PERESMIAN GEDUNG BARU SMK KESEHATAN PROF. DR. MOESTOPO

Jakarta, 18 Mei 2017

Yayasan Universitas Prof. Dr. Moestopo meresmikan gedung baru SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo (17/5) yang dihadiri oleh Ketua Pembina Yayasan UPDM, drg. RM. H. Hermanto, JM, SKG, MM, anggota pembina Yayasan UPDM, Prof. Dr. Thomas Suyatno, M.M, Ketua Pengurus UPDM, Ignatius Kusnanto, S.Kom,  Wakil Ketua Pengurus UPDM, Drs. Soenardi Dwidjosusastro, M.Si, Sekretaris Pengurus UPDM drg. Johanes Octavianus Tumilisar, Staf Khusus Ketua Pembina :  Moh. Natsir, SE, Akt, Penasehat Yayasan UPDM, Prof. Dr. H. Sunarto, M.Si, Rektor UPDM (B), Prof. Dr. Dr. Dr. Rudy Harjanto, S.Ikom., MM., M.Sn beserta jajarannya,  Dekan FISIP UPDM (B), Dr. Himsar Silaban, MM, Perwakilan Fakultas, Dirjen Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri RI, Dr. Nata Irawan, SH, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan Pendidikan Bogor, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Kepala Sekolah SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo, Fransisca Agustina, SE, MM,  beserta jajarannya, Camat Leuwisadeng beserta seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Leuiwisadeng.dan Staf Yayasan UPDM, Staf Fakultas dan Staf UPDM (B) serta Siswa/i SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo.

Acara peresmian gedung baru SMK Kesehatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan saritilawah oleh siswi SMK selanjutnya penampilan tarian tradisional oleh Siswi SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo  yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta sambutan dari Wakil Ketua Pengurus Yayasan UPDM, Drs. Soenardi Dwidjosusastro, M.Si mewakili Tim Pembangunan SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejak tahun 2013, yayasan UPDM melakukan pengkajian di lingkungan wilayah Leuwilang mengenai pendidikan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat lingkungan wilayah Leuwilang, kemudian sesuai  dengan visi dan misi Yayasan UPDM (B), akhirnya disepakati pendirian SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo di Leuiwisadeng. Berdasarkan Keputusan ketua Pembina Yayasan UPDM dibentuk Tim untuk mempersiapkan pendirian SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo yang diketuai oleh Moh. Natsir, SE, Akt, dan akhirnya dengan Keputusan Ketua Pembina Yayasan UPDM  tanggal 3 Maret 2014 telah berdiri SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo mulai tahun ajaran 2014/2015, akhirnya melalui Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Bogor tahun 2014 diberikan ijin berdirinya SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo.

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa pembangunan gedung SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo berdasarkan keputusan Ketua Pembina Yayasan UPDM no. 11a,  tanggal 15 Januari 2016, dibentuk tim pembangunan gedung SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo diatas lahan yang telah di siapkan dan awal juni 2016 dimulai pembangunan dan Maret 2017 telah selesai.

Kepala Sekolah SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo, Fransisca Agustina, SE, MM dalam sambutan menyampaikan bahwa pada awal berdirinya SMK Kesehatan, Siswa yang mendaftar sebanyak 100 orang namun menyusut menjadi 50 orang siswa/i yang terbagi di prodi Analis Kesehatan dan Farmasi. Di tahun ajaran 2015/2016 jumlah  Siswa/i meningkat menjadi 100 orang dan di tahun ajaran 2016/2017 menjadi 120 orang Siswa/i dan untuk tahun ajaran 2017/2018 yang telah mendaftar sebanyak 120 orang siswa/i. lulusan pertama lulus 100% dengan nilai kelulusan terbaik..

Ketua Pembina Yayasan UPDM, drg. RM. H. Hermanto, JM, SKG, MM dalam sambutannya mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah mendukung berdirinya SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo. Lebih lanjut drg. RM. H. Hermanto, JM, SKG, MM menjelaskan bahwa pendirian SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo merupakan perwujudan amanah pendiri yayasan UPDM dan juga Pahlawan Nasional, Mayjen (Purn) Prof. Dr. Moestopo yang awalnya ingin mendirikan fakultas Pertanian 50 tahun yang lalu, namun beliau  mengurungkan niatnya karena berdirinya Institut Pertanian Bogor di Dramaga. Dengan berdirinya SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo dapat mewujudkan cita-cita Prof. Dr. Moestopo untuk mendirikan sekolah Kesehatan yang akan dilanjutkan dengan pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) yang menurut rencana akan dimulai tahun 2019 bertempat dilahat kosong yang ada saat ini.

Bupati Bogor dalam sambutan menyampaikan selamat kepada seluruh jajaran pembina dan pengurus Yayasan UPDM beserta kepala sekolah, Dewan Guru dan para Siswa/I SMK Kesehatan yang kini telah memiliki gedung yang representatif sebagai tempat operasional SMK Kesehatan. Lebih lanjut Bupati Bogor mengucapkan terimakasih karena keberadaan SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo di Kabupaten Bogor ini memberikan harapan bahwa di tengah sulitnya menghadapi persaingan global, kepedulian perorangan, dunia usaha, lembaga Swadaya masyarakat dan lembaga sosial terhadap pembangunan pendidikan dan sosial di Kabupaten Bogor dapat dikatakan meningkat, seiring meningkatnya kesadaran bahwa pembagunan bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawan bersama seluruh elemen masyarakat. Semoga SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo terus berkembang dengan menghasilkan tenaga-tenaga terdidik yang unggul, inovatif, bedaya saing dan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat untuk membawa Kabupaten Bogor menjadi kabupaten termaju di Indonesia.

Acara peresmian SMK ditandai dengan pemukulan gong oleh Dirjen Bina Pemerintahan Desa, Pembina Yayasan, Kepala Sekolah, dan juga Rektor UPDM(B) dilanjutkan dengan pembacaan doa dan peninjauan ruang-ruang yang digunakan antara lain Perpustakaan, Mushola, Ruang Kelas, Ruang Guru, Laboratorium dan juga ruang administrasi, ditutup dengan makan bersama dan hiburan dengan alunan musik yang dimeriahkan penyanyi dari peserta yang hadir.

HumasUPDM (B)– sl/ys

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *