AGRAWITAKA MENANAM MANGROVE DI TELUK KUPANG NTT

IMG_5227

Kupang, 21 November 2015
Sebagai pelaksanaan nyata dari Bersepeda Jelajah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah dengan penanaman mangrove yang merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang bermukim dipesisir pantai dan lokasi yang dipilih adalah Pantai Paradiso di Teluk Kupang dan bertepatan dengan hari pohon sesuai dengan hari2 Lingkungan. Selain menanam mangrove juga dilakukan bersih-bersih pantai dengan mengambil sampah yang masih ada dipantai dan dikumpulkan untuk dibuang oleh dinas kebersihan kota Kupang. Acara dimulai dengan pembacaan doa yang dilakukan oleh wakil dari Mahasiswa Udana yang dilanjutkan dengan sambutan2 antara lain :

IMG_5181IMG_5183 IMG_5189IMG_5194 IMG_5199 IMG_5213
Dalam sambutannya wakil dari Lantamal VII Paur TU Dispotmar Dinas Potensi Maritim Lantamal VII Kupang Letda Pelaut Gunawan mengatakan betapa pentingnya hutan mangrove bagi kelestarian lingkungan terutama untuk masyarakat pesisir agar tidak terdampak oleh abrasi sehingga tidak kehilangan tempat tinggal dan usahanya. Kegiatan Agrawitaka ini sangat baik dan perlu kita dukung bersama dengan melanjutkan penanaman serta pemeliharaan hutan mangrove yang telah ditambah dengan bibit-bibit ynag nanti kita tanam bersama.

IMG_5187IMG_5202 IMG_5205IMG_5215 IMG_5220 IMG_5222

Wakil dari BKSDA, Plh Kabid Teknis, Kasi Pemanfaatan dan Pelayanan Wantoko, S.Hut.T, menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki luasan Hutan Mangrove terbesar didunia, Fungsi mangrove kemampuan mengendapkan lumpur menjadi penyaring air sumur yang ada didaratan agar tidak tercemar oleh air laut dan tidak asin, melindungi pantai dari abrasi sehingga penduduk bisa hidup lebih aman, pembentuk pulau dari pengendapan lumpur yang dibuatnya secara terus menerus sehingga menjadi daratan yang luas, meningkatkan produktivitas penduduk sekitar yang tidak perlu khawatir lagi dengan banjir air pasang serta hasil dari mangrove berupa ikan dan lain sebagainya dapat lebih meningkat, oleh karena itu kami dari Balai Besar Konservasi Alam yang secara undang-undang punya kewajiban untuk menjaga dan melestarikan kawasan mangrove dan kami sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Agrawitaka dengan tagline “Bicycle Journey for mangrove” dan mari kita jaga dan teruskan yang sudah dilakukannya.

IMG_5230IMG_5233 IMG_5235IMG_5237 IMG_5241 IMG_5242
Sambutan Dr. Andriansyah, M.Si mengatakan mengapresiasi kegiatan Agrawitaka yang sebelumnya melaksanakan Jelajah Sumatera dari Jakarta sampai Titik Nol Kilometer di Sabang dengan misi yang sama dengan sekarang tentang mangrove, waktu di Sumatera atlit seperti Pasya wajahnya berubah sedang sekarang tidak berubah walau cuacanya panas. Pada awal keberangkatan bersamaan dengan terjadinya letusan anak gunung Rinjani Barujari, dan kami dari Rektorat selalu memonitor Tim Agrawitaka dan menanyakan adakah kendala atas letusan tersebut, diberitahukan oleh tim bahwa mereka telah melewati pulau Lombok dan tidak terganggu. Agrawitaka adalah pencinta alam yang salah satu kegiatan nya adalah melestarikan lingkungan dimana diantaranya melestarikan dan menanam kembali hutan mangrove yang mulai rusak oleh ulah manusia dan ini perlu kita dukung bersama dimana seperti yang telah disampaikan oleh wakil dari BKSDA bahwa manfaat mangrove sangat banyak bagi kehidupan manusia khususnya masyarakat pesisir pantai apalagi cara menanamnya yang mudah cukup ditancapkan saja, saya melihat hutan mangrove disini cukup lebat dan didaerah lain beragam kerapatannya dan hutan ini dapat ditingkatkan menjadi hutan wisata mangrove. Memang kerusakan hutan mangrove karena ulah manusianya tetapi tidak demikian dengan di Teluk Kupang (NTT) ini , mangrove masih terjaga dengan baik dan harus terus menerus kita jaga dan lestarikan agar dapat bermanfaat untuk anak cucu kita.

IMG_5243IMG_5244 IMG_5287IMG_5290 IMG_5292IMG_5298 IMG_5300IMG_5302 IMG_5304 IMG_5308
Terima kasih kepada para mahasiswa yang telah membantu terlaksananya acara ini serta pihak2 lain seperti BKSDA, Lantamal VII, Polisi Air yang membantu penyiapan bibit mangrove, serta Para anggota komunitas yang banyak membantu teman2 dari Agrawitaka dalam pelaksanaan kegiatannya juga tidak lupa kepada para atlit Agrawitaka yang akan melanjutkan perjalanan ke Atambua yang cukup terjal namun demikian mereka telah teruji di Flores walaupun sesungguhnya mereka bukanlah Atlit sepeda tetapi sebagai pencinta alam dan lingkungan dan tanggal 25 November 2015 kembali ke Kupang yang selanjutnya kembali ke Jakarta. Semoga apa yang telah dirintis oleh Agrawitaka dapat dilanjutkan oleh Agrawitaka2 lainnya dan muncul Agrawitaka2 muda lainnya diseluruh pelosok NTB dan NTT yang akan melanjutkan apa yang telah dilakukan hari ini bersama teman2 semuanya.
Sebelum penanaman dilakukan penjelasan teknis tentang cara menanam mangrove dari BKSDA dan cara memeliharanya agar dapat tumbuh dengan baik dan subur.

IMG_5254IMG_5259 IMG_5262IMG_5265 IMG_5267IMG_5269 IMG_5272IMG_5281 IMG_5321IMG_5324 IMG_5327IMG_5330 IMG_5333 IMG_5334
Bibit mangrove yang ditanam hanya sebanyak 130 batang dan yang tidak sempat untuk menanam dapat melakukan bersih-bersih pantai dari sampah yang berserakan dan dikumpulkan didalam plastik sampah untuk nantinya dibuang ketempat pembuangan.
Lokasi Penanaman Mangrove dan bersih pantai di Teluk Kupang NTT : Jl. Paradiso (pantai Paradiso) Teluk Kupang Belakang Hotel Ima

IMG_5338IMG_5343 IMG_5348IMG_5350 IMG_5352IMG_5353 IMG_5361IMG_5364 IMG_5370IMG_5382 IMG_5385 IMG_5429
Peserta yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah :
Aparat : BKSDA NTT, Lantamal VII Kupang, Polisi Air Kupang
Kampus : Undana, Stikes Maranata, PGRI, Poltekes, Politani
Komunitas : Underwater Kupang, Pendaki Gunung dan Tebing NTT, Edelweis
Kegiatan ini diliput oleh rekan-rekan media yang terdiri dari :
Media TV : Berita Satu, TV One, Metro TV, Net TV, Kompas TV, RCTI
Online : Zonalines.com, Kompas.com, Suara Pembaharuan.com, Antara.com
Koran : Victorynews, Pos Kupang
Semoga acara seperti ini dapat berlanjut…….Jayalah AGRAWITAKA dan UPDM(B)

Humas UPDM(B)/sl

COMMENTS