Menyingkap Kebijakan Moneter dan Fiskal BI dan Kebangkitan BUMN

Jakarta, 7 Maret 2018

Ekonomi Indonesia hanya akan mampu berkembang sekitar 5,07 % di tahun 2017, terkait fluktuasi harga, ketidakpastian, kompleksitas, dan keraguan. Presiden Jokowi fokus pada strategi menyempurnakan infrastruktur untuk mencapai efisiensi. Optimisme timbul karena daya saing Indonesia akan meningkat secara dramatis, demikian pendapat Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM, A.Tony Prasetiantono, MSc., PhD., dalam Seminar Nasional “Perekonomian Indonesia di Tengah Optimisme Global” yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPDM (B), Selasa 6 Maret 2018 lalu di Graha CIMB Niaga Jl Jenderal Sudirman Jakarta.

Dr. Cyrillus Harinowo, Komisaris BCA, mengemukakan bahwa BUMN pada era ini sedang menggeliat bangkit. Garuda Indonesia, Five Star Airline melaksanakan transformasi yang luar biasa. Jasa Marga bangkit melengkapi infrastruktur nasional, BNI melakukan turn around, Angkasa Pura dan Pelindo berusaha Merangkai Nusantara, PTDI memasok CN 235 MPA untuk AL Korea, PAL sedang mengembangkan produksi submarine, Pertamina terus mengembangkan Pertalite. Disimpulkan bahwa BUMN akan menjadi salah satu kekuatan bisnis yang sangat besar di Asia Tenggara.

Faktor geopolitik global yang relatif mereda akan membawa kondisi perekonomian Indonesia tahun mendatang lebih baik. Pemerintah meyakinkan, target pertumbuhan ekonomi 2018 sebesar 5,4 % tetap realistis, seiring dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang diperkirakan tumbuh 3,6 % dan rata-rata pertumbuhan Negara-negara berkembang 4,8 %. Konsumsi pemerintah diproyeksikan dapat tumbuh 3,8 %, dengan fokus anggaran belanja yang makin efisien, konsisten dengan prioritas menunjang mengeliminasi kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan meningkatkan produktivitas. Demikian asumsi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Wibowo, S.E., M. Phil. dalam seminar nasional yang berlangsung sehari.

Selain itu yang juga mengisi materi dalam Seminar Nasional ini adalah Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, SE, MBA., yang menggantikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, MSc., PhD., yang berhalangan hadir, Ryan Kiryatno, SE., MM., Vice President Bank BNI dan Donny Arsal, SE., Direktur Keuangan PT. Jasa Marga, Tbk.

Humas – mb/sl

Leave a Comment