RSGM FKG Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Terakreditasi Paripurna versi KARS

Ketua Eksekutif Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS),  Dr. dr. Sutoto, MKes, menyerahkan Sertifikat Akreditasi Paripurna Bintang Lima kepada Direktur RSGM, DR. drg. Sari Dewiyani, Sp.KG. dalam upacara resmi di kantor KARS Kuningan Jakarta, Senin (21 Januari 2019). Hadir dalam acara tersebut Rektor Moestopo, Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn. Tiga puluh enam Rumah Sakit seluruh Indonesia menerima sertifikat. RSGM Moestopo satu-satunya RS Universitas yg menerima Sertifikat Paripurna.

Akreditasi Paripurna Bintang Lima RSGM Moestopo melengkapi Akreditasi A (Unggul) dari LAM-PTKes Program Studi Akademik dan Program Studi Profesi Fakultas Kedokteran Gigi Moestopo. Selanjutnya RSGM Moestopo akan mengajukan permohonan penetapan sebagai Rumah Sakit Pendidikan. Kunjungan assessor KARS ke RSGM dan FKG Moestopo dilaksanakan pada tanggal 27 s/d 30 November 2018. Standar kelayakan pelayanan, manajemen rumah sakit, keselamatan pasien rumah sakit, dan Millenium Development Goals diperiksa oleh tiga assessor secara formal maupun informal (mengirim pasien secara diam-diam).

Penyiapan RSGM Moestopo merupakan realisasi usaha Univ. Prof. Dr. Moestopo memberikan layanan masyarakat secara sempurna dengan penuh dedikasi. Aspirasi yang dikemukakan oleh pendiri universitas Pahlawan Nasional Mayor Jenderal TNI Prof. Dr. Moestopo. Demikian Rektor Moestopo, Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn. Akreditasi Paripurna RSGM dan FKG Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama) merupakan bagian dari kelanjutan perjuangan Prof. Moestopo mengisi kemerdekaan dengan pembangunan bidang pendidikan dan kesehatan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mewajibkan akreditasi rumah sakit, agar masyarakat mendapat layanan kesehatan yang baik. Dasar hukumnya adalah

UUD RI tahun 1945 Pasal 5 Ayat (2), UU No. 36 tahun 2009 tentang “Kesehatan”, UU No. 44 tahun 2009 tentang “Rumah Sakit”, UU No. 20 tahun 2013 tentang “Pendidikan Kedokteran”, Peraturan Pemerintah RI No. 93 tahun 2015 tentang “Rumah Sakit Pendidikan”.

Untuk mendapatkan tingkat kelulusan akreditasi yang baik, diperlukan kerjasama secara simultan semua pihak di rumah sakit. Semua staf rumah sakit, mulai dari pimpinan puncak sampai staf lapis terbawah harus memiliki semangat yang sama dalam mewujudkannya. Pimpinan puncak hingga ke staf lapisan bawah harus memiliki pemahaman yang sama mengenai alasan dilaksanakannya akreditasi.

KARS mengembangkan standar akreditasi versi 2012. Standar akreditasi versi 2012 ini memiliki kelebihan yaitu lebih berfokus pada pasien; kuat dalam porses, output dan outcome; kuat pada implementasi serta melibatkan seluruh petugas dalam proses akreditasinya. Dengan adanya perbaikan ini diharapkan rumah sakit yang lulus proses akreditasi versi 2012 ini benar-benar dapat meningkatkan mutu pelayanannya dengan lebih berfokus pada keselamatan pasien.

Standar Akreditasi 2012 mirip standar akreditasi internasional. Dalam standar akreditasi baru ini terdapat empat kelompok standar yang terdiri dari 1.048 elemen yang akan dinilai. Keempat kelompok standar akreditasi rumah versi 2012 yaitu: kelompok standar pelayanan berfokus pada pasien, kelompok standar manajemen rumah sakit, sasaran keselamatan pasien rumah sakit dan sasaran Millenium Development Goals.

Persiapan akreditasi RSGM Moestopo terutama dimotori oleh Direktur RSGM, DR. drg. Sari Dewiyani, Sp.KG., Wadir RSGM, drg. Irma Binarti, MARS., Staf RSGM, Yulianti, AMK, SKM., drg. Ferry Jaya, M.Si., Data yang disiapkan meliputi antara lain MFK (Manajemen Fasilitas dan Keselamatan), PMKP (Peningkatan Mutu Pelayanan Pasien), TKRS (Tata Kelola Rumah Sakit), KKS (Kompetensi dan Kewenangan Staf), ARK (Akses ke RS dan Kontinuitas), AP (Assessment Pasien), PAP (Pelayanan Asuhan Pasien), IPKP (Integrasi Pendidikan Kesehatan dalam Pelayanan RS), HPK (Hak Pasien dan Keluarga), SKP (Sasaran Keselamatan Pasien), MIRM (Manajemen Informasi dan Rekam Medik), PPI (Pencegahan Pengendalian Infeksi), PPRA (Pengendalian Resistensi Mikroba, MKE (Manajemen Komunikasi dan Edukasi, PAB (Pelayanan Anestesi dan Bedah), bidang Geriatry dan AIDS/HIV. MB-Humas

COMMENTS

Translate »