Diskusi “Round Table” mengenai HUT ke-70 Kemenangan dalam Perang Dunia Kedua

#SC_0374

Pada tanggal 3 Juni tahun 2015 di Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia di Jakarta telah digelar Diskusi “Round Table” mengenai HUT ke-70 Kemenangan dalam Perang Dunia Kedua. Acara ini telah diselenggarakan atas prakarsa Kedutaan Besar Federasi Rusia di Indonesia dalam kerjasama dengan Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia di Jakarta, Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (LEMHANNAS RI), Universitas Indonesia dan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Yang mejadi peserta acara ini ialah para pakar dan akademis Indonesia, para dosen dan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi Indonesia yang terkemuka, wakil-wakil Kemlu RI dan badan-badan pemerintah Indonesia yang lain, pebisnis-pebisnis and wartawan-wartaman kantor berita Indonesia, para duta besar dari beberapa negara asing dan staf kedutaan-kedutaan besar negara asing di Jakarta.

Yang menjadi keynote speakernya yaitu Duta Besar Federasi Rusia di Indonesia Bpk. Mikhail Galuzin (“Ajaran-ajaran Perang Dunia Kedua dan dunia modern”), Gubernur Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji (“Perang Dunia Kedua dan Kemerdekaan Indonesia), Pengajar Senior Universitas Pertahanan Indonesia. Universitas Indonesia dan Universitas Prof. Dr. Moestopo Bpk. Bantarto Bandoro (“Perang Dunia Kedua dalam penelitian ilmliah”), Direktur Studi Rusia Universitas Indonesia Bpk. Ahmad Fahrurudji (“Perang Dunia Kedua dan hubungan Rusia-Indonesia), asisten Atase Pertahanan Kedutaan Besar Federasi Rusia di Indonesia Bpk. Vladimir Palchikov (“Peran Uni Soviet pada Kemenangan dalam Perang Dunia Kedua”).

DSC_0143#SC_0397

Mikhail Galuzin menggarisbawahi aktualitasnya ajaran-ajaran Perang Dunia Kedua dalam keadaan internasional modern, khususnya bahwa tidak ada cara lain untuk memberantasi ancama-ancaman dan tantangan-tantangan keamanan internasional kecuali dengan upaya-upaya kolektif oleh semua anggota komunitas internasional di bawah arahan dari PBB; tidak produktifnya percobaan-percobaan untuk meminggirkan Rusia dan menolak bekerjasama dengan Rusia melawan tantangan bersama, tidak boleh dan berbahaya untuk memberi hormat kepada para nazi dan penurusnya, untuk mempropaganda ideologi nazi dan lambang-lambangnya, tidak bisa terima tindakan untuk menulis kembali sejarahnya demi untungan politik masa sekarang.

Vladimir Palchikov dengan memberi contoh fakta-fakta sejarah yang kuat menyoroti peran yang terkunci oleh Uni Soviet untuk menghancurkan Jerman Nazi dan Jepang Militaris.

#SC_0263#SC_0425

Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji menekan bahwa keunggulan Uni Soviet dan negara-negara sekutu yang lain dalam perang melawan Jerman dan Jepang menjadi dorongan yang terpenting untuk rakyat Indonesia dalam perjuangannya demi pembebasan Indonesia dari pendudukan Jepang dan demi kemerdekaan yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus tahun 1945.

Ahmad Fahrurudji menceritakan sejarah penjalinan dan perluasan hubungan antara Indonesia dan Uni Soviet pada tahun 40-50-an abad ke-XX. Beliau mengedepankan dukungan besar dari Uni Soviet pada Indonesia, termasuk secara politik ketika Uni Soviet mendukung negara Indonesia yang masih muda di PBB pada periode pembangunan nasionalnya dan pembebasan sepenuhnya dari penjajahan asing.

#SC_0359#SC_0324

Bpk. Bantarto Bandoro membicarakan mengenai pentingnya meneliti sejarah dan ajaran-ajaran Perang Dunia Kedua secara mendalam dan obyektif agar menyampaikan hasil penelitian tersebut pada generasi yang berikutnya.

