“Spirit of Science and Virtue”

Coldplay, “The Scientist”

Seri 6 Senin, 170220

#MoestopoGueBanget

Sebenarnya, “aku hanya menerka, angka-angka, teka-teki science yang melaju”

“I was just guessing at numbers and figures …

Pulling the puzzles apart …

Questions of science, science and progress …”

(Bagian lirik lagu group band Coldplay, “The Scientist”)

Pekan ujian skripsi tiba. Mahasiswa yang akan maju gelisah sekaligus berharap akan lega – gembira. Status mahasiswa akan pupus. Berganti jadi alumni. Dosen penguji menyiapkan diri. Akan unjuk kualitas diri. Sebagai ilmuwan. Sebagian berusaha memahami, sebagian lagi bersandiwara memahami.

Konon ada penguji yang menunjukkan wibawa. Membanting berkas skripsi. Seraya menghardik … apa ini … tidak bermutu. Mahasiswa jadi ciut nyali. Hilang percaya diri. Ragu-ragu atas potensi ilmu yang sudah lebih empat tahun dikaji. Ada lagi, sebagian sangat kecil sekali. Pura-pura membenarkan kesalahan “logical structure” yang sebenarnya tidak salah.

Ada juga, dosen yang bertanya dengan santun. Dijawab sekenanya. Barangkali, memang yang ditanya tidak paham. Hasil studi empat tahun lebih, logika teoretik – metodologi. Memang pemahaman teoretik – metodologi berkembang dalam jam terbang perenungan yang lama. Mahasiswa diujung studi mungkin dikejutkan oleh tuntutan memahami teori – metodologi, terkait fenomena yang diamati.

Marilah merenung, jika sekolah untuk cari kerja, perlu bangetkah teori – metodologi itu ? Positivist, Post-Positivist, Critical, Constructivism. Grand Theory, Middle Theory, Applied Theory. SPSS, SEM, LISREL, AMOS, SMART PLS, UCINET. Mendeskripsikan fenomena, mengungkap noumena dengan konstruksi.

Test kerja journalist, disuruh membuat content. Test kerja periklanan, disuruh merancang iklan. Test humas, dilihat kepantasan penampilan. Jadi … saat menguji jangan jahat-jahat. Tugas guru, kan mengarahkan potensi dan mengokohkan percaya diri murid. Dan, seperti lirik lagu “the scientist” … sebenarnya, “kita (para ilmuwan) hanya menerka, angka-angka, teka-teki science yang melaju”. Wallahu a’lam bish-shawabi.

(Maryono Basuki)

COMMENTS