FKG UPDM (B) Memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia

DSC_0027

Jakarta, 28 Mei 2015

Bertempat di kampus Bintaro pada 28 mei 2015, FKG memperingati hari tanpa tembakau sedunia dengan tema : “SMOKING KILLS”. World No Tobacco Day yang diperingati di seluruh dunia setiap 31mei diinisiasi oleh WHO (World Health Organization) sejak 1987. Tahun ini kegiatan yang dijalankan FKG UPDM(B) selama sehari penuh meliputi ceramah ilmiah, penandatanganan petisi bersama, pameran perangkat penyuluhan melawan konsumsi tembakau. Dalam acara tersebut juga hadir Prof Dr Johannes Basuki, Wakil Rektor II yang mewakili Rektor UPDM (B).

DSC_9771DSC_9783

DSC_9757DSC_9985

Dalam pembukaannya drg Mutiara Rina MPH selaku ketua panitia mengemukakan “Kita harus menyatakan perang terhadap rokok”. WHO menyatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat perokok tertinggi di dunia. Di Indonesia perokok aktif meningkat dari tahun ke tahun. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Kementerian Kesehatan pada 2013 menyatakan jumlah perokok aktif usia 10 tahun ke atas berjumlah 57.750.592 orang terdiri atas 56.860.457 perokok laki-laki  dan 1.890.135 perokok perempuan. Selain perokok aktif, terdapat lebih dari seratus juta orang yang mengalami dampak sebagai perokok pasif.

DSC_9953DSC_9840

DSC_9907DSC_0033

Prof Dr Johannes Basuki, Wakil Rektor II yang mewakili Rektor UPDM (B) dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan menyambut baik inisiatif FKG UPDM(B) yang menyelenggarakan kegiatan ini. Dikemukakannya bahwa terhadap bahaya rokok yang melanda anak remaja hingga orang tua diperlukan upaya bukan hanya mengatasinya namun juga bagaimana mencegahnya. Diharapkannya agar pesan yang disampaikan tidak hanya di sini saja, tapi dapat disuarakan pada forum yang lebih luas lagi.

drg Wulan Apridita Sebastian MPH dalam ceramahnya menyampaikan bahwa selama ini produser rokok menjadi sponsor kegiatan dengan slogannya yang menggunakan bahasa anak muda. Tidak hanya sampai di situ saja, mereka juga memberikan sampel produk rokok sehingga mendorong generasi muda untuk mulai mencoba.

drg Sarah Mersil SpPM dalam ceramahnya mengemukakan bahwa rokok mengandung lebih dari 7000 jenis bahan beracun. Nikotin akan menimbulkan adiksi dan tar merupakan bahan karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker terutama kanker paru dan kanker tenggorokan, termasuk juga kanker rongga mulut. Perokok memiliki risiko terkena kanker rongga mulut 5 – 10 kali lebih besar dibandingkan dengan bukan perokok.  Hal yang mengejutkan, ternyata perokok pasif mengandung bahan beracun serta bahan karsinogen yang lebih banyak dibanding perokok aktif.

Penutupan diakhiri dengan penandatanganan bersama seluruh peserta, ikrar pernyataan kampus bebas asap rokok.

Humas UPDM (B)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *