (Era Media Digital)

Hitler, Mussolini, dan Hirohito dalam poster propaganda Sekutu pada Perang Dunia II.

Seri 4 Selasa, 110220

#MoestopoGueBanget

Lasswell (1937 – era media massa) mendefinisikan “propaganda sebagai teknik memengaruhi sikap-tindakan dengan memanipulasi representasi lisan, tulisan, gambar, atau musik” (Severin; Tankard Jr, 2007:128). Teknik propaganda dikaji secara ilmiah sepanjang lebih dari satu abad.

Propaganda faham Nazi (Partai Buruh Nazional-Socialism Jerman yang didirikan pada awal 1920-an, bermarkas di München) oleh Hitler bersama Joseph Goebbels (kemudian menjadi menteri propaganda), merupakan studi utama di Era Publisistik. Saat Amerika Serikat terlibat Perang Dunia II (1941–1945), propaganda dipakai untuk meningkatkan dukungan dan komitmen bagi kemenangan Sekutu.

Di Rusia, propaganda sudah dilakukan oleh partai Bolshevik yang dipimpin Vladimir Lenin, untuk menjatuhkan Tsar Nicholas II dengan cara terus menerus memunculkan isu-isu negatif, membentuk ketidakpercayaan masif rakyat Rusia terhadap sistem pemerintahan Tsar, hingga meletusnya Revolusi Oktober 1917.

Propaganda modern (era digital) dilakukan Rusia dengan teknik “Operasi Semburan Fitnah” (“Firehouse of Falsehood”) tahun 2012-2017 untuk menyulut krisis Crimea (Reunifikasi Crimea dengan Rusia 2014), konflik Ukraina (kerusuhan pro-Rusia di Ukraina 2014), dan perang sipil di Suriah (konflik bersenjata berbagai pihak dengan intervensi internasional 2011).

Bahkan propaganda (“Firehouse of Falsehood”) dituduhkan kepada Donald Trump dalam usahanya meraih kemenangan Pilpres AS 2016. Trump menang, walaupun gagal mendominasi suara rakyat (62.985.105 – 45,9% untuk Donald Trump dan  65.853.625 – 48,0% untuk  Hillary Clinton). Keunggulan Trump diperoleh pada suara elektoral (Electoral College).

Sedihnya, beberapa pengamat menyebutkan, teknik “semburan fitnah” juga diterapkan pada Pilpres 2019 yang lalu di negara kita. Nauzubillah min zalik …

(Maryono Basuki)

COMMENTS