KKN Tematik “Merajut Nusantara II” 2019:  Masyarakat Kecamatan, Paloh, Sajingan Besar, Sambas, Tebas Mengantar Mahasiswa dengan Tetesan Air Mata

KKN Tematik “Merajut Nusantara II” 2019: Masyarakat Kecamatan, Paloh, Sajingan Besar, Sambas, Tebas Mengantar Mahasiswa dengan Tetesan Air Mata

Duaratus empat puluh  mahasiswa dan dosen dari 37 Perguruan Tinggi melaksanakan KKN “Merajut Nusantara II” 2019, selama dua minggu, berkonsentrasi ,  memberdayakan masyarakat di bidang ekonomi kreatif, pariwisata, pendidikan, dan kesehatan di Kecamatan Sambas, Tebas, Sajingan Besar, dan Paloh, untuk mewujudkan kesejahteraan desa.

Kegiatan KKN ditutup oleh Kepala LLDIKTI Wilayah III, Kemenristekdikti, Dr. Ir. Illah Sailah, MS. dalam upacara resmi di kampus Fakultas Kedokteran Gigi Univ. Moestopo – Bintaro, Kamis, 9 Mei 2019. Dr. Illah Sailah menyatakan rasa bangga karena mahasiswa menunjukkan kualitas sebagai “agen transformasi”, berbagi semangat mengubah kondisi sosial menjadi lebih sejahtera. Seraya berbagi rasa cinta kepada masyarakat pelosok perbatasan.

KKN di wilayah Kecamatan Sambas dan Tebas meliputi kegiatan penyuluhan dan pelayanan pengobatan kesehatan umum dan gigi. Difokuskan kepada penanggulangan penyakit malaria dan tuberculosis. Masyarakat wilayah Kecamatan Paloh dan Sajingan menerima pendidikan singkat ekonomi kreatif dan pariwisata. Meliputi branding products, web design, market place, dan souvenir creative.

Dr. Ir. Illah Sailah, MS.

menjelaskan, penentuan Kabupaten Sambas sebagai lokasi KKN  “Merajut Nusantara II” tahun 2019, karena pertimbangan keunikan potensi daerah yang menarik untuk ditingkatkan dan dikembangkan. Kabupaten Sambas memiliki potensi petani milenial dan wisata 200 hektar Kebun Raya Sambas. Pada sisi lain terdapat tantangan penyakit endemik demam berdarah, gizi buruk, dan kerusakan gigi karena mengkonsumsi air hujan.

Dr. Andriansyah, MSi (Wakil Rektor Univ. Prof. Dr. Moestopo) selaku Ketua Pelaksana sekaligus “focal point” kegiatan KKN, menjelaskan, hal yang penting bagi mahasiswa peserta KKN, pretest dan post- test kpd mahasiswa mengindikasikan perubahan mindset tentang harapan baru sumbangan masa depan mereka kepada masyarakat terutama daerah-daerah perbatasan.

Dr. Andriansyah menambahkan, manfaat sosial kegiatan KKN difokuskan kepada pengembangan ekonomi kreatif dan potensi pariwisata, penyuluhan dan pengobatan kesehatan umum dan gigi, serta penyuluhan bahaya narkoba. Diharapkan program KKN akan dilanjutkan oleh perguruan tinggi sesuai dengan kompetensi bidangnya agar membawa manfaat secara efektif.

Rasa syukur serta terimakasih masyarakat terlihat saat Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum. dan Bupati Sambas, ,,H. Atbah Romin Suhaili, Lc. melepas rombongan KKN, dan masyarakat mengantar rombongan peserta KKN sampai kota Pontianak, kemudian menunggu sampai pesawat berangkat ke Jakarta. Beberapa diantara mereka meneteskan air mata haru. Mereka merasa waktu bakti sosial terlalu singkat. (Humas UPDM (B))

COMMENTS

Translate »