#SC_0418#SC_0176

Semua peserta Indonesia secara bersatu menggarisbawahi makna pentingnya diskusi “round table” yang telah digelar, terlebih dahulu dari segi munculnya kesempatan bagi masyarakat dan kalangan muda Indonesia untuk memperoleh informasi yang benar mengenai peran yang terkuci Uni Soviet untuk Kemenangan dalam Perang Dunia Kedua dan upaya-upaya Uni Soviet pada tahun 30-40-an untuk mendirikan suatu sistem keamanan kolektif di Eropa melawan kebijaksanaan Hitler yang jahat. Hal ini sangat bermakna di latar belakangan arus nilai-nilai terhadap periode sejarah waktu ini yang tidak obyektif yang diprakarsai  negara-negara Barat saat ini.

Sumber : PRESS-RELEASE Website Kedutaan Besar Federasi Rusia

Hati-Hati Agen dan Oknum Pembuat Ijazah Palsu Universitas Ternama di Indonesia

Jakarta, 08 Juni 2015

Berita yang melansir ijazah palsu beberapa universitas negeri dan swasta ternama di Indonesia dibenarkan berdasarkan hasil browsing / searching di situs http://jasapembuatanijazahpalsu.blogspot.com/ terdapat copy ijazah palsu dan universitas negeri/ swasta ternama. Ini tentu saja merugikan universitas-universitas yang ijazahnya dipalsukan tersebut. Kepada pihak berwajib dan Kemendikbud atau Kopertis mohon agar segera menindak oknum pelaku atau agen-agen pembuat ijazah palsu tersebut. Ini juga terjadi pada Universitas kami, yaitu Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Dan kami menghimbau kepada siapa saja atau instansi mana saja yang telah mendapatkan ijazah palsu dan atau bagi yang mencurigai adanya penggunaan ijazah tersebut agar segera melapor kepada kami melalui website ini : www.moestopo.ac.id atau tlp : 021-7395333 (UPDM (B)). Kepada pihak yang ikut membantu melacak dan melaporkan kepada kami atau langsung ke kepolisian, kami ucapkan banyak terimakasih, Allah SWT akan membalas kebaikan Saudara. Amin

Humas UPDM (B)

Roundtable discussion Federasi Rusia “70th Anniversary of the Victory in the Second World War”

kedubes-rusia         limhanmas       logo-ui       logo-moestopo

Jakarta, 01 Juni 2015

Kedubes Federasi Rusia dan Pusat Kebudayaan Rusia bekerjasama dengan Lemhanas (lembaga pertahanan nasional), dan Universitas Indonesia, serta Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Rabu, 03 Mei 2015 bertempat di Gedung Pusat Kebudayaan Rusia Jl. Diponegoro No. 12, Menteng, Jakarta Pusat mengadakan Roundtable discussion dengan tema “70th Anniversary of the Victory in the Second World War”

Program dibagi menjadi 2 sesi, yaitu:

Sesi I

Waktu             : 13.20 – 14.50 Wib

Nara Sumber :

– Moderator Bp. Sebastianus Sumarsono (LEMHANAS)

– YM. Mikhail Galuzin – Dubes Federasi Rusia untuk Indonesia

   “Lessons learned from the Second World War and the modern world”

– Dr. Ir. Budi Susilo – Gubernur LEMHANAS

   “The independence of Indonesia and the Second World War”

Sesi II

Waktu             : 15.05 – 16.35 Wib

Nara Sumber :

– Moderator Bp. Bondan Kanumoyoso (Universitas Indonesia)

– Bp. Bantarto Bandoro – Pengajar Senior Universitas Pertahanan Indonesia, Universitas Indonesia dan

Universitas Prof. Dr. Moestopo

   “The Second World War and studies of Indonesiam scholars”

– Mr. Valdimir Palchikov – Asisten Attaché Militer Kedubes Federasi Rusia

   “The Role of the Soviet Union in the Victory in the Second World War”

– Bp. Ahmad Fahrurodji, MA – Direktur Studi Rusia, Universitas Indonesia

   “The Second World War and the future of the Indonesia-USSR relations”

 Humas UPDM (B)