Seri 7 Kamis, 27 Februari 2020 #MoestopoGueBanget “Spirit of Science and Virtue” “Berpikir Berdasar Ketuhanan vs Hermeuneutics”

Clark dalam Hemisphere Theory mengemukakan, otak manusia, berdasarkan fungsinya terbagi menjadi dua belahan, yaitu belahan otak kiri (left hemisphere) dan belahan otak kanan (right hemisphere). Otak belahan kiri mengarah kepada convergen thinking (motor sequence), belahan kanan mengarah kepada difergent thinking (create sequence) (Clark, 1983: 24).

Fungsi Left Hemisphere adalah math, history, language, verbal, sequential, measurable, analytic, comparative, relational, referential, linier, logical, digital, scientific, technological, etc. Sedang Right Hemisphere menjalankan fungsi create, self, elaborates, inventive, spatial, intuitive, holistic, integrative, nonreferential, gestalt, imagery, mystical, humanistic, etc.

Kedua belahan otak dihubungkan oleh Corpus Colasum, Hippopocompal Commissure, dan Anterior Connissure. Keduanya bekerjasama secara serasi amat canggih. Kelelahan left cortex distabilisasi oleh right cortex. Kinerja kreativ otak kanan diruntutkan otak kiri. Kekakuan matematis yang satu dilunakkan oleh estetika yang lain. Kepaduan yang mahaharmonis. Menunjuk setitik debu karya Sang Maha Pencipta.

Penyederhanaan kehidupan sosial, menurut logika kritis klasik (Marx), juga dibedakan menjadi dua, binary opposition. Dua kelas dibenturkan untuk membangun keharmonisan kesejahteraan dunia. Mengapa dikonfrontasikan? Mengapa tidak diharmoniskan seperti keduabelahan otak manusia. Mengapa tidak dijadikan keindahan hidup bersama seperti laki-laki dan perempuan, siang dan malam, daratan dan lautan. Bahkan kebhinnekaan bukankah bisa manunggal?

(Maryono Basuki)

COMMENTS