BUMN – SEKTOR PERHUBUNGAN “BANGKIT UNTUK NEGERI” Seminar Nasional Pusat Studi BUMN FEB Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Selasa, 28 Agustus 2018

Seminar “Kebangkitan BUMN Sektor Perhubungan” diselenggarakan dengan pertimbangan, potensi BUMN sangat baik namun belum terekspos secara luas. Sehingga Pusat Studi BUMN (PSB) merasa perlu untuk mensosialisasikan fakta yang ada, agar masyarakat dan investor melihat prestasi BUMN. Demikian komentar Ketua PSB FEB Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Ditambahkan, potensi BUMN kita sangat luar biasa namun masih dipersepsi jauh dari yang sebenarnya. Kita mendorong investor agar dapat melihat secara mendalam potensi BUMN dan kita pertemukan seperti lewat forum ini. Seminar dihadiri oleh para investor bidang infrastruktur sektor perhubungan dan kalangan pengamat ekonomi universitas di Indonesia.

Menhub RI, Budi Karya Sumadi, dalam opening speech Seminar menjelaskan, Pilot Project KPBU Kemenhub Tahun 2018 meliputi Pembangunan Proving Ground BPLJSKB, Proyek KPBU Laut (Pelabuhan Kuala Tanjung, Anggrek, Bau-Bau), Bandara Komodo, Bandara Internasional Jawa Barat, Bandara Internasional Yogyakarta Baru, ToD Poris Plawad, dan Pembangunan jalur kereta api untuk Transportasi Publik, sepanjang 142 KM dari Makassar ke Pare Pare di Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari pembangunan KA Trns Sulawesi. Selama ini BUMN mengelola 13 Bandara oleh Angkasa Pura I dan 14 Bandara oleh Angkasa Pura II. Melayani 189,7 juta penumpang per tahun. Mengelola 14 Lokasi Pelabuhan oleh Pelindo I, 12 Lokasi oleh Pelindo II, 15 Lokasi oleh Pelindo III, dan 23 Lokasi oleh Pelindo IV.

Secara garis besar, pembangunan sektor perhubungan meliputi Rail Based Connectivity, Land Connectivity, Sea Connectivity, Air Connectivity, dan Telecommunication. Sehingga jika telah terealisasi Nusantara akan terajut dalam satu kesatuan koneksitas. Juga merupakan pemecahan masalah kesenjangan pembangunan nasional, ketergantungan akan energi dan makanan, keterbelakangan infrastruktur dan industri dasar, tingkat layanan akses finansial yang masih rendah, serta kelambanan penciptaan tenaga kerja yang produktif.

Pembicara dalam seminar yang diselenggarakan oleh PSB Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univ. Moestopo tersebut adalah Para Pengelola BUMN Bidang Transportasi Darat, Dirut Human Capital and General Affairs PT Kereta Api Indonesia, R. Ruli Adi, dan President & CEO PT Garuda Indonesia, Pahala Nugraha Mansury. Pengelola BUMN Bidang Transportasi Laut, Dirut Pelindo I, Bambang Eka Cahyana, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo II, Saptono R. Irianto, Dirut Pelindo III, I.G.N. Ari Askhara Danadiputra, dan Dirut Pelindo IV, Doso Agung. Pengelola BUMN Bandara, Dirut Angkasa Pura I, Faik Fahmi dan Dirut Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin. Bertindak sebagai moderator Talkshow, Ketua Pusat Studi BUMN Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. Cyrillus Harinowo.

Menhub RI, Budi Karya Sumadi mengemukakan, Pemerintah mendorong BUMN dan Swasta berkolaborasi dalam membangun infrastruktur perhubungan. Sehingga pemerintah dapat berkonsentrasi membangun daerah-daerah terluar, terdepan, dan terpencil. Pernyataan tersebut disampaikan oleh menteri dalam Seminar Nasional “Kebangkitan BUMN Sektor Perhubungan”, yang diselenggarakan oleh Pusat Studi BUMN (PSB) Universitas Moestopo, Selasa (28 Agustus 2018) di Graha CIMB Niaga Jakarta. (MB-Humas)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *