Pengetahuan tentang perencanaan komunikasi, serta harapan dampak ekonomi dan sosial Akuntabilitas Administrasi Publik merupakan kajian akademik yang penting, terutama bagi akademisi di lingkungan program studi Administrasi Publik. Untuk memutakhirkan pengetahuan para dosen, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) menyelenggarakan seminar internasional “Accountability on Public Administration and Its Communication” (Rabu, 3 Oktober 2018) di Kampus Merah Putih Hang Lekir Jakarta.

Pembicara seminar adalah Prof. Noor Ajman Abd. Rahman, Ph.D. (Institute for Rural Advancement), Prof. P. P, Balan, Ph.D. (Advisor to Royal Government of Bhutan on Local Governance, Expert Committee Member, Ministry of Pachayati Raj for Preparing a Road Map for Strengthening Decentralization in the Union Territories of India), dan

Prof. Young-Hoon Ahn, Ph.D. (Senior Research Fellow in Korea Research Institute for Local Administration, Professor in Public Policy and Public Administration, National Training Institute for Local Public Officials in Korea).

Rektor Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn. saat membuka seminar, menjelaskan, selain berbagi pengetahuan bidang administrasi publik, seminar dimaksudkan sebagai perwujudan kerjasama untuk kemajuan bersama antara Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dengan Kementerian Dalam Negeri Pemerintah dan university Malaysia, India, dan Korea. Seminar juga merupakan realisasi kerjasama antarperguruan tinggi nasional yakni Univ. Binus, Univ. Atmajaya, Univ. Kalbis, Univ. Mercu Buana, dan STIE Bhakti Pembangunan yang perwakilannya hadir dalam seminar.

Pembicara pertama Prof. Noor Ajman Abd. Rahman, Ph.D. mengemukakan bahwa di Malaysia negara bagian (tiga belas negeri dan tiga wilayah federal) mengurus kehidupan masyarakat daerah secara detil. Prof. P. P, Balan, Ph.D. menyebutkan bahwa di India 40% anggaran belanja Negara disediakan untuk pedesaan. Pemerintah India menyelenggarakan lembaga training di pedesaan. Prof. Young-Hoon Ahn, Ph.D. mengutarakan bahwa pemerintah Korea Selatan memberdayakan potensi masyarakat desa untuk mengembangkan ekonomi wilayah.

Moderator seminar, Dr. Cecep Effendy, M.Sc. dengan manis menutup seminar dengan pernyataan, Indonesia melaksanakan program-program pembangunan pedesaan yang menakjubkan, walaupun tanpa gaung internasional, misalnya Desa Pagersari (program peningkatan kemampuan dan profesionalisme aparat pemerintah desa), Prukades (kluster ekonomi desa), P2KP (Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan), dan banyak lagi yang cukup gemilang hasilnya dibandingkan program peningkatan kondisi sosial dan ekonomi di belahan dunia yang lain. Indonesia boleh merasa optimis, dimasa mendatang kegemilangan kehidupan bangsa akan terealisasi. (Humas)

Leave a Comment