“Moestopo Mengembangkan Pemanfaatan Teknologi Drone untuk Edukasi”

Asisten Khusus Menhan RI, Mayjen TNI (Purn) Chairawan Kadarsyah (kiri) dan Rektor Moestopo, Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn. dalam acara workshop on drone di Kampus Merah Putih Senayan, Senin, 24 Februari 2020.

Jakarta, 24 Februari 2020

Untuk mengembangkan teknologi edukasi, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) bersama JUIDA (Japan UAS Industrial Development Association) menyelenggarakan workshop kemahiran dan keselamatan penggunaan drone berlisensi internasional pada 24 s/d 27 Februari 2020 dengan melibatkan instruktur berstandar internasional.

Asisten Khusus Menteri Pertahanan, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Mayjen (Purn) Chairawan Kadarsyah dalam sambutan pembukaan workshop  mengingatkan, “… majulah … bangsa kita baru sampai pada tahap pemakai bukan pemroduksi …” Setidaknya, pemanfaatan teknologi digital untuk edukasi merupakan indikasi perkembangan kemajuan.

Penyelenggara workshop on drone, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), JUIDA, dan didukung oleh Suku Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta. Peserta Workshop, 20-25 dosen, mahasiswa, dan pilot drone non komersial. Pelatihan berlangsung empat hari, 24 – 27 Februari 2020. Dua hari pertama pembekalan teori di Kampus Hang Lekir Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dan dua hari terakhir praktik di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru.

Rektor Moestopo, Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn. menjelaskan, peserta pelatihan dibekali pengetahuan penggunaan drone yang benar. Meliputi teori dan praktik, langsung dipandu oleh para mentor yang expert dan komunitas drone. Diharapkan, alumni pelatihan menjadi penerbang drone non komersial Indonesia yang memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional.

Perwakilan JUIDA Indonesia, Takeshi Hompo mengemukakan, “workshop yang diselenggakan Moestopo merupakan workshop terakreditasi pertama untuk kursus internasional.” Materi workshop meliputi Introduction of UAS (Laws & Rules, Meteorology, Technique, Operation and Application). Selanjutnya Safe Flight Administrator, Practice (GPS, Take Off, Landing, Hovering, Test.

Drone adalah pesawat tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh dengan menggunakan komputer atau remote control, yang bisa digunakan untuk membawa muatan kamera, senjata, maupun muatan lainnya. Drone juga dikenal dengan istilah Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau pesawat nirawak.

Pesawat tanpa awak (drone) pertama dirancang menjelang berakhirnya perang dunia pertama, yaitu ketika pesawat bernama Hewitt-Sperry Automatic Airplane menjadi model pertama yang sukses terbang di angkasa, dengan kontrol pesawat yang masih menggunakan gyroscope.

Walaupun awalnya drone digunakan terbatas pada bidang militer, selanjutnya beragam manfaat bisa diperoleh.  Antara lain untuk mencari korban bencana alam dan bencana lainnya, menegakkan hukum melalui pengawasan dan penjagaan kawasan antar negara, membantu perawatan infrastruktur yang berada dalam ketinggian, bidang pertanian, jurnalisme, penelitian, perfilman, dll.

Di Indonesia, perkembangan teknologinya sudah dimulai sejak tahun 2000, tetapi tidak dapat berkembang sesuai dengan harapan, karena ternyata pengembangannya tidak hanya dapat dilakukan oleh satu badan saja. Kemudian dibentuk asosiasi yang melibatkan PT Dirgantara Indonesia (DI), Lembaga Elektronik Nasional (LEN), BPPT dan LAPAN yang memiliki tugas dan fungsi masing-masing untuk mengembangkan pesawat tanpa awak. Selain dikembangkan oleh asosisasi yang sudah dibentuk, pengembangan drone juga dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi yaitu UGM, ITB dan ITS.

Drone kamera berkembang menjadi semakin praktis. Gambar yang diambil oleh drone dapat dilihat secara langsung melalui smartphone, sehingga mudah dimanfaatkan untuk banyak bidang profesi pekerjaan, misalnya militer, security, journalism, kegiatan science, dsb. Dalam keseharian penggunaannya, para pilot drone harus memahami keselamatan dan keamanan, sesuai aturan yang berlaku. (MB-Humas)

COMMENTS