Jakarta, 12 Juli 2018

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof.DR. Moestopo (Beragama) (FIKOM UPDM(B)) gelar seminar Komunikas Politik bertemakan “Menjadi Pemilih Muda yang Rasional” di Kampus I Moestopo Jalan Hang Lekir I No. 8. Pada Rabu tanggal 11 Juli 2018 dengan pembicara tunggal Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si

Dekan FIKOM UPDM(B) Dr. Prasetya Yoga, M. Si mengatakan peran mahasiswa besar dalam pilkada maupun pemilu 2019. “Peranan mahasiswa besar sekali, Jangan salah memilih.” Ujar Yoga dalam sebutan pembukaan seminar tersebut, juga menghimbau mahasiswa untuk memilih calon-calon yang tidak terlibat kasus korupsi. “Kita gak mau salah pilih. Kalau sampai salah pilih, lihat kepala daerah yang korupsi”.

Pemateri Dr. Gun Gun Heryanto menyadarkan mahasiswa bahwa suara adalah kesadaran. “Suara adalah kesadaran, bukan barang gadaian apalagi barang eceran” jelasnya di hadapan mahasiswa Moestopo. Kita harus hati-hati dengan berita hoax yang merupakan upaya menipu sekelompok besar orang atau dapat dikatakan sebagai penipuan ke publik, intinya hoax adalah informasi yang tidak berdasarkan fakta atau data. Hoax muncul karena kebebasan berekpresi/berpendapat yang salah kaprah, pertarungan kepentingan dan penyimpangan sosial. Lingkaran hoax terjadi dari sumber yang disebarkan melalui media-media yang ada seperti Media sosial, media online, TV dan media cetak

Untuk menjadi pemilih Rasional langkah-langkah yang harus ditempuh adalah memiliki kemampuan mendefinisikan kebutuhan terhadap informasi politik di pilkada, memiliki strategi pencarian yang merupakan strategi “invenstigasi” terhadap seluruh proses politik di Pilkada, terlibat dalam gerakan mengkomunikasikan informasi politik tentang pilkada dan bisa mengevaluasi proses kampanye pilkada serentak.

Sedangkan langkah untuk menjadi pemilih cerdas antara lain mendaftar dan  menganalisa isu-isu kontemporer melalui teknih CFR (Conclusion, Finding, Recommendation), membuat peer group untuk sharing dan melakukan aksi bersama, melakukan pendidikan politik untuk memperbesar attentive public, mempublikasikan tulisan yang fokus menganalisa dinamika pemilu, membuat jejaring dengan kelompok suprastruktur politik (eksekutif-legislatif-yudikatif) dan infrastruktur politik (partai politik, interest group, pressure group, media komunikasi politik dan figur politik), melakukan advokasi (litigasi dan non litigasi), menginisiasi respon opini publik terkait kebijakan publik dan mengintensifkan diskusi melalui ICT.

Diharapkan dengan diselenggarakannya seminar ini mahasiswa yang mayoritas adalah pemilih pemula bisa sadar dan melek politik serta secara sadar ambil bagaian dalam Pemilu 2019 dan pilkada-pilkada. Acara ditutup dengan pemberian cindera mata dan foto bersama dengan dosen-dosen yang hadir….

Humas-sl

Leave a Comment