Penataan Ulang Tata Ruang DKI Jakarta Terkait Pembaharuan Profesi Warga

Jakarta, 25 Maret 2018

Menjawab pertanyaan seorang mahasiswa Pascasarjana UPDM (B), dalam seminar nasional “Komunikasi Antar Lembaga Pusat dengan Daerah”, di Kampus Merah Putih UPDM (B), Sapta Odang menjelaskan bahwa komunikasi organisasi yang baik antara Pusat, Daerah dan Masyarakat, akan membuahkan kebijakan daerah yang efektif. Misalnya penataan Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat, seharusnya dikaitkan dengan pembaruan profesi. Penataan tata ruang DKI Jakarta, sebagai Ibu Kota Negara, sesuai fungsi kota, seharusnya juga mempertimbangkan peningkatan kualitas profesi warga, sesuai tuntutan kemajuan Bangsa.

Tukang becak dan pedagang kaki lima, baiknya ditingkatkan kualitas profesionalitasnya menjadi pengemudi kendaraan kota dan pedagang yang lebih bermartabat. Mengayuh becak untuk sumber penghidupan dirasakan sudah tidak manusiawi. Harusnya diberikan peluang untuk mengambil profesi lain, misalnya sebagai pengemudi transportasi umum bermotor lain. Tukang becak berpenghasilan rata-rata 70 ribu rupiah perhari, jauh di bawah UMR. Jika dialihkan kualitas keterampilannya menjadi pengemudi Ojek Online, misalnya, bisa meningkat penghasilannya, menjadi rata-rata sebesar 3,4 juta rupiah per bulan. Dengan pengeluaran energi yang jauh berbeda.

Membahas kewenangan DPD RI, Oesman Sapta Odang yang berhasil memperoleh gelar Doktor Honoris Causa dari Senior University International di Amerika Serikat pada tahun 1999 itu mengemukakan, DPD sesuai UU MD3, memiliki kemandirian dalam menyusun  anggaran yang dituangkan ke dalam program dan kegiatan sesuai dengan ketentuan perundangan. Kedudukan DPD adalah sangat strategis dalam menentukan keberhasilan pembangunan daerah. Sedang identitas keberhasilan pembangunan nasional adalah majunya daerah-daerah di Tanah Air. Demikian pendapat Sapta.

Oesman Sapta, pendiri Partai Persatuan Daerah, dan pemilik konglomerasi OSO Group yang bergerak di bidang percetakan, pertambangan, air mineral, properti, perkebunan, perikanan, transportasi, komunikasi, keuangan, dan perhotelan, menilai Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) adalah petarung, pejuang bangsa, yang berusaha memperkokoh tegaknya Pancasila, Kebhinekaan, dan NKRI. Oleh karena itu, Sapta dalam keterbatasan waktunya menyempatkan hadir sebagai pembicara dalam seminar nasional Pascasarjana UPDM (B) di Kampus Hanglekir lantai 2 Gedung Perdamaian, yang dihadiri lebih dari 500 mahasiswa.

Humas – mb/sl

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *