Ekonomi Syariah Siap Hadapi Era MEA 2015

11 October 2014 in Business Info, Economy. Telah dibaca 15 kali

Doc3

Jakarta, Thebusinessnews.co – Industri perbankan Syariah di Indonesia membutuhkan kesiapan baik dari pelaku maupun regulator dalam menghdapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 sebagai momentum liberalisasi pasar perdagangan ASEAN. Pastinya, ekonomi Indonesia akan cerah karena selain ditopang kekayaan alam yang berlimpah yang merupakan dasar ekonomi yang kuat, juga ketersediaan SDM yang mumpuni.

Terkait SDM berkualitas, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) berkomitmen untuk berperan serta dalam mewujudkan pengembangan SDM berbasis kompetensi, baik di bidang ekonomi dan keuangan syariah. Diharapkan terwujudnya suatu standarisasi kompetensi bagi pengembangan SDM ekonomi dan keuangan syariah yang kompetitif.

“Kami berupaya menghasilkan lulusan atau sumber daya berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi. Hal ini menjadi penting, mengingat tahun 2015 Indonesia akan menjadi salah satu aktor dalam Komunitas ASEAN,” ungkap Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. H. Sunarto, M.SI, di sela Seminar Nasional Ekonomi Syariah Indonesia Menghadapi MEA 2015 bertema ‘Penyiapan SDM Berbasis Kompetensi Syariah dalam Pengembangan Perbankan Syariah Era MEA 2015′ di Kampus FKG Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama), Bintaro, Jakarta,(11/10)

Dikatakan, trend industri keuangan syariah dari tahun ke tahun semakin meningkat, baik dilihat dari total asset, pembiayaan yang diberikan, dana pihak ketiga maupun rasio-rasio keuangan yang semakin membalik. “Dengan demikian tidak ada keraguan bagi kita untuk berperan aktif dalam pengembangan ekonomi syariah di Tanah air,” kata Sunarto.

Praktisi ekonomi syariah dari Bank Panin Syariah Deny Hendrawati menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar jelang MEA 2014, biak dari segi jumlah penduduk besar dengan dominasi penduduk usia muda. Kemudian penduduk usia kerja meningkat, pertumbuhan kelompok masyarakat menengah yang pesat dan pasar domestik yang kuat. “Ekonomi Indonesia akan cerah karena ditopang kekayaan alam yang berlimpah yang merupakan dasar ekonomi yang kuat,” jelas dia.

Sebelumnya, Dewan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Indonesia Mustafa Edwin Nasution mengungkapkan ekonomi syariah belum berkembang dengan baik. Pangsa pasar perbankan syariah belum mencapai lima persen. Namun masyarakat Indonesia yang jumlah penduduknya lebih dari 250 juta jiwa dan memiliki kekayaan alam yang melimpah, namun sayangnya belum digarap optimal. Sehungga MEA belum belum tentu menjadikan masyarakat sejahtera. Secara teoritis memang bisa meningkatkan kesejahteraan karena pasar bertambah besar, pendapatan semakin bertambah dan kemiskinan berkurang

Indonesia, lanjut dia, memiliki penduduk besar tapi pendapatan per kapita masih jauh dibandingkan Malaysia dan Singapura. Pendapatan per kapita Indonesia hanya US$ 4.700. Sedangkan Malaysia US$ 13.000 dan Singapura US$ 51.000 per tahun.”Keadilan dalam mendukung rakyatnya berusaha harus ditegakkan. Setiap orang bisa melakukan usaha. Jangan ada hambatan dan infrastruktur dibenahi,” jelas dia. (red/ju)

Dimuat di : Thebusinessnews.com
Hari/ Tanggal : Sabtu/ 11 Oktober 2014
Hal : 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *