ANGKAT SUMPAH DOKTER GIGI BARU FKG UPDM(B)

Jakarta, 17 Januari 2018

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), kembali menyelenggarakan angkat sumpah bagi dokter gigi baru lulusan semester ganjil tahun akademik 2017/2018 di Century Park Hotel Jakarta Pusat pada hari Selasa, 16 Januari 2018 dihadiri oleh Ketua Pengurus : Ignatius Kusnanto, S.Kom, Rektor  Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn., Wakil Rektor I Dr. Andriansyah, M.Si, SE., MM., Wakil Rektor III Dr. Bambang Winarso, M.Sc., Dekan FKG UPDM (B) Prof. Dr. Budiharto, drg., S.KM beserta jajarannya, Dekan FISIP Dr. Taufiqurokhman, M.Si, Wakil Dekan I FIKOM Dr. Novita Damayanti, M.Si. Kepala RSGM UPDM, Kepala Rumah Sakit Polri dan Wakil dari Dinas Kesehatan Jakarta Selatan.

Setelah seluruh Pimpinan Yayasan, Rektorat dan Fakultas memasuki ruangan upacara, seluruh hadirin menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Dekan FKG UPDM(B). Upacara pengangkatan sumpah dokter gigi baru dibuka oleh Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Budiharto, drg., S.KM., dilanjutkan dengan laporan akademik oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Mirna Febriani, drg, M.Kes.

Prosesi pengangkatan sumpah di awali dengan Pengucapan lafal sumpah dokter gigi di pimpin oleh Dekan FKG diikuti oleh 30 orang dokter gigi baru yang didampingi oleh rohaniawan Islam Ustad Faris Fariansyah SE., rohaniawan Kristen Protestan Pdt. Marfan Ferdinanda Nikijuluw Tahamat, S.Th., rohaniawan Katolik Romo Dr. Binawan, Sj., dilanjutkan dengan pembacaan doa dan pengukuhan yang didampingi oleh para rohaniawan, selanjutnya penandatangan naskah sumpah oleh para dokter baru dan Dekan FKG serta Rektor UPDM(B) dan Rohaniwan yang didampingi oleh Wakil Dekan I Dr. Mirna Febriani, drg, M.Kes., Wakil Dekan II Herlia Nur Istindiah, drg., M.Si., SpOrto, Kaprodi Akademik Nety Trisnawaty, drg, Ph.d dan Kaprodi Profesi Ika Anisyah, drg, Sp.KGA dilanjutkan penyerahan buku kode etik kedokteran gigi secara simbolis dari Ketua Ikatan Alumni FKG UPDM(B) kepada Filda Ilmi Khumaria, drg mewakili dokter gigi baru selanjutnya pemberian piagam penghargaan kepada lulusan terbaik Filda Ilmi Khumaria, drg dilanjutkan penyerahan kenang-kenangan dari Filda Ilmi Khumaria, drg mewakili dokter gigi baru kepada Rektor UPDM(B), Dekan FKG UPDM(B) dan Ketua Ikatan Alumni FKG UPDM(B) selanjutnya penyerahan Alumni dari Ketua Senat Mahasiswa FKG Christian Stefanus kepada Wakil Dekan I Dr. Mirna Febriani, drg., M.Kes selanjutnya diserahkan kepada ketua alumni FKG UPDM (B) Drg. Dwi Harianto

Sambutan-sambutan diawali dengan perwakilan dokter gigi baru Filda Ilmi Khumaria, drg dengan IPK tertinggi yang mengatakan Pertama-tama bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugrah dan kasih sayangNya yang diberikan dan menyampaikan menjadi Dokter gigi adalah puncak pendidikan selama bertahun-tahun yang seperti petani memanen hasil tanamnya dan merupakan perjalan panjang dengan jatuh bangunnya dan kita wajib terima kasih kepada Allah dan orang tua kita yang telah merawat dan membesarkan kita serta berjuang untuk kita sampai menjadi seperti sekarang ini dengan kesabarannya semoga kita dapat membalasnya, menjadi Dokter adalah dambaan kami sejak kecil namun pada saat SMA banyak pilihan yang ditawarkan dan kita memilih sesuai dengan pation kita dan orang tua juga membantu mengarahkan dan membimbing kita untuk menjadi dokter gigi yang memerlukan perjuang yang berat dan kesabaran, pertama saat kuliah kami berkesan dengan ospek yang memberikan bimbingan untuk cara belajar yang baik tidak sombong dan mampu bekerja sama, satu yang paling berkesan kita diberi kesempatan untuk berziarah kemakam pendiri Universitas yaitu Pak Moestopo dan kita wajib berdoa untuknya semoga beliau diberikan tempat yang layak disisiNya, dalam pendidikan kita dilatih untuk mempelajari sistem tubuh dan juga kecepatan dan terampilan untuk dapat menghadapi pasien dan juga kita belajar ekonomi dan untuk memampu mengelola emosi dimana pasien telah datang sesuai jadual namun situasi tidak memungkinkan untuk kita menanganinya dan juga tidak bisa kita abaikan keampuhan doa orang tua yang membawa kita sampai pada saat ini, kami persembahkan keberhasilan ini untuk ayah dan ibu, terimakasih juga kepada dosen-dosen, karyawan yang banyak membimbing kami dengan sabar dan kasih sayangnya membantu untuk menyelesaikan pendidikan dokter gigi, semoga yang telah kami dapatkan hari ini dapat menjadi bakti kami, kepada teman sejawat dokter gigi baru ini bukanlah akhir dari perjalanan kita tapi awal dari kehidupan dan terima kasih atas kebersamaannya, atas kerja kerasnya untuk kita sampai pada hari ini dan menjadi bekal kita terjun kemasyarakat dilanjutkan dengan perwakilan orang tua dokter gigi baru Bapak Komjen Pol. Drs. Budi Waseso yang mengucapkan puji syukur kepada Allah yang telah memberikan rahmatnya atas keberhasilan ini dan kebahagian kami para orang tua atas keberhasilan menjadi profesi dokter gigi, proses pendidikan dokter gigi adalah sebuah kesempatan yang tidak didapat secara mudah karena tidak semua orang yang mendapatkan kesempatan untuk dapat belajar ini masih banyak ribuan orang diluar sana yang punya keinginan yang sama untuk dapat menjadi dokter gigi. Mengucapkan banyak terima kasih kepada keluarga besar UPDM(B) yang telah membimbing dan mengarahkan dan fasilitas para dokter gigi baru sampai pada titik hari ini semoga dibalas oleh yang Maha Kuasa dan juga pesan kepada dokter gigi baru untuk selalu ingat peranan orang-orang sekeliling yang juga tidak kalah peranannya. Teruslah bekerja keras kreatif dan inovatif, menjaga sikap untuk lebih baik jagalah nama baik orang tua dan almamater, kepada civitas akademika terima kasih atas bantuan dan bimbingannya, kamilah yang paling berbahagia menghantarkan anak-anak kami menggapai cita-citanya.

Dalam sambutannya Dekan FKG UPDM(B) Prof. Dr. Budiharto, drg., S.KM menyatakan janga lupa teruslah belajar jangan berhenti, sebelumnya para dokter gigi sebagai mahasiswa dan kini sebagai teman sejawat menjadi bagian dokter gigi lulusan UPDM(B) sejak perdiri sampai dengan saat ini berjumlah 3601 dan sudah dapat diterima secara nasional maupun internasional karena telah tersebar baik didalam maupun diluar negeri, Hidup adalah pilihan menjadi dokter juga pilihan dimana untuk mendapatkan pasien kita paling banyak 50 pasien tetapi jika menjadi pendidikan kita dapat menghasilkan kader-kader yang lebih banyak, kepada teman sejawat saya mengingatkan bahwa peranan orang tua untuk para dokter gigi baru adalah sangat penting dan jalinan hubungan ini jangan diputus karena telah lulus menjadi dokter gigi karena adat ketimuran kita harus selalu dijaga keharmonisannya, rohaniawan yang mendampingi dalam sumpah tadi juga tidak lepas peranannya dimana universitas Moestopo membawa Beragama dibelakangnya dengan makna yang sangat kuat bahwa Agama yang dianut para dokter gigi harus selalu dipelihara dan didalami makna dan hakekatnya, dan semoga dapat meneruskan kependidikan yang lebih sekali lagi selamat juga kepada para orang tua.

Rektor  UPDM(B) Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn., Pagi ini  saya turut berbahagia dengan bertambahnya dokter gigi baru sebanyak 51 yang melengkapi lulusan UPDM(B) menjadi 3601 dan Indonesia masih memerlukan banyak dokter gigi, profesi dokter gigi menjadikan dunia ini damai dimana profesi ini membauat banyak orang tersenyum, perkembangan teknologi mempengaruhi juga profesi dokter gigi maka teruslah belajar dan janga lupa ahlak yang harus dijaga, semoga kita bermanfaat bagi banyak orang.

Ketua Pembina drg. RM. H. Hermanto, JM, SKG, MM yang diwakili oleh Ketua Pengurus Ys. UPDM, Ignatius Kusmanto, S.Kom, dalam sambutannya mengingatkan bahwa para dokter gigi baru akan menghadapi tugas baru yaitu tugas profesi dalam rangka mengamalkan ilmu serta mengabdikan diri pada masyarakat, bangsa dan Negara, terus belajar untuk berkarya agar Indonesia bebas dari penyakit mulut seperti perjuangan pendiri dan Bapak Dokter Gigi Indonesia Prof. Dr. Moestopo dan selalu memngingat warisannya yang berupa tujuh mutiara yaitu 1. Multipurpose culture, land use mix farming (semua yang ada di dunia ini berguna ganda dan semua bisa dikerjakan dengan berdaya guna dan berhasil guna, 2. Self help, self propelling growth (harus bisa menolong diri sendiri dan semua akan tumbuh dan berjalan dengan sendirinya, 3. Do it ( kerjakan apa yang bisa dikerjakan (jangan malas) dengan kerja kita dapat duit (rezeki) setelah dapat duit kudu iwit-iwit (sederhana), 4.Problem solving (setiap persoalan harus bisa/berani/mampu dipecahkan dan tidak boleh lari dari persoalan yang dihadapi, 5.Check and recheck (jangan percaya pada diri sendiri dan jangan percaya pada orang lain), 6. Keep it simple and smilling sweet (buatlah semua itu dengan mudah dan percaya diri, jangan sesuatu itu dipersukar karena membuat stres, tersenyumlah dengan manis karena senyum adalah anugrah Tuhan Yang maha Esa, 7. Segala usaha manusia akhirnya diserahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai Sang Khalik dan Pencipta Alam. Ini bukan akhir tapi langkah awal memenyebarkan ilmu yang didapat dan banyak tantangan dalam melakukannya untuk itu terus belajar dan berkarya.

Upacara angkat sumpah diakhiri dengan pembacaan doa oleh Ustad Faris Fariansyah, SE secara Islam yang diikuti oleh para hadirin yang hadir dan diakhiri dengan pemberian ucapan terima kasih kepada para orang tua masing-masing yang dipenuhi oleh rasa haru dan foto bersama sumpahwan dengan Dekan FKG UPDM (B) beserta jajarannya, Rektor dan Wakil Rektor I, dan III Ketua Pengurus Harian Yayasan UPDM dan Wakil Alumni FKG UPDM(B) dan para pimpinan Fakultas dan Pasca Sarjana, dan para Undangan yang hadir.

HUMAS – sl

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *