Pakar: MEA Belum Tentu Bikin Masyarakat Sejahtera

Sabtu, 11 Oktober 2014 | 15:32

Doc1
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) (sumber: Istimewa)

Jakarta – Dewan Pakar Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Mustafa Edwin Nasution mengatakan berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 belum tentu menjadikan masyarakat sejahtera.

“Secara teoritis memang bisa meningkatkan kesejahteraan karena pasar bertambah besar, pendapatan semakin bertambah dan kemiskinan berkurang,” ujar Mustafa dalam seminar ekonomi syariah di Fakultas Kedokteran Gigi Prof Moestopo di Jakarta, Sabtu (11/10).

Tapi sayangnya, hal itu belum tentu terwujud tanpa adanya kerja keras dari masyarakat itu sendiri. “Semuanya harus bekerja keras pada MEA itu,” tambah dia.
Indonesia, lanjut dia, mempunyai pasar yang sangat besar karena jumlah penduduk yang mencapai 250 juta jiwa.

“Ditambah kekayaan alam kita yang melimpah, itu potensi yang harus dimanfaatkan. Tapi sangat disesalkan potensi-potensi itu belum tergarap secara optimal,” terangnya.

Indonesia memiliki penduduk besar tapi pendapatan per kapita masih jauh dibandingkan Malaysia dan Singapura.
“Pendapatan per kapita Indonesia hanya US$ 4.700. Sedangkan Malaysia US$ 13.000 dan Singapura US$ 51.000 per tahun.” Pemerintah dinilai perlu melakukan peningkatan sumber daya manusia.

“Keadilan dalam mendukung rakyatnya berusaha harus ditegakkan. Setiap orang bisa melakukan usaha. Jangan ada hambatan dan infrastruktur dibenahi,” jelas dia.

Indonesia memiliki jumlah penduduk Indonesia terbesar di dunia atau lebih dari 13 persen populasi dunia, namun ekonomi syariah belum berkembang dengan baik. Pangsa pasar perbankan syariah belum mencapai lima persen.

Penulis: /JAS
Sumber : Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *