Bank Syariah Belum Siap Hadapi MEA 2015

Sabtu, 11 Oktober 2014 | 17:40 WIB
Kewalahan Permintaan Masyarakat
Doc4
Oleh: Arief Bayuaji

inilahcom
INILAHCOM, Jakarta – Meningkatnya permintaan masyarakat terkait produk perbankan syariah, membuat kewalahan bank syariah. Dewan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Indonesia Mustafa Edwin Nasution mengatakan jika hal itu dibiarkan sama artinya bank syariah belum siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 mendatang.

“Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2010 sebanyak 232.516.771 jiwa, Malaysia 27.913.990 jiwa, Singapura 5.140.300 jiwa dan Brunei Darussalam 407.045 jiwa. Besarnya jumlah penduduk Indonesia ternyata mempengaruhi meningkatnya permintaan produk perbankan syariah, bahkan permintaan tersebut membuat kewalahan pihak bank syariah,” jelas Dewan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Indonesia Mustafa Edwin Nasution saat Seminar Nasional Ekonomi Syariah Indonesia Menghadapi MEA 2015 bertema ‘Penyiapan SDM Berbasis Kompetensi Syariah dalam Pengembangan Perbankan Syariah Era MEA 2015’ di Kampus FKG Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama), Bintaro, Jakarta Selatan, Sabtu (11/10/2014).

Mustafa menambahkan bahwa tu terjadi karena banyak orang mulai sadar sistem ekonomi syariah lebih baik dibandingkan yang sudah berjalan. Alasanntya, sistem ekonom Islami lebih adil dan tanpa spekulasi.

“Terkait kewalahan dari bank syariah, tak lain karena sumber daya manusia (SDM) bank syariah belum bagus secara kualitas. Tercatat, indeks tingkat kompetitif Global SDM Indonesia tahun 2010, peringkat 44, Singapura, peringkat 3 dan Malaysia, peringkat 26,” ujar dia.

Selain itu, papar dia, ada kesan SDM di bank syariah, yang asal jurusan kuliahnya, bukan dari Ekonomi Islam. “Sehingga, SDM yang ada tidak mampu melayani masyarakat dan nasabahnya dengan baik,” kata dia. [aji]

Dimuat di : INILAHCOM
Hari/ Tanggal : Sabtu, 11 Oktober 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *