Menteri Sosial Resmikan Monumen Patung Pahlawan Nasional Mayjen TNI (Purn.) Prof. Dr. Moestopo di Kediri Jawa Timur

Kediri, 18 Desember 2017

Menteri Sosial R.I., Khofifah Indar Parawansa meresmikan monumen patung Pahlawan Nasional Mayjen TNI (Purn) Prof. Dr. Moestopo di Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Senin (18/12/2017). Hadir dalam acara tersebut Bupati Kediri Hj. Haryanti Sutrisno, Pimpinan dan Karyawan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), para Veteran, Pemuka Masyarakat, serta Siswa Sekolah Desa Ngadiluwih.

Bersamaan dengan acara peresmian Monumen Prof Dr Moestopo, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta menyelenggarakan bakti sosial. Acara bakti sosial diawali dengan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gigi dan mulut, serta kampanye sikat gigi massal untuk murid sekolah dasar.

Ketua Yayasan Universitas Prof Dr Moestopo, Dr. RM. H. Hermanto, JM, SKG, drg, MM., dalam sambutannya pada acara tersebut mengutarakan bahwa, Yayasan dan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) serta keluarga besar almarhum Mayjen TNI (Purn.) Prof. Dr. Moestopo, mengucapkan terima kasih kepada Menteri Sosial dan Bupati Kediri, serta masyarakat desa Ngadiluwih atas diresmikannya monumen patung Pahlawan Nasional Mayjen TNI (Purn) Prof. Dr. Moestopo di Desa Ngaduluwih Kabupaten Kediri”.

Kedepannya Yayasan Universitas Prof. Dr. Moestopo akan menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kediri, antara lain dalam bidang pendidikan, dengan mendirikan Sekolah Farmasi, Sekolah Tinggi Kesehatan serta Sekolah Tinggi lainnya. Sebelum meninggal dunia, Mayjen TNI (Purn) Prof. Dr. Moestopo memberikan pesan antara lain, tentang Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; Penghormatan kepada orangtua dan guru; Kehormatan dan ketaatan kepada Negara Republik Indonesia dan Undang-Undang Dasar 1945; Rajin menambah pengetahuan dan bekerja;  Berjuang dan membangun sampai akhir hayat; Mengimplementasikan butir-butir Pancasila dalam tingkah laku sehari-hari.

Bupati Kediri, Hj. Haryanti Sutrisno dalam sambutannya mengatakan, Mayjen TNI (Purn) Prof. Dr. Moestopo merupakan sosok yang banyak berjasa tidak hanya di Kabupaten Kediri namun juga kepada bangsa dan negara. Pengabdiannya sebagai seorang Tokoh Militer dan juga Tokoh Akademisi mendorong berdirinya Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Merupakan suatu kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Kediri bahwa putra daerah dapat menjadi salah satu tokoh Pahlawan Nasional. Pembangunan monumen tidak hanya sebagai wujud penghargaan kepada Mayjen TNI (Purn) Prof. Dr. Moestopo, tapi juga menginspirasi masyarakat untuk meneladani dan meneruskan perjuangan beliau dalam membangun bangsa dan negara. Ke depannya diharapkan iklim perekonomian di sekitar Taman Ngadiluwih dan Monumen Mayjen TNI Prof. Dr. Moestopo dapat semakin berkembang. Pengunjung yang datang kian bertambah sehingga kawasan Ngadiluwih bisa menjadi destinasi wisata baru.

Acara peresmian monumen dilanjutkan dengan penandatanganan hibah monumen patung Prof. Dr. Moestopo oleh Ketua Yayasan UPDM dan Bupati Kediri. Serta dilanjutkan dengan penandatangan prasasti peresmian monumen patung oleh Menteri Sosial RI. Pada penutup acara, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Bupati Kediri Hj. Haryanti Sutrisno, serta Ketua Yayasan UPDM Dr. RM. H. Hermanto, JM, SKG, drg, MM. menyerahkan sembako gratis kepada masyarakat desa Ngadiluwih.

Menteri Sosial RI mengimbau, agar masyarakat Kabupaten Kediri dan sekitarnya tidak hanya berkunjung di lokasi tersebut, namun juga meneladani jiwa, semangat, dan pengorbanan sosok Mayjen TNI (Purn) Prof. Dr. Moestopo sebagai tokoh militer, akademisi, serta pejuang PETA. Peletakan patung tersebut merupakan hibah dari Yayasan Universitas Dr. Moestopo kepada Pemerintah Kabupaten Kediri. Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri adalah tanah kelahiran Mayjen TNI (Purn) Prof. Dr. Moestopo. Monumen yang didirikan, selain dapat menjadi pengingat jasanya, juga menjadi sarana edukasi untuk warga, sekaligus menjadi obyek wisata baru. Masyarakat bisa lebih mengenal sosok pahlawan nasional lewat prasasti yang telah tertulis di monumen itu. (isy-Humas)

 

ANGKAT SUMPAH DOKTER GIGI BARU FKG UPDM(B)

Jakarta, 13 Desember 2017

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), kembali menyelenggarakan angkat sumpah bagi dokter gigi baru lulusan semester ganjil tahun akademik 2017/2018 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Jakarta Selatan pada hari Selasa, 12 Desember 2017 dihadiri oleh Ketua Pengurus : Ignatius Kusnanto, S.Kom, Rektor  Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn., Wakil Rektor I Dr. Andriansyah, M.Si, Wakil Rektor II Dr. Sumarhadi, SE., MM., Wakil Rektor III Dr. Bambang Winarso, M.Sc., Dekan FKG UPDM (B) Prof. Dr. Budiharto, drg., S.KM beserta jajarannya, PLT. Dekan FE Dr. Wibowo, SE., M.Phil, Dekan FIKOM Dr. Prasetya Yoga Santoso, MM., Kepala RSGM UPDM, Kepala Rumah Sakit Polri dan Wakil dari Dinas Kesehatan Jakarta Selatan.

Setelah seluruh Pimpinan Yayasan, Rektorat dan Fakultas memasuki ruangan upacara, seluruh hadirin menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Dekan FKG UPDM(B). Upacara pengangkatan sumpah dokter gigi baru dibuka oleh Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Budiharto, drg., S.KM., dilanjutkan dengan laporan akademik oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Mirna Febriani, drg, M.Kes.

Prosesi pengangkatan sumpah di awali dengan Pengucapan lafal sumpah dokter gigi di pimpin oleh Dekan FKG diikuti oleh 30 orang dokter gigi baru yang didampingi oleh rohaniawan Islam Ustad Faris Fariansyah SE., dan rohaniawan Kristen Protestan Pdt. Rittar Nababan, S.Th., MM dilanjutkan dengan pembacaan doa dan pengukuhan yang didampingi oleh para rohaniawan, selanjutnya penandatangan naskah sumpah oleh para dokter baru dan Dekan FKG serta Rektor UPDM(B) dan Rohaniwan yang didampingi oleh Wakil Dekan I Dr. Mirna Febriani, drg, M.Kes., Wakil Dekan II Herlia Nur Istindiah, drg., M.Si., SpOrto, Kaprodi Akademik Nety Trisnawaty, drg, Ph.d dan Kaprodi Profesi Ika Anisyah, drg, Sp.KGA dilanjutkan penyerahan buku kode etik kedokteran gigi secara simbolis dari Ketua Ikatan Alumni FKG UPDM(B) kepada Nadia Maulidina Humaira, drg mewakili dokter gigi baru selanjutnya pemberian piagam penghargaan kepada lulusan terbaik Nadia Maulidina Humaira, drg dilanjutkan penyerahan kenang-kenangan dari Nadia Maulidina Humaira, drg mewakili dokter gigi baru kepada Rektor UPDM(B), Dekan FKG UPDM(B) dan Ketua Ikatan Alumni FKG UPDM(B) selanjutnya penyerahan Alumni dari Ketua Senat Mahasiswa FKG Christian Stefanus kepada Wakil Dekan I Dr. Mirna Febriani, drg., M.Kes selanjutnya diserahkan kepada ketua alumni FKG UPDM (B) Drg. Dwi Harianto

Sambutan-sambutan diawali dengan Ketua panitia acara sumpah dokter gigi baru Hizkia Jusuf Tarawan, drg menyampaikan banyak terima kasih kepada dosen-dosen yang banyak membimbing para dokter gigi baru dengan sabar dan kasih sayangnya juga kepada orang tua yang dengan sabar dan banyak pengorbanan membantu untuk menyelesaikan pendidikan dokter gigi dilanjutkan dengan perwakilan dokter gigi baru Nadia Maulidina Humaira, drg. Pertama-tama bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugrah yang diberikan dan menyampaikan banyak terima kasih kepada orang tua kita yang telah merawat dan membesarkan kita serta berjuang untuk kita sampai menjadi seperti sekarang ini dengan kesabarannya semoga kita dapat membalasnya, kami persembahkan keberhasilan ini untuk ayah dan ibu, terimakasih juga kepada dosen-dosen yang banyak membimbing kami dengan sabar dan kasih sayangnya membantu untuk menyelesaikan pendidikan dokter gigi, semoga yang telah kami dapatkan hari ini dapat menjadi bakti kami, kepada teman sejawat dokter gigi baru terima kasih atas kebersamaannya dan atas kerja kerasnya untuk kita sampai pada hari ini dan menjadi bekal kita terjun kemasyarakat dilanjutkan dengan perwakilan orang tua dokter gigi baru Ibu Ir. Welny Mathias yang mengucapkan puji syukur kepada Allah yang telah memberikan rahmatnya atas keberhasilan ini dan terima kasih atas kesempatan ini, proses pendidikan dokter gigi adalah sebuah kesempatan yang tidak didapat secara mudah karena tidak semua orang yang mendapatkan kesempatan untuk dapat belajar ini masih banyak diluar sana yang punya keinginan yang sama untuk dapat menjadi dokter gigi. Mengucapkan banyak terima kasih kepada para dosen yang telah membimbing dan mengarahkan para dokter gigi baru sampai pada titik hari ini dan juga pesan kepada dokter gigi baru untuk selalu ingat peranan orang-orang sekeliling yang juga tidak kalah peranannya. Teruslah bekerja keras kreatif dan inovatif, menjaga sikap untuk lebih baik, kepada civitas akademika terima kasih atas bantuan dan bimbingannya, kamilah yang paling berbahagia menghantarkan anak-anak kami menggapai cita-citanya.

Dalam sambutannya Dekan FKG UPDM(B) Prof. Dr. Budiharto, drg., S.KM menyatakan selamat ulang tahun kepada Rektor yang berulang tahun pada hari ini, sebelumnya para dokter gigi sebagai mahasiswa dan kini sebagai teman sejawat mengingatkan bahwa peranan orang tua untuk para dokter gigi baru adalah sangat penting dan jalinan hubungan ini jangan diputus karena telah lulus menjadi dokter gigi karena adat ketimuran kita harus selalu dijaga keharmonisannya, rohaniawan yang mendampingi dalam sumpah tadi juga tidak lepas peranannya dimana universitas Moestopo membawa Beragama dibelakangnya dengan makna yang sangat kuat bahwa Agama yang dianut para dokter gigi harus selalu dipelihara dan didalami makna dan hakekatnya, dan semoga dapat meneruskan kependidikan yang lebih ataupun mencari ijabsah untuk membina keluarga sakinah, mawadah dan waromah sekali lagi selamat juga kepada para orang tua.

Rektor  UPDM(B) Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn., mengucapkan banyak terima kasih atas ucapan ulang tahunnya dan hari ini genap 26 tahun saya mengabdi di UPDM(B), kepada dokter gigi baru teruslah belajar karena ilmu selalu berkembang, dalam kesempatan ini juga saya memberitahukan bahwa Dr. Mirna Febriani, drg, M.Kes., akan ke luar negeri untuk seminar dan kursus singkat dan mencari informasi peralatan kedokteran gigi yang lebih baik dari Jepang dan Jerman, 30 dokter gigi baru yang dikukuhkan saat ini luar biasa perjuangannya dan selamat menjadi dokter gigi, jagalah nama baik Fakultas dan Universitas dan menjalin hubungan yang baik dengan sesama alumni yang sampai saat ini sudah mencapai kurang lebih 3600 dokter gigi dan 32000 lebih dokter gigi alumni dari beragam Universitas yang ada dan teruslah belajar.

Ketua Pembina drg. RM. H. Hermanto, JM, SKG, MM yang diwakili oleh Ketua Pengurus Ys. UPDM, Ignatius Kusmanto, S.Kom, dalam sambutannya mengingatkan bahwa para dokter gigi baru akan menghadapi tugas baru yaitu tugas profesi dalam rangka mengamalkan ilmu serta mengabdikan diri pada masyarakat, bangsa dan Negara, terus belajar untuk berkarya agar Indonesia bebas dari penyakit mulut seperti perjuangan pendiri dan Bapak Dokter Gigi Indonesia Prof. Dr. Moestopo dan selalu memngingat warisannya yang berupa tujuh mutiara yaitu 1. Multipurpose culture, land use mix farming (semua yang ada di dunia ini berguna ganda dan semua bisa dikerjakan dengan berdaya guna dan berhasil guna, 2. Self help, self propelling growth (harus bisa menolong diri sendiri dan semua akan tumbuh dan berjalan dengan sendirinya, 3. Do it ( kerjakan apa yang bisa dikerjakan (jangan malas) dengan kerja kita dapat duit (rezeki) setelah dapat duit kudu iwit-iwit (sederhana), 4.Problem solving (setiap persoalan harus bisa/berani/mampu dipecahkan dan tidak boleh lari dari persoalan yang dihadapi, 5.Check and recheck (jangan percaya pada diri sendiri dan jangan percaya pada orang lain), 6. Keep it simple and smilling sweet (buatlah semua itu dengan mudah dan percaya diri, jangan sesuatu itu dipersukar karena membuat stres, tersenyumlah dengan manis karena senyum adalah anugrah Tuhan Yang maha Esa, 7. Segala usaha manusia akhirnya diserahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai Sang Khalik dan Pencipta Alam. Ini bukan akhir tapi langkah awal memenyebarkan ilmu yang didapat dan banyak tantangan dalam melakukannya untuk itu terus belajar dan berkarya.

Upacara angkat sumpah diakhiri dengan pembacaan doa oelh Ustad Faris Fariansyah, SE secara Islam yang diikuti oleh para hadirin yang hadir dan diakhiri dengan pemberian ucapan terima kasih kepada para orang tua masing-masing yang dipenuhi oleh rasa haru dan foto bersama sumpahwan dengan Dekan FKG UPDM (B) beserta jajarannya, Rektor dan Wakil Rektor I, II,dan III Ketua Pengurus Harian Yayasan UPDM dan Wakil Alumni FKG UPDM(B) dan para pimpinan Fakultas, dan para Undangan yang hadir.

HUMAS – sl

 

Mahasiswa/i FEB Moestopo Menjadi Juara 3 Dalam Perlombaan “AUDINATION – Audit Untuk Negeri”

Mahasiswa/i Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) menjadi Juara 3 dalam Perlombaan Cerdas Cermat di “AUDINATION – Audit Untuk Negeri”, yang diselenggarakan pada tanggal 27-30 November 2017 di Pusdiklat BPK RI  – Jl. Bina Warga II Kalibata, Jakarta Selatan.

“AUDINATION – Audit Untuk Negeri merupakan perlombaan Audit tingkat nasional yang pertama kali diadakan oleh Pusdiklat BPK RI dan akan diikuti oleh mahasiswa/i dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia.

Adapan programnya terdiri dari : Seminar ( AudiShare ) oleh Menristekdikti; Games: AudiKnow ( Cerdas Cermat), AudiTisme ( Debat Audit ), AudiRace ( Praktikum Audit), Audea ( Karya Tulis ) , AuDesign ( FGD ), AudiCreate ( Publikasi Karya Inovasi Audit – bisa dikuti mahasiswa fakultas lain); AudiTour: melihat fasilitas pembelajaran di Pusdiklat; Penayangan Film “ Sang Penjaga” tentang Suka Duka Profesi sebagai seorang Auditor; Juga terdapat Music Corner dan Food Bazaar di area acara ini berlangsung; Seluruh peserta mendapatkan Sertifikat dari BPK RI dan berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik dan trophy bergilir.

“AUDINATION – Audit Untuk Negeri” diselenggarakan diharapkan agar lebih tersosialisasi mengenai peran Auditor dalam pemerintahan secara utuh, dapat menarik minat dari para mahasiswa/i untuk mempelajari mengenai Audit dari sumber yang terpercaya sehingga akan melahirkan auditor-auditor yang cerdas dan handal.

Peserta dalam kegiatan tersebut, antara lain : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Universitas Indonesia,  Univ. Mercu Buana, Kalbis Institute, UPN Yogyakarta, UPN Jakarta, UKRIDA, GUNADARMA, UMM, Politeknik Negeri Medan. (Isy-Humas)