Hidup dan mati adalah satu kesatuan

Disertasi   Rudy Harjanto yang   berjudul   “Makna Kematian dalam Perspektif Taoisme dan Relevansinya bagi Nilai-Nilai Perilaku Manusia” bertujuan  untuk  mengidentifikasi dan merumuskan kembali landasan filsafati pemikiran tentang makna kematian, untuk kemudian dianalisis kemungkinan relevansinya dalam upaya menemukan alternatif solusi konseptual bagi nilai nilai perilaku manusia. Kematian adalah bagian dari aktivitas alam semesta sehingga terbentuk keharmonisan dan keseimbangan yang sejalan dengan filsafat Tao. Keharmonisan dan keseimbangan ini berbeda berdasarkan keyakinan masing-masing. Ada beberapa orang atau kelompok yang melakukan hal-hal yang diyakininya benar, meskipun dalam pandangan keyakinan yang lain justru penuh dengan kebencian dan kekerasan. Mereka melakukan pembunuhan terhadap dirinya sendiri, lalu pada saat yang sama melalukan pembunuhan kepada orang lain yang justru tidak dikenal maupun bermusuhan dengan dirinya itu. Oleh sebab itu, diteliti apa makna kematian manusia dalam perspektif Taoisme dan relevansinya bagi nilai nilai perilaku manusia.

Paradigma penelitian yang digunakan adalah fenomenologi hermeneutik untuk melakukan kajian pustaka, rekonstruksi makna, deskripsi latar belakang, dan melaporkan peristiwa-peristiwa khusus. Paradigma yang digunakan memungkinkan para peneliti untuk mengembangkan tinjauan literatur dan kemudian diperkuat oleh rekonstruksi bahan yang dikumpulkan dengan penyelesaian interpretasi berdasarkan pola berpikir induktif. Data berupa studi pustaka dan uraian verbal ditangkap maknanya, diseleksi, dan disarikan dalam bentuk uraian atau laporan yang rinci, diolah dan diklasifikasikan ke dalam sub-sub tema dan menyusunnya ke dalam  bentuk  konsep  yang  runtut dan utuh. Pengolahan data dalam penelitian menggunakan mengunakan metode Analisis, dan Interpretasi. Penelitian ini dilakukan di Jakarta, pada pertengahan tahun 2017 sampai awal 2018, oleh Rudy Harjanto.

Rudy adalah Rektor Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama), dan penelitian ini merupakan disertasi filsafat, yang merupakan disertasi doktoral keempat. Tiga disertasi sebelumnya adalah bidang ekonomi (“Persepsi Harga”), komunikasi (“Word of Mouth”), dan seni (“Karya Seni Partisipatoris”). Disertasi ini dipertahankan dalam sidang terbuka dihadapan Dewan Penguji  pada tanggal 4 Juli 2018 di Kampus Fakultas Filsafat Univ. Gajah Mada Yogyakarta.

Menurut Rudy Harjanto, makna kematian dalam perspektif Taoisme adalah proses untuk menuju kehidupan dalam dimensi lain. Hidup dan mati adalah satu kesatuan, tidak dapat dipisahkan. Manusia menjalani siklus dari alam kembali ke alam. Hubungan dasar kematian adalah proses penyatuan kembali tubuh fisik manusia ke alam. Alam memfasilitasi seseorang untuk dilahirkan kembali dalam bentuk kehidupan lain tertentu sesuai dengan hasil perbuatannya terdahulu. Perbuatan yang didasari oleh energi positif akan memberikan dampak kebaikan, dan menimbulkan nilai-nilai perilaku yang penuh kebaikan. Sebaliknya, perbuatan di masa kehidupan yang didasari oleh energi negatif, setelah kematian, tubuh yang menyatu dengan alam akan mengalirkan energi negatif dan memberikan dampak yang negatif yang menimbulkan nilai-nilai perilaku negatif manusia.

Rudy Harjanto … Lahir 1958

“Hidup adalah perubahan … Sikapi perubahan itu dengan kerendahan hati … Untuk selalu belajar agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi … Lakukan sewajarnya … Sepenuh hati … Memberikan manfaat bagi lingkungan – masyarakat sekitarnya tanpa pamrih – pasrah kepada Nya.”  (MB-Humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